• Alasan Mary Katrantzou Menggelar Show di Kuil Poseidon

    Fashion / News


    Alasan Mary Katrantzou Menggelar Show di Kuil Poseidon

    Sang perancang berbagi kepada kami tentang kepulangannya dan masa depan peragaan busana luar negeri.


    Bulan depan, Mary Katrantzou akan menggelar pertunjukannya di Kuil Poseidon, Yunani. Mary menjadi desainer pertama yang berhasil melakukannya. Sementara merek lain telah mencoba dan gagal menggelar acara catwalk di dalam monumen Yunani kuno ini, kepulangan Mary sekaligus menandai perayaan ulang tahun yang ke-10 untuk mereknya, dan seperti apa pengaturannya.

    Hanya berjarak satu jam dari Athena, Kuil Poseidon berada di atas tebing terjal Cape Sounion, dan menjulang setinggi 70 meter di atas laut. Ini adalah lokasi yang megah dan juga menawarkan pemandangan matahari terbenam yang paling indah di Yunani. Lokasi ini juga sangat dilindungi oleh otoritas Yunani. Mary tahu untuk mendapatkan persetujuan dari otoritas Yunani bukanlah suatu hal yang mudah, tetapi baginya, tidak pernah ada pilihan lain.





    "Itu adalah satu-satunya monumen yang pernah saya kunjungi di mana saya merasa sangat terhubung dengan langit, bumi dan laut"


    "Semua orang menyarankan agar kami tidak melakukannya di sana, karena di satu sisi kami juga sadar akan adanya beberapa permohonan di monumen tersebut yang diveto oleh komite arkeologi dan pemerintah," kata Mary kepada Bazaar. “Semua orang tahu itu sulit, tetapi kami merasa upaya kami akan bermanfaat. Saya ingin menemukan monumen yang terhubung dengan semua elemen. Ketika saya pertama kali mengunjungi tempat tersebut bertahun-tahun yang lalu, itu adalah satu-satunya monumen yang pernah saya kunjungi di Yunani, dan juga saat bepergian keliling dunia, di mana saya merasa sangat terhubung dengan langit, bumi dan laut. Ada energi mentah di posisi itu."



    Mary telah bekerja dengan badan amal Yunani Elpida (didirikan oleh Marianna Vardinoyannis yang membantu dan mendukung anak-anak yang menderita kanker) untuk menggelar acara pada 3 Oktober. Acara ini sepenuhnya didedikasikan untuk mengumpulkan dana melalui penjualan tiket dan sumbangan amal untuk tujuan Elpida.

    "Untuk dapat menggunakan sesuatu yang merupakan hadiah untuk negara Anda dan menggunakannya seperti secara tidak langsung telah memvalidasi dan membenarkan permohonan saya," katanya. “Saya ingin membuat pertunjukan yang didedikasikan untuk lokasi ini. Anda dapat menggunakan lokasi milik negara Anda untuk tujuan mulia yang dapat membantu orang-orang dari negara Anda."

    Durasi waktu yang dibutuhkan Mary dan timnya untuk merancang pertunjukan ini sangatlah mengesankan, hanya kurang lebih tujuh bulan waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkan segala keperluan dari awal hingga akhir. Mary, yang berasal dari Athena, pertama kali mulai berbicara dengan Elpida pada Februari tahun ini.

    Permohonan mereka disetujui pada pertengahan Juli ketika dia mulai mengerjakan koleksi yang terinspirasi oleh tata cara dan Yunani pada umumnya. Tapi jangan berharap ada kiasan Yunani yang klise, Mary mengatakan pengaruh terbesar negara asalnya terhadapnya adalah pola pikir dan seni bercerita.



    Mary Katrantzou di acara koleksi musim semi / panas 2019-nya pada September 2018.


    "Itu ada dalam pikiran saya," katanya. "Koleksi saya tidak pernah tentang zaman atau inspirasi, melainkan tentang ide yang memungkinkan Anda untuk memikirkan berbagai cara untuk melaksanakannya. Musim lalu, koleksi saya mengenai elemen - bumi, angin, api dan air - dan musim sebelumnya adalah tentang seni mengumpulkan. Mengambil itu sebagai dasar, lalu menarik ide kemudian mengubahnya, itulah yang membuat merek saya unik dalam bahasa visualnya. Gambar itu sendiri bukan apa yang Yunani - estetika saya bukan apa yang Anda sebut tradisional Yunani, tetapi apa yang sangat Yunani adalah rasa keseimbangan dan harmoni saya, dan pentingnya narasi. Bercerita dan menemukan makna di balik inspirasi adalah bagian paling Yunani dari landasan saya.”

    Tumbuhnya kesadaran konsumen akan konsep penggunaan yang berkelanjutan (sustainability) telah menempatkan masa depan dari peragaan busana di bawah pengawasan yang ketat. Terbang ke berbagai ibu kota mode untuk pertunjukan, dan meninggalkan jejak karbon, hal ini terasa bertentangan dengan fokus lingkungan kita yang baru. Tetapi jika ada orang yang punya alasan untuk membuktikan keabsahan acara catwalk di luar negeri, maka orang itu adalah Mary.


    “Harus ada tujuan yang jelas untuk menyelenggarakan pertunjukan catwalk - dan terlebih lagi bukan hanya sekadar memamerkan pakaian "


    "Pertunjukan ini sangat berarti bagi saya karena saya menyatukan banyak elemen yang berbeda - ini bukan hanya sekadar mendesain pakaian, namun ini tentang mengomunikasikan nilai-nilai negara saya," katanya. "Ini memberi tamu saya kesempatan untuk melihat bagian dari negara saya yang mungkin belum pernah mereka lihat sebelumnya dan melakukannya untuk amal adalah salah satu cara terbaik yang dapat kita lakukan untuk memberi kembali kepada masyarakat, terutama ketika Anda sebagai sebuah merek independen, tidak dapat melakukannya sampai di tingkat sumbangan pribadi. Dengan kami mampu mengumpulkan uang melalui tiket pertunjukan akan sangat bermakna untuk mendukung penelitian."

    Konsep penggunaan ulang, katanya, berarti mengandung berbagai hal, tetapi yang terpenting dari semuanya itu adalah sebuah kesadaran. “Bagi saya, untuk masa depan merek saya, apa yang saya lihat dengan peluang ini adalah bahwa ada berbagai cara yang dapat kita lakukan untuk memberi kembali dan ada banyak pilihan untuk menjadi sustainable. Harus ada tujuan, dan lebih banyak lagi tujuan daripada sekadar hanya menunjukkan pakaian - yang jelas merupakan hal yang terpenting, itulah sebabnya para tamu hadir di sana - tetapi desainer juga harus melihat ke depan dan membuka sudut pandang baru serta tujuan dari pertunjukan tersebut. Itulah cara untuk maju dan lebih menarik dalam memandang mode."


    MARY KATRANTZOU AUTUMN/WINTER 2018 COLLECTION










































    (Penulis: Ella Alexander; Artikel ini disadur dari Bazaar US; Alih bahasa: Janice Mae; Foto: Courtesy of Bazaar US)









- RELATED ARTICLE -