• Cara Sarah Sechan Temukan Kebahagiaan Di Tengah Pandemi

    Culture / News


    Cara Sarah Sechan Temukan Kebahagiaan Di Tengah Pandemi

    Simak perbincangan seru Sarah Sechan dengan editor-in-chief majalah Harper’s Bazaar Indonesia.


    Berkenaan dengan tema utama dari edisi Juli yang mengangkat tema The Happiness Issue, Ria Lirungan, selaku editor-in-chief dari majalah Harper’s Bazaar Indonesia mengundang sosok presenter andal Tanah Air yang juga dikenal sebagai pribadi yang selalu ceria, dan sosok tersebut adalah Sarah Sechan.

    Lewat sesi Bazaar Live yang disiarkan pada Kamis, 16 Juli 2020, Sarah berbagi segudang cerita mengenai bagaimana kondisi dirinya terutama selama masa pandemi, sosok keluarga yang menjadi pendukung utama, dan hobi baru yang ia tekuni saat melakukan karantina di rumah.





    Menemukan hobi baru selama masa pandemi

    Di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia, Sarah yang sedang berdiam diri di Singapura dengan keluarga kecilnya membagikan hobi baru yang ia geluti selama masa karantina. “Suddenly I found baking, sejak dahulu, sejak punya Rajata saya ingin sekali bisa baking, ingin sekali nanti dia kalau sudah besar dia cerita bahwa ‘my mom bake this thing’, dari Rajata lahir (awalnya) saya hanya bisa belajar membuat chocolate chip cookies, so i thought now is my time, karena di sini kan bahan-bahan semua ada.” Ia pun bercerita dengan menemukan hobi baru ini, ia akhirnya mampu menemukan fokus baru dan melupakan sesaat virus corona ini.


    Tidak hanya jatuh cinta pada aktivitas membuat kue, Sarah kemudian melanjutkan bahwa dirinya juga tertarik pada kegiatan bercocok tanam. “Lettuce-ku sudah tumbuh! Jadi saya coba menanam lettuce, basil, parsley, cengek, dan mereka semua sudah pada tumbuh.” Ia pun melanjutkan “Ternyata bahagia itu adalah ketika kita bisa kreatif menemukan sesuatu yang dapat membuat kita bahagia.”  


    Keluarga menjadi pendukung utama 

    Ketika ditanya mengenai kondisi kesehatan mental terutama karena harus jauh dari keluarga besar dan pekerjaan yang ada Indonesia, ia mengaku cukup stres di masa awal pandemi terjadi. “Stres mbak awal-awal circuit breaker karena sedikit dipersulit untuk travel dari dan ke Singapura, terutama dengan kondisi suami dan anak di Singapura. Jadi awalnya saya sempat stres sekali. Namun saya bersyukur punya pasangan yang bisa jadi teman juga. Jadi saya bisa cerita ke Neil, suami saya. And Neil was supportive, dan untungnya Rajata juga sudah teenager and he’s always being very easy boy, jadi ketika ia melihat ibunya tertekan di awal-awal pandemi, Rajata memberikan space untuk saya, Neil juga kasih space untuk saya juga.”


    Respons diri di tengah pandemi

    Sebagai orang dengan segudang aktivitas padat, memang sulit jika tiba-tiba harus “dipaksa” untuk berdiam diri di rumah. Namun di balik semua itu Sarah menyatakan bahwa ia bersyukur masih bisa berkumpul bersama-sama keluarga terkasih. “Kita bersyukur saja, karena saya pikir saya ngomel karena saya ada di rumah, tapi banyak orang yang ingin ada di rumah tapi mereka tidak bisa berada di rumah, seperti petugas di bidang kesehatan, mereka harus berada di rumah sakit, orang-orang yang tidak beruntung yang tidak bisa ada di rumah, atau mereka yang harus kerja di luar. Kita harus menemukan apa yang bisa kita syukuri di kehidupan pribadi kita, at least kita sudah bersama-sama, we are so very blessed.


    Saksikan kembali video Bazaar Live Sarah Sechan bersama Ria Lirungan di akun Instagram Harper's Bazaar Indonesia @bazaarindonesia sekarang juga!




    (Foto: Courtesy of Instagram @sarsehshoku)














- RELATED ARTICLE -