• Jangan Salah! Ini Perbedaan Eau de Parfum & Eau de Toilette

    Beauty / Tips


    Jangan Salah! Ini Perbedaan Eau de Parfum & Eau de Toilette
    (Foto Courtesy of milkos ©123RF.com)

    Familier dengan kedua istilah parfum EDT dan EDP? Yuk, cari tahu perbedaannya.


    Bagi Anda yang menyukai aroma dan keharuman, parfum menjadi salah satu produk wajib yang digunakan sebelum memulai aktivitas. Fungsi parfum yang utama adalah untuk memberi aroma-aroma wangi tertentu pada tubuh. Namun tak hanya itu saja, parfum juga bisa meningkatkan kepercayaan diri, semangat, dan suasana hati (mood). 


    Tetapi ternyata, ada beberapa jenis wewangian, seperti Eau de Parfum (EDP) dan Eau de Toilette (EDT). Lantas, apa saja perbedaan di antara keduanya? Untuk tahu jawabannya, simak ulasannya di bawah ini!





    Apa itu Eau de Parfum? 


    Eau de Parfum merupakan salah satu jenis wewangian yang paling sering Anda temukan pada pusat perbelanjaan. Berasal dari parfum murni, formula Eau de Parfum mengandung 15% hingga 20% esensi parfum murni, dan dapat bertahan hingga delapan jam.


    Apa itu Eau de Toillete?


    Bagi Anda yang menyukai aroma tidak menyengat, mungkin Eau de Toilette merupakan jenis wewangian yang tepat. Eau de Toilette adalah salah satu jenis wewangian yang cukup populer. Eau de Toilette mengandung 10% hingga 15% essence, dan biasanya dapat bertahan selama 3 hingga 4 jam. Biasanya, jenis wewangian ini di kemas dengan packaging yang cukup kecil, sehingga sangat mudah dan praktis di simpan di dalam tas. 


    Perbedaan Eau de Parfum dan Eau de Toillete


    Menurut Laura Slatkin, Pendiri brand parfum di New York, perbedaan utama antara kedua jenis wewangian ini terletak pada konsentrasi essence yang terkandung di dalamnya, yang menentukan daya tahan parfum. Eau de parfum memiliki konsentrasi essence yang lebih tinggi dibandingkan dengan Eau de Toilette. Lebih lanjut ia menjelaskan, di dunia wewangian, urutan konsentrasi essence tertinggi hingga terendah adalah parfum murni, yang cenderung padat, lalu Eau de Parfum, Eau de Toilette, dan Eau de Cologne.


    Dengan kata lain, konsentrasi essence murni dalam Eau de Parfum yang lebih tinggi menjadikan aromanya lebih tahan lama dan lebih aromatik, dibandingkan dengan Eau de Toilette. 


    Apakah Eau de Toilette atau Eau de Parfum bisa kedaluwarsa?



    Menurut Laura Slatkin, sebagian besar parfum memiliki masa simpan setidaknya tiga hingga lima tahun. Eau de toilette cenderung menua sedikit lebih lambat, berkat konsentrasi alkohol yang lebih tinggi dalam formulasi, yang bertindak sebagai preservative. Di sisi lain, wewangian bebas alkohol akan kehilangan intensitas paling cepat.


    Untuk memaksimalkan umur simpan eau de parfum atau eau de toilette, Slatkin merekomendasikan untuk menyimpannya di tempat yang sejuk, kering, dan gelap. Waspadai cahaya yang berlebihan dan variasi suhu (terutama panas), karena akan mempercepat penurunan aroma parfum. 


    Bagaimana cara memakai Eau de Toilette atau Eau de Parfum?


    Pada dasarnya tidak ada perbedaan cara pemakaian antara Eau de Toilette atau Eau de Parfum. Untuk memaksimalkan daya tahan aromanya, semprotkan parfum pada area-area tubuh tertentu, seperti pada area dekat titik-titik nadi, leher atau pergelangan tangan, di belakang telinga, dan di bagian dalam siku.

    Pada bagian tersebut cenderung menghasilkan panas yang lebih tinggi, sehingga aroma parfum akan menyebar ke seluruh tubuh. Perlu diketahui, ketika memakai parfum pada pergelangan tangan, jangan menggosok pergelangan tangan Anda secara bersama-sama. Ini akan memaksa aroma parfum tidak bertahan lama. Jika aroma parfum sudah mulai memudar, tambahkan semprotan parfum untuk menguatkan aromanya. 


    Semprotkan parfum sebanyak dua sampai tiga kali, agar aroma parfum dapat bertahan lebih lama. Perhatikan pula jarak semprotannya, yaitu sekitar 15-25 cm. Hal ini bertujuan agar penyebaran parfum menjadi lebih merata dibandingkan dengan menyemprotkannya dari jarak dekat. 


    Selain itu, mengoleskan losion sebelum Anda menyemprotkan parfum berfungsi untuk membuat kulit lebih lembap sehingga mampu mempertahankan aroma lebih lama. Dengan kata lain, mengoleskan losion pada kulit dapat membantu mengunci aroma parfum. Tipnya, pilihlah losion yang mempunyai aroma netral, atau yang memiliki aroma yang sesuai atau mirip dengan aroma parfum yang Anda gunakan.



    (Foto Courtesy of  milkos ©123RF.com)









- RELATED ARTICLE -