• 10 Tampilan Ikonis Di Panggung Couture Week Musim Ini

    Fashion / News


    10 Tampilan Ikonis Di Panggung Couture Week Musim Ini

    Pekan Haute Couture musim gugur/dingin 2019 kembai melahirkan sederetan karya-karya fantastis yang tentunya menjadi idaman banyak orang.


    Haute Couture Week musim gugur/dingin 2019 baru saja berakhir dan lagi-lagi sukses menarik perhatian banyak orang sekaligus menjadi bahan pembicaraan di sosial media maupun di kehidupan nyata.

    Para desainer rumah mode dunia yang telah menorehkan nama mereka di kalender resmi pekan mode couture di Paris, berlomba-lomba menampilkan sederetan koleksi yang dapat membawa siapapun yang melihatnya ke 'dunia lain'. 

    Di panggung couture, sisi realistis dapat dikesampingkan di mana hanya sisi fantasi dan kreativitas yang tidak dibatasi yang dapat sukses mengundang decak kagum para pencinta mode. 

    Di bawah ini, Bazaar akan membawa Anda melihat sederetan looks yang extravagant saat berjalannya pekan mode couture di Paris yang dengan cepat menjadi pusat perhatian dan bahan pembicaraan banyak orang.


    Jean Paul Gaultier yang memiliki ciri khas menginjeksikan nuansa quirky di desainnya, musim ini memilih untuk menjadikan fur, puffer dan tiered dress mendominasi koleksinya.

    Salah satu yang paling menarik perhatian adalah tampilan yang dikenakan oleh seorang model yang bagian wajah serta kepalanya ditutupi dengan sebuah headpiece menyerupai hoodie yang dibuat menggunakan bahan tulle


    Mengusung tema nature, Iris Van Herpen bekerjasama dengan seorang seniman kinetic sculptor yakni Anthony Howe untuk memproyeksikan sistem yang saling berkaitan erat di alam. 

    Iris yang selalu menyajikan kompleksitas di atas busana yang ia buat dari hasil teknik laser cut di busana-busana rancangannya menarik perhatian banyak khalayak dengan menampilkan sebuah gaun berpalet warna hitam putih berbentuk kurva.


    Koleksi Schiaparelli di pekan couture musim ini merupakan debut karya dari Daniel Roseberry sebagai Direktur Kreatif terbaru rumah mode ini. Kali ini, Daniel menampilkan unsur surealisme menurut versinya dengan tidak mengadopsi karya-karya rumah mode Schiaparelli yang sebelumnya.

    Gaun yang sangat menarik perhatian adalah sebuah mini dress beraliran surealisme dengan efek awan besar yang menyambung dengan bagian gaun, menciptakan kesan dramatis layaknya sebuah mimpi.


    Budaya Asia menjadi fokus utama label Elie Saab di pagelaran adibusananya musim ini. Kayanya sejarah Asia menginspirasi Elie Saab untuk membuat sederetan gaun-gaun yang tampak seperti para Empress di zaman dahulu.

    Eksplorasi terhadap embroidery yang melukiskan motif flora dan fauna serta dihiasi dengan sequins memberi kesan mewah dan megah di koleksi ini. Gaun kimono yang membentang hingga ke lantai yang dilengkapi dengan obi menjadi salah satu karya Elie di musim ini yang mencuri banyak perhatian.


    Mengusung tema Spiritual Glamour, Viktor Horsting dan Rolf Snoeren menampilkan sebuah koleksi beraura magis yang didominasi dengan warna serba hitam. Nuansa punk dan magis dikawinkan keduanya menjadi sebuah koleksi yang memiliki pesan tersembunyi untuk melakukan langkah positif demi lingkungan. 

    Keduanya pun melahirkan sebuah ansambel yang terdiri dari atasan double breasted coat dengan efek sayap yang dramatis dan rok bersiluet ball gown yang dijahit menggunakan kain vintage.


    Di pekan couture kali ini, rumah mode Valentino sukses menjadi pusat perhatian. Rumah mode yang sekarang dikepalai oleh Pierpaolo Piccioli ini melahirkan sederetan gaun adibusana yang colorful dan penuh pernyataan. 

    Kombinasi glamor, quirky, dan bermacam-macam warna disulapnya menjadi sederetan busana penuh ornamen yang sangat mencuri perhatian. Pierpaolo juga turut melansir sebuah gaun yang diuntai menggunakan material rose gauze berbentuk kotak yang disambungkan menggunakan tangan sealam 2,010 jam lamanya. 


    Sepeninggalan desainer Karl Lagerfeld, rumah mode Chanel yang kini dipimpin oleh Virginie Viard menggelar presentasi koleksi adibusana pertama mereka di bawah naungannya. Berlatar belakang perpustakaan, koleksi ini melahirkan banyak busana formal dengan beragam teknik tailoring yang maskulin.

    Salah satunya yang menarik perhatian adalah sebuah gaun bermaterial velvet bersiluet ball gown yang ia kombinasikan dengan atasan blus berpita yang elegan.


    Kematian menjadi sumber inspirasi Guo Pei di koleksinya kali ini. Mengusung filosofi 'alternate universe', Guo Pei seakan ingin mengisahkan kegelapan dan kehidupan setelah kematian. 

    Guo Pei membuka pagelarannya dengan sepasang model yang tampak kembar mengenakan sebuah ball gown berhiaskan feathers yang dapat dikenakan oleh dua model sekaligus, keunikan gaun ini sukses menarik perhatian banyak pencinta mode.


    Di koleksinya musim ini, Maria Grazia Chiuri banyak menggambarkan filosofi dari penulis Bernard Rudofsky tentang pakaian. Pagelaran couture yang dibuka dengan seorang model yang mengenakan sebuah blus bertuliskan 'Are clothes modern?' menimbulkan berbagai reaksi dari banyak orang. 

    Tidak hanya di awal show, akhiran show yang ditutup dengan seorang model yang berjalan mengenakan instalasi rumah turut mencuri perhatian. Instalasi rumah tersebut diperkirakan merupakan bentuk Maria Grazia Chiuri mengartikan fondasi di dalam essai karya Bernard Rudofsky yang menyatakan pakaian sebagai tempat tinggal. 


    Bertajuk 'Noblesse Radicale', Clare Waight Keller menjadikan sebuah gaun bertabur feathers yang dikenakan oleh model Kaia Gerber penutup keseluruhan pagelarannya. Ball gown berhiaskan bulu ini menceritakan sebuah filosofi yang menggambarkan seorang wanita yang menyukai kebebasan atau bird woman yang hidupnya terkekang di dalam sebuah rumah. 


    (FOTO: Courtesy of Imaxtree)









- RELATED ARTICLE -