• Pengalaman Menelusuri Pesona Alam Afrika Selatan

    Culture / Tips


    Pengalaman Menelusuri Pesona Alam Afrika Selatan

    Panduan lengkap wisata ke Afrika Selatan, mulai dari pulau-pulau yang cantik, keajaiban dunia hingga ke desa-desa penduduk setempat.


    Kebanyakan orang mengunjungi Afrika Selatan untuk dua alasan, yakni wisata safari dan pemandangan spektakulernya. Jika itu adalah alasan untuk datang ke Afrika Selatan, maka Anda akan merasa sangat puas dengan terpenuhinya keinginan Anda melalui keindahan alam yang dapat ditemukan di sana. 

    Tetapi, Afrika Selatan sangat luas, lima kali lebih besar dari Inggris, dan merupakan negara terbesar dengan urutan ke-25 di dunia. Mereka merupakan rumah bagi pemandangan dan lanskap yang paling beragam. Mulai dari rangkaian pegunungan, puncak gunung yang ditutupi dengan salju, semak-semak, Gurun Sahara, padang rumput yang hijau, pulau-pulau yang memesona, sampai langit biru terindah.

    Afrika Selatan merupakan destinasi yang sangat memukau dan wajib untuk dieksplorasi. Tentu saja, tidak ada yang salah dengan menjelajahi wisata safari untuk menemukan hewan-hewan khas Afrika Selatan, tetapi pengalaman Anda belum lengkap jika Anda hanya memilih untuk pindah dari resor ke truk safari. Jika bisa, telusuri bagian-bagian lainnya juga untuk pengalaman yang menakjubkan.


    Kepulauan yang Menawan

    Mari mulai dengan dua hal yang paling diinginkan turis-turis Inggris untuk liburan mereka, yaitu pasir dan sinar matahari. Kita semua pasti sudah pernah mendengar tentang pulau-pulau Afrika yang sangat terkenal seperti, Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar.

    Tetapi, jika Anda ingin pengalaman berlibur di tempat yang lebih privat, maka Anda harus mencari destinasi lain. Kepulauan Quirimbas yang terletak di lepas pantai utara Mozambik tersusun dari 32 pulau terindah yang pernah diciptakan. Ini adalah Kepulauan Botticelli yang diselimuti oleh pecahan pasir nan indah, dipagari oleh pohon-pohon palem, dan dikelilingi oleh Samudera Hindia yang tenang.

    Hingga tahun 1975, hanya empat pulau yang terhuni, yang sebagian besarnya didiami oleh para pedagang Portugis. 


    Ketika Mozambik merdeka pada tahun 1975, pulau-pulau tersebut menjadi properti yang diperebutkan para pelaku bisnis perhotelan. Contohnya, Medjumbe yang sekarang dihuni oleh 12 vila beratapkan jerami dan dikelola oleh perusahaan hotel Anantara. Pulau-pulau ini tidak mudah untuk diakses dan terkesan seperti mereka tidak ingin ditemukan. 

    Langkah pertama adalah penerbangan yang memakan waktu selama 11 jam dari London ke Johannesburg, diikuti dengan 3 jam penerbangan domestik menggunakan Airlink ke kota Pemba, dan disambung dengan perjalanan menggunakan helikopter selama 45 menit. 

    Kita semua sudah sangat familiar dengan penampakan pulau-pulau ini dari jutaan gambar iklan di televisi, bus, dan beragam situs website, tetapi tidak ada yang akan dapat mempersiapkan saat Anda melihatnya secara langsung. 

    Keindahan laut yang berwarna biru gradasi dari refleksi pecahan terumbu karang dan para nelayan dengan perahu kayunya. Pulau-pulau ini juga dilengkapi dengan desa-desa kecil, pasir putih berlapis tanaman hijau. Merupakan pengalaman yang sangat menakjubkan. 


    Besar Medjumbe sendiri hanya satu kilometer dan memiliki satu mercusuar yang beroperasi selama beberapa tahun pada tahun tiga puluhan. Anda akan merasakan suasana privat yang mewah. Masing-masing vila didekorasi dengan nuansa biru dan putih untuk menggambarkan suasana sekitarnya.

    Setiap vila dilengkapi beranda kayu, kolam renang, outdoor shower dengan pemandangan yang biasa dapat Anda temukan di kartu pos dan deburan ombak laut akan menenangkan Anda saat tidur di malam hari. 

    Untuk masalah kuliner, makanannya terbilang lezat, terutama ikan yang sesekali disajikan dengan singkong. Menu-menu yang disajikan bergantung pada pengiriman pangan oleh kapal, jadi tidak semuanya sudah tersedia, yang berarti Anda akan memiliki pengalaman hidup seperti penduduk setempat.

    Di sini, makanan akan disajikan di pantai, tetapi jika Anda ingin privasi yang lebih, Anda dapat memilih tempat-tempat lain di pulau dan staf akan mengantar makanan Anda ke tempat pilihan. 


    Daya Tarik utama di pulau ini adalah sinar matahari dan olahraga air seperti paddleboarding, menyelam, snorkeling, ski air, dan berlayar. Untuk pengalaman yang lebih menakjubkan, Anda disarankan untuk menyeberang ke pulau Quissanga yang lebih kecil di mana para staf akan menyiapkan makan siang di bawah pohon palem. 

    Terdapat juga four-poster bed bagi pasangan untuk bersantai di bawah cahaya matahari. Spa kecil satu kamar dengan pemandangan indah juga tersedia jika Anda masih perlu melepas lelah, yang kemungkinan besar tidak akan dibutuhkan setelah menikmati pemandangan menawan di pulau ini. Medjumbe akan membuat Anda puas bermain dengan sinar matahari. 


    Pemandangan Memukau

    Segar dari relaksasi, pergilah menuju Zambia, yang mungkin lebih mirip dengan Afrika yang Anda bayangkan. Sebagai rumah dari keberagaman alamnya, hewan adalah pemain utama di sini. Terdapat juga tiga sungai yang mendominasi bentang alam ini, yaitu, Zambezi, Kafue, dan Luangwa, yang memisahkan daerah-daerah terpencil. 

    The Royal Livingstone, salah satu resor milik Anantara, terletak di tepi Sungai Zambezi dan 15 menit perjalanan kaki menuju Air Terjun Victoria, air terjun sepanjang satu mil yang panjangnya seperti jarak dari ujung Zambia ke negara tetangganya, Zimbabwe. 

    The Royal Livingstone adalah sebuah penghormatan untuk periode kolonial, dengan kamar berlangit-langit tinggi, dilengkapi dengan sofa mewah dan perapian. Barnya merupakan rumah bagi seorang pianis yang menawarkan soundtrack Time Goes By milik Debussy dan Dooley Wilson selagi Anda mencicipi koktail ala Royal Livingstone.


    Terdapat sebuah beranda luas, tempat populer untuk minum teh pada sore hari, menghadap ke arah sungai yang damai, kolam renang, dan tentunya Anda juga dapat menikmati keindahan hewan-hewan di sini. 

    Zebra, babun, dan jerapah dapat berkeliaran dengan bebas karena hotel ini berbasis cagar alam nasional. Seekor monyet mungkin saja datang dan bergabung dengan Anda untuk makan siang, atau mungkin Anda dapat membuka tirai kamar tidur untuk menemukan sekelompok zebra yang sedang sarapan. 

    Tanyakan pada resepsionis tentang waktu makan para hewan, di mana pawang hewan hotel akan memandu Anda ke daerah terpencil di area hotel untuk menyaksikannya. 

    Para pawang akan membuat suara unik memanggil hewan agar datang kesisinya untuk diberi makan malam. Ada sesuatu hal berbeda yang dapat dirasakan saat berdekatan dengan hewan-hewan yang indah ini, seperti pengalaman saat melihat dengan dekat bulu mata ala supermodel milik jerapah. 

    Monyet juga dapat mengejutkan kita dengan memperlihatkan sifat lembutnya kepada satu sama lain. Melihat para gajah, yang menjadi bintang di area ini, menguasai lahan dengan gaya dan gerakan tubuh yang cool juga dapat menjadi highlight dari kunjungan Anda. 


    Tetapi, jangan berhenti pada para hewan ini. Anda harus memesan penerbangan micro-light ke Air Terjun Victoria yang merupakan cara paling menakjubkan untuk menikmati keindahannya. 

    Sebuah glider kecil akan membawa Anda menikmati pemandangan air terjun dari atas langit sambil mengejar pelangi yang tercipta oleh pertemuan cahaya matahari dengan permukaan air. Selanjutnya, Anda akan terbang melalui semprotan air terjun, yang oleh penduduk Zambia disebut sebagai 'angel’s kiss'.

    Setelah mengejar pelangi dan berjumpa dengan salah satu keajaiban dunia, pilot akan menerbangkan pesawat kecil yang Anda tumpangi ke atas dataran yang akan menampilan pemandangan lanskap dataran tersebut. Tidak ada apapun di dunia ini yang dapat mempersiapkan ketakjuban Anda atas keagungan Afrika, dari hamparannya yang terbentang luas hingga langit yang tak terhingga. 

    Tidak ada tempat lain yang dapat menawarkan keindahan langit atau matahari terbenam seperti yang terdapat disini. Mereka lebih besar dan terlihat lebih hidup. Melihat kuda nil berendam di sungai, menyaksikan gajah berjalan di antara pohon cemara dan kecepatan para impala melintasi dataran. Tidak diragukan lagi bahwa ini akan menjadi salah satu pengalaman terbaik yang pernah Anda miliki. 


    Pastikan Anda berkunjung ke air terjun di pagi hari sebelum kerumunan pengunjung tiba. Matahari terbit adalah waktu terbaik, tetapi Anda juga tetap dapat menikmati keindahan air terjun jika berkunjung pada jam delapan pagi. 

    Tanyakan pada hotel di mana Anda dapat mendapatkan jas hujan, karena Anda akan membutuhkannya, dan bersiaplah untuk pengalaman basah kuyup paling menyegarkan yang tidak dapat dirasakan di mana pun. Berjalanlah di sepanjang jalan setapak dan jembatan yang akan membuat Anda takjub dengan keindahannya.

    Satu hal yang tidak diketahui oleh banyak orang tentang Air Terjun Victoria yaitu besarnya suara arus air yang seolah dapat ‘menulikan’ gendang telinga. Apa yang ditawarkan oleh perjalanan menelusuri pesisir Air Terjun Victoria dan penerbangan di atasnya adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan. 


    Keragaman Budaya

    Salah satu hal yang paling aneh tentang Afrika adalah para pengunjungnya yang seringkali merasa tertarik untuk bertemu dan berbaur dengan penduduk lokal Afrika. Keragaman hewan yang ditawarkan menjadi pusat perhatian bagi sebagian besar wisatawan, tetapi Anda belum berkunjung ke Afrika tanpa melihat kota atau desa-desa setempat.

    Sekitar 20 menit dari Royal Livingstone terdapat desa kecil Mukuni yang merupakan rumah bagi 8.000 orang Leya. Hidup penduduk desa tersebut tidaklah mudah. Tanah di desa Mukuni sangat berpasir dan kering, yang menjadikannya tidak subur untuk bercocok tani. Selain itu, terdapat juga virus HIV/AIDS yang dengan ganas merenggut banyak jiwa. 


    Untuk membantu peperangan melawan semua ini, penduduk desa memutuskan untuk membuka Mukuni kepada para turis dengan menawarkan tur berbayar untuk mempromosikan pasar barang antik di mana pengrajin lokal dan wanita menjual barang-barang indah hasil karyanya. Tur ini bersifat seperti pelajaran antropologi, yang merincikan sejarah panjang, tradisi, dan gaya hidup penduduk desa Mukuni. 

    Melalui jalan berdebu, Anda akan diperkenalkan kepada sosok kepala desa. Ia bercerita bagaimana ia bisa diangkat dan alasan mengapa ia tidak pernah menghadiri prosesi pemakaman, sebab waktu itu ada seorang mantan kepala desa pernah dikubur hidup-hidup dan rumor berkata bahwa kepala desa itu pernah mendengar suara teriakan dari peti matinya selama seminggu setelah itu. 

    Anda juga akan melihat sekolah lokal dan diberi tahu tentang tradisi-tradisi kuliner. Anda akan mengetahui mengapa pondok lumpur selalu berbentuk bulat, karena lingkaran membingungkan ular, dan melihat seperti apa tempat pemandian di desa tersebut. 


    Penduduk desa Mukuni merupakan orang-orang yang hangat dan ramah. Seperti di banyak tempat, anak-anak bermain dan orang-orang dewasa sibuk dengan kegiatannya. Anda mungkin akan merasa bersalah dan sedih atas ketidakadilan distribusi kekayaan, karena meskipun kita semua sudah pernah melihat kemiskinan seperti ini di berita, dan ditampilkan setiap tahunnya di Comic Relief, atau melalui iklan TV, apa yang terlihat di realita lebih memilukan. 

    Ketika Anda sudah memiliki pengobatan untuk malaria dan vaksin-vaksin anti penyakit, para penduduk di sini belum memiliki akses terhadap obat-obat tersebut. Mungkin Anda akan merasa tidak nyaman dengan hotel mewah yang Anda tempati setelah melihat realita hidup para penduduk.

    Jika Anda merasakannya, maka hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah membeli salah satu keranjang buatan tangan yang indah, pot keramik, atau kerajinan kayu berbentuk keledai, dan juga untuk tidak tawar-menawar. Ini merupakan keputusan pribadi, tetapi, bagaimana Anda merasa simpati atas kemiskinan penduduk lalu menawar harga tas hasil kerajinan tangan yang Anda beli.

    Dan, bila perlu, berikanlah tip dengan murah hati. Fakta lain yang perlu dipahami adalah bahwa hotel lokal, dan juga Royal Livingstone yang juga sangat besar dalam hal ini, mempekerjakan penduduk setempat dan menawarkan gaji yang layak.

    Para pebisnis perhotelan juga merasa bertanggung jawab karena menggunakan produk lokal dan menjual barang-barang antik produksi penduduk setempat. Pariwisata adalah sesuatu yang diandalkan oleh Zambia. 


    Cara lain untuk berkenalan dengan budaya Zambia adalah dengan menaiki Royal Livingstone Express, yang dapat disandingkan dengan the Orient Express versi Afrika Selatan. Selama tiga jam, Anda akan melakukan perjalanan dengan kereta uap Poirot-esque kuno melintasi Air Terjun Victoria untuk menyaksikan matahari terbenam. 

    Seorang pemandu akan menjelaskan sejarah daerah dan faktor-faktor pembentuk identitas daerah tersebut sambil menikmati pemandangan hewan-hewan. Makan malam dengan tiga menu dan minuman tidak berbatas juga akan disediakan. 

    Setelah matahari terbenam, duduklah di gerbong luar kereta sambil ditemani oleh cahaya bintang-bintang. Perjalanan selama tiga jam Bersama Royal Express ini adalah hal yang paling dekat dengan apa yang dikatakan sebagai perjalanan waktu. 

    Di luar wisata safari, ada sangat banyak hal lain yang bisa dijelajahi di Afrika Selatan. 

    Tarif per malam di Anantara Medjumbe Island Resort mulai dari £ 840 (sekitar 15.000.000 rupiah) per kamar. 

    Tarif per malam di The Royal Livingstone Hotel oleh Anantara mulai dari £ 465 (sekitar 8.710.000 rupiah) per kamar, untuk Deluxe Room beserta sarapan. Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan kunjungi Anantara.com


    (Penulis: Ella Alexander; Artikel ini disadur dari Bazaar UK; Alih Bahasa: Kezia Gunawan; Foto: Dok. Bazaar UK)




- RELATED ARTICLE -