• Beauty / News

    Mengenal Dekat Kosmetik Halal


    Mengenal Dekat Kosmetik Halal

    Apa itu kosmetik halal? Bazaar bertemu dengan ahlinya dan beberapa produsen kosmetik dalam negeri.


    Masih bertanya-tanya mengenai kosmetik dengan tajuk halal? Berikut ini perbincangan Bazaar bersama produsen kosmetik lokal Indonesia yang sudah menyandang status 'bebas haram' dan aman digunakan oleh para penggunanya.

    Segala sesuatu yang berbau halal selalu menjadi perhatian bagi masyarakat di Indonesia, baik itu makanan yang dikonsumsi hingga kosmetik serta perawatan wajah. Apalagi selama enam tahun belakangan, komunitas hijab sudah mulai meningkat di Indonesia, berawal dari fashion hijab blogger, selebriti tanah air yang mulai mengenakan hijab, sampai dengan perhelatan fashion show khusus kaum muslimah.

    Apabila dari bidang mode, permintaan pasar sudah mulai terpenuhi, maka tak dipungkiri pada industri kecantikan pun para konsumen muslim menginginkan perhatian serupa. Mereka tidak lagi hanya berkonsentrasi terhadap sesuatu yang masuk ke mulut saja, namun juga apa yang akan dipakai oleh tubuh.

    Untuk mengetahui lebih dalam mengenai kosmetik halal, Bazaar bertemu dengan Andini Aska Dwiani Puri selaku Brand & Product Manager Wardah, Wulan Tilaar Widarto sebagai Vice Chairwoman dari Martha Tilaar Group, dan Vincentia Irina yang memiliki perusahaan distributor bahan baku.

    Baca juga: Pilihan Kosmetik Untuk Kulit Berminyak


    Harper's Bazaar Indonesia (HBI): Kenapa kosmetik halal semakin populer dan diminati?
    Wulan Tilaar Widarto (WTW): Saat ini konsumen muslim sebagai kaum mayoritas di Indonesia sangat peduli terhadap pentingnya sertifikasi halal. Ada kecenderungan persepsi pada mereka, apabila suatu produk sudah halal, berarti juga berkualitas aman sesuai syariah hukum agama.
     
    HBI: Kapan kosmetik bisa disebut halal?
    Andini Aska (AA): Jika tidak ada dua kandungan yang dilarang, yakni babi dan alkohol dengan turunan khamer (minuman pembuat mabuk)
     
    HBI: Biasanya dua kandungan tersebut digunakan pada jenis kosmetik seperti apa? Dan mengapa mereka menggunakannya?
    AA: Beberapa bahan baku, misalnya untuk produksi lipstik biasanya memakai enzim dan emulsi yang dalam pembuatannya mengandung babi, karena hewan tersebut banyak serta mudah ditemukan. Sedangkan untuk alkohol, baiknya pilih alkohol berbahan baku sintetis.
     
    HBI: Siapa yang berhak mengeluarkan sertifikat jaminan halal?
    AA: Bukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), melainkan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Jika BPOM menjaga keamanan zat kandungan dari suatu produk, di sisi lain MUI berperan untuk menjaga kualitas halal.
     
    HBI: Bagaimana prosesnya hingga berhak mendapat jaminan halal?
    AA: MUI harus memperhatikan seluruh proses dari hulu hingga hilir, melihat seluruh sertifikat yang dimiliki oleh supplier bahan baku, sampai memeriksa quality control seperti kebersihan tabung dan lain-lain. Memang sebuah prosedur yang terlihat sulit, tapi demi menghasilkan kualitas terbaik serta aman bagi kaum muslimah.
     
    HBI: Contohnya?
    Vincentia Irina (VI): Saya perlu menyiapkan dokumen pendukung yang berisi flowchart, misalnya untuk mulberry dalam proses agar terekstraksi memakai cairan dari apa. Kemudian bila harus digerus menggunakan alat bagaimana, apakah tercampur bersama non halal. Seluruh source of ingredient perlu dijabarkan untuk mengetahui komponen bahan baku berasal dari mana, mineral apa saja, penggunaan hewan apa, dan lain-lain.
     
    HBI: Apakah kita dapat melihat kandungan ingredient yang tertera di belakang kemasan?
    VI: Anda tidak mungkin melihat secara kasat mata dari belakang kemasan, karena bisa saja sama-sama gliserin serupa acid, namun dalam proses pembuatannya dapat memakai bahan baku halal maupun non halal. Anda hanya dapat melihat kosmetik halal, bila tertera logo halal yang didapat dari MUI.
     
    HBI: Apakah prosesnya panjang?
    Wulan Tilaar Widarto (WTW): Sangat panjang dan diperlukan beberapa parameter yang harus dipenuhi, belum lagi standar keamanan yang dilakukan dalam banyak tahapan. Mulai dari pemilihan dan pengembangan bahan baku yang aman, uji stabilitas, uji safety, uji manfaat, dan seterusnya. Jadi bisa dikatakan produk halal memiliki banyak keunggulan dan kualitas, serta terjamin halal.
     
    Baca juga:

     
    (Foto: Dok. Bazaar)



- RELATED ARTICLE -



- MORE STORIES -