• Ciputra Artpreneur Merayakan 100 Tahun Hendra Gunawan

    Culture / News


    Ciputra Artpreneur Merayakan 100 Tahun Hendra Gunawan

    Meski mendekam di balik jeruji besi selama 13 tahun, sang maestro tak menyerah begitu saja.


    Banyak sekali elemen yang terdapat pada lukisan Hendra Gunawan dan salah satunya adalah interpretasi sang maestro terhadap kehidupan melalui kemeriahan warnanya.


    Diponegoro Terluka, 1982


    Tahun ini Ciputra Artpreneur merayakan 100 tahun Hendra Gunawan melalui dua pameran yang berlangsung di Museum Ciputra dan Ciputra Gallery, bertajuk Prisoner of Hope dan Spektrum Hendra Gunawan. 

    Sebanyak 32 karya lukisan dan sketsa Hendra Gunawan yang diambil dari koleksi pribadi Ir. Ciputra dipamerkan lewat pagelaran terbesar di Indonesia dan dunia.  




    Tema Prisoner of Hope merupakan sebuah ungkapan dari kolektor sekaligus teman dari Hendra Gunawan. Hendra pernah mendekam di balik jeruji besi dari tahun 1965 hingga 1978, di penjara Kebun Waru, Bandung. Setiap karya yang ia ciptakan saat itu memiliki inisial K.W. untuk menandakan periode yang kelam selama 13 tahun tersebut.


    Hendra yang juga seringkali berbagi nama dengan maestro lainnya seperti Sudjojono dan Affandi. Lewat lukisan, Hendra menggambarkan keindonesiaan yang tradisional dalam karya bercorak modern. Representasi keluarga pada lukisan Hendra Gunawan hadir melalui sosok wanita sebagai subyek utama, dapat dilihat dari aktivitas yang dikerjakan seperti contoh kerokan, menyisir rambut, dan menjemur ikan.



    Digigit Kepiting, 1970


    Di samping itu, sebagai sosok maestro seni lukis modern Tanah Air yang karyanya banyak menginspirasi orang lain, pameran seni kontemporer bertajuk Spektrum Hendra Gunawan menjadi bagian dari memperingati 100 Tahun Hendra Gunawan. 


    Empty Party oleh Arya Pandjalu



    Kaki - Kaki Rakyat oleh Nasirun


    Spektrum mengundang 70 seniman dan juga desainer untuk memamerkan hasil buah tangannya di sini hingga tanggal 16 Agustus 2018. Tak terbatas kepada pelukis, exhibition yang merupakan cermin dari seniman masa kini terhadap Hendra Gunawan ini juga terbuka untuk para seniman patung, dan juga mixed media dari seluruh Indonesia. 



    Untitled oleh Asmudjo J. Irianto


    (Foto: Dok. Bazaar)






- RELATED ARTICLE -