• Daniel Martin Ditunjuk Sebagai Global Director Brand Tatcha

    People / News


    Daniel Martin Ditunjuk Sebagai Global Director Brand Tatcha

    Untuk penata rias selebriti, perawatan kulit selalu menjadi yang utama.


    Yang diperlukan hanyalah melirik bayangan Anda sendiri di cermin untuk mengetahui bahwa perawatan kulit adalah segalanya di hari-hari ini. Penata rias Daniel Martin memang telah lama menjadi penggemar dari pendekatan yang mementingkan perawatan dan kondisi kulit terlebih dahulu dibandingkan penggunaan makeup untuk para selebriti dan kliennya.

    Setelah enam tahun bekerja untuk rumah kecantikan Dior dan hampir empat tahun bersama Honest Beauty, Daniel sekarang bergabung dengan merek perawatan kulit mewah Tatcha sebagai Direktur Global bidang Seni dan Pendidikan untuk pertama kalinya.

    "Ini adalah langkah selanjutnya bagi saya untuk menjadi bagian dari label Tatcha dengan cara yang lebih besar," Daniel mengatakan kepada Bazaar.com. "Ini akan menjadi lebih dari sekadar menjabat sebagai Direktur Kreatif Global — saya sebenarnya akan membantu mengimplementasikan ilmu-ilmu yang saya miliki dengan tim mereka."




    Produk terlaris

    Tatcha

    sephora.com

    $ 60,00 (852.000 rupiah)


    Menguasai seni tata rias sebenarnya dimulai dengan perawatan kulit yang baik. Bagi Daniel, jika berbicara tentang ilmu itu sebenarnya kembali ke akarnya — begitulah cara kami memulai kariernya di industri ini. Tidak lama kemudian Daniel mulai bekerja dengan klien selebriti — termasuk Nina Dobrev, Elisabeth Moss, Jessica Alba, Gemma Chan, dan Megan Markle — yang menilai Daniel bukan hanya dari kejelihan mata artistiknya, tetapi juga sebagai teman yang setia dan ahli kecantikan.


    "Pekerjaan saya adalah kulit dan cara merawatnya, tidak pernah tentang bagaimana cara membuat tampilan mata atau bibir yang indah atau tampilan yang funky," katanya. "Ini tentang bagaimana kita mengapresiasi kulit dan menggunakan warna sebagai aksesori untuk kulit itu sendiri. Itu selalu ada dalam DNA saya."


    Posisi barunya bersama Tatcha memang sudah lama diperbincangkan. Daniel ini pertama kali diperkenalkan ke Tatcha oleh pendiri Vicky Tsai satu dekade yang lalu, ketika ia mengiriminya produk pertama dari label tersebut untuk diuji - the Original Aburatorigami blotting papers. Mereka segera mulai berkolaborasi bersama pada produk-produk seperti Kyoto Red Silk Lipstick dan Primer Silk Canvas yang dicintai oleh para pelanggan. Untuk penggemar produk primer dan lipstik Tatcha, peran baru Daniel akan menghadirkan produk riasan baru yang inovatif sesuai dengan keinginan Anda.


    "Kita dapat mengharapkan lebih banyak produk baru akan hadir. Saya benar-benar ingin fokus pada inovasi. Ada begitu banyak hal yang bisa dieksplor jika berbicara tentang makeup. Terutama jika berbicara tentang harga. Saya perlu mencari cara untuk menjembatani antara harga dan produk yang dipasarkan," katanya.

    "Karena semuanya dibuat di Jepang dan ia memiliki timnya sendiri, di sinilah saya ingin masuk ke dalam DNA label dan benar-benar mencari tahu bagaimana kita dapat mengambil warisan seni dari Jepang, berinovasi, dan membuatnya menjadi produk yang ramah lingkungan namun tanpa mengurangi integritas dari label itu sendiri. "



    Yang pertama Daniel lakukan setelah menjabat adalah mendesain ulang produk yang mengantarkannya merajut hubungan dengan label tersebut, dan produk tersebut adalah kertas minyak atau blotting paper. Diluncurkan hari ini di Tatcha.com dan Sephora.com, sebagai peringatan ulant tahun yang ke-10 dari produk Original Aburatorigami Blotting Papers, produk ini tersedia dalam ukuran dan bentuk horizontal baru yang membuatnya mudah untuk dibawa dan disimpan.


    Daniel telah menjadi salah satu penggemar dari produk kertas minyak selama satu dekade, ia juga mempengaruhi para klien selebritisnya dan membuat mereka menjadi penggemar dari produk perawatan kulit Tatcha. "Elisabeth Moss menyukai lini Water Cream dan Dewy Skin Cream, Nina Dobrev menyukai Dewy Skin Mist, dan Jessica Biel adalah penggemar dari produk Dewy Skin Cream juga," kata Daniel. Dilaporkan juga bahwa Meghan juga penggemar dan pengguna setia dari produk Rice Polish exfoliator.

    Tatcha Aburatorigami Japanese Blotting Papers, $40 (568.000 rupiah), tatcha.com.

    Daniel secara pribadi adalah penggemar berat dari produk Indigo. "Saya merasa seperti produk perawatan seri Indigo tidak mendapatkan banyak cinta karena itu diformulasikan untuk seseorang yang memiliki eczema. Tetapi jika Anda memiliki tipe kulit kemerahan, atau benar-benar sensitif, seri Indigo akan benar-benar bekerja secara ampuh bagi Anda. Dengan aromanya yang netral, lini Indigo akan merawat kulit Anda," tambahnya. "Tatcha adalah merek perawatan kulit paling inovatif yang ada di pasaran saat ini. Tatcha adalah merek kecantikan yang didasarkan pada kesederhanaan dan ritual perawatan kulit yang baik dan bagaiamana cara Anda merawat kulit Anda."


    Kami bertanya kepada Daniel — apakah hari-hari memakai riasan wajah telah benar-benar berakhir? "Bagi orang-orang yang biasanya memakai riasan setiap hari, saya pikir Anda tidak akan lagi melihat mereka dengan riasan lengkap lagi, karena mereka telah menghabiskan tiga bulan terakhir membiarkan kulit mereka bernapas. Mereka tidak akan kembali memakai riasan lengkap lagi, dan jika mereka melakukan itu, biasanya hanya untuk acara penting atau sekadar membuat hati mereka senang," paparnya.


    "Saya pikir orang-orang yang tidak memakai makeup, yang menghabiskan waktu untuk belajar bagaimana mengaplikasikan makeup, akan memamerkan apa yang telah mereka pelajari selama tiga bulan terakhir. Ini hampir seperti pembebasan dan pesta keluar. Contohnya jika saya belajar teknik menggambar cat-eye, maka ini adalah saat yang tepat untuk saya pamerkan kemampuan baru yang saya pelajari. Terutama jika saya dengan mengenakan masker wajah. "


    Namun, kecintaan pada makeup tidak akan hilang hanya karena kita telah meminimalisasi penggunaan makeup. Namun ini akan berkembang menjadi bentuk eksperimen dan perawatan diri. "Saya merasa seperti ketika Anda memiliki waktu dengan diri sendiri untuk melakukan riasan, itu membuat Anda merasa baik," katanya. Itu tidak berarti bahwa makeup yang kita gunakan harus memiliki manfaat bagi perawatan kulit. "Ini adalah pertama kalinya akan ada merek perawatan kulit yang memiliki seorang penata rias di lapangan yang akan membantu langsung untuk mengintegrasikan perawatan kulit dan makeup bersama," tambahnya. Bagi kami, itulah masa depan dunia kecantikan, dengan Daniel dan Tatcha yang memimpin.


    (Penulis:Jenna Rosenstein; Artikel ini disadur dari Bazaar US; Alih bahasa: Janice Mae; Foto: Courtesy of Bazaar US)











- RELATED ARTICLE -