• Edukasi Positif Dunia Fashion ke Generasi Muda

    Fashion / News


    Edukasi Positif Dunia Fashion ke Generasi Muda

    Fashion mengusung perbedaan demi generasi yang lebih positif.


    Fashion mencatat tahun 2018 sebagai tahun diversitas. Terhitung sejak awal tahun ini, runway New York, London, Milan, hingga Paris menampilkan semakin banyak perbedaan di atas panggung. Angka menunjukkan kenaikan 15% dibanding tahun 2015. Model dengan ragam warna kulit, ras, jenis kelamin, bentuk tubuh, dan usia marak meramaikan daftar casting runway hingga menghiasi billboard kampanye iklan dan majalah mode.

    Di akhir pergelaran Fall/Winter 2018, tercatat sebanyak 64 transgender, 30 model berukuran plus size, 14 model di atas usia 50 tahun, dan 34.5% model non-white turut berpartisipasi. Demikian pula dengan Balenciaga yang menggunakan model berusia di atas 50 tahun untuk kampanye iklan terbarunya. Sedangkan Louis Vuitton menunjuk model transgender Teddy Quinlivan.

    Label aksesori David Yurman yang biasa menggandeng top model seperti Kate Moss sebagai muse-nya, kini menampilkan sosok model berukuran 14, Ashley Graham. Lain halnya dengan Kenzo yang menampilkan 80% model dengan campuran ras, dan Bottega Veneta yang menggunakan model asal Korea Selatan, Choi Sora, dalam kampanye globalnya.

    Secara positif, mode pun ingin memberikan edukasi kepada generasi muda untuk meniadakan perbedaan seiring dengan perkembangan sosial media sebagai alat dan wadah penyampai berita. Dan sangatlah penting untuk menampilkan fakta yang bersifat mendukung segala perbedaan demi generasi yang lebih liberal. Kita pun tidak bisa lagi lari dan menghindari dari kenyataan bahwa tolak ukur kesempurnaan di sosial media tak lagi dilihat dari isi atau konten, melainkan dinilai dari jumlah pengikut atau likes dan engagement antara sang empunya akun dan publik.

    Tetapi demi alasan bertahan dan tetap ter-update, hal ini tak bisa dikesampingkan. Bahkan ada masa ketika sudah jenuh dan ingin menutup akun sosial media pribadi agar tidak merasa tertekan ketika melihat kesempurnaan hidup orang lain. Meskipun kesempurnaan gambar hanyalah rekayasa semata. Namun pada akhirnya, apapun bentuk tubuh, wajah, kulit, maupun rambut Anda, kepercayaan diri dan pikiran yang positif adalah busana terbaik yang bisa dikenakan setiap harinya.


    (Penulis: Veronica Arviana, disadur dari Harper's Bazaar edisi November 2018, Foto: Courtesy of Michael Pondaag, Fotografer: Moreno Circlo)








- RELATED ARTICLE -