• Cara Mengatasi Kelumpuhan Tidur

    Culture / Tips


    Cara Mengatasi Kelumpuhan Tidur

    Diperkirakan hingga 50 persen dari orang dewasa mengalami sleep paralysis setidaknya sekali seumur hidup. Berikut tips untuk mengatasinya.


    Bayangkan bangun awal di pagi hari. Anda dapat melihat dan mendengar segala sesuatu di sekitar Anda dan Anda bernapas dengan baik, tetapi Anda tidak dapat bergerak. Sama sekali.

    Anggota badan Anda beku, kepala terasa berat, bahkan tidak dapat menggerakkan jari kaki. Beberapa menit berlalu, dan saat sebelum Anda merasa gila, Anda mendapatkan kembali kendali atas tubuh Anda.

    Terdengar menakutkan, bukan? Itu rasanya mengalami sleep paralysis atau kelumpuhan saat tidurkondisi sementara yang membuat tidak mungkin untuk bergerak atau berbicara saat tertidur atau terbangun. Apabila gejala ini terdengar akrab, Anda berada di posisi aman, diperkirakan hingga hampir 50 persen orang dewasa mengalami sleep paralysis setidaknya sekali dalam hidupnya.

    Mengapa sleep paralysis terjadi?

    Begadang, yang 35 persen orang Amerika lakukan secara teratur, merupakan satu faktor terbesar dari sleep paralysis. “Saat kita melihat orang yang kurang tidur, mereka adalah orang-orang yang cenderung mendapatkannya,” ujar Michael Breus, PhD, penemu thesleepdoctor.com. Murid, pasien psikiatri pada obat yang merusak kualitas tidur mereka, atau bahkan ibu baru lebih rentan terhadap kondisi tersebut. Kelompok paling umum untuk mengalami sleep paralysis adalah orang-orang dengan narkolepsi, gangguan yang menyebabkan kelelahan ekstrem.


    Apa yang terjadi selama sleep paralysis?

    Ada tiga jenis otot pada tubuh manusia, kata Gary Zammit, PhD, direktur eksekutif Sleep Disorders Institute: otot jantung, atau jantung Anda; otot polos, yang terjadi di organ dalam dan berfungsi tanpa kontrol Anda; serta otot rangka, yang menggerakkan anggota tubuh dan bagian lainnya. Dalam sleep paralysis, otot jantung dan otot polos bekerja dengan baik, jadi secara internal, tubuh Anda bekerja seperti biasanya, namun Anda kehilangan kontrol otot rangka.

    Meskipun kemungkinan Anda terbangun di malam hari dan merasakan lumpuh fisik, itu mungkin terjadi sebelum Anda bangun di pagi hari. Saat itulah Anda biasanya berada dalam tahapan REM sleep atau tahap ketiga tidur (dimana Anda bermimpi), ucap Michael. ‘Saat REM sleep, tubuh kita lumpuh, sehingga kita tidak bertindak sesuai keinginan. Jika tidak, kita akan gegabah,’ jelasnya. ‘Dalam sleep paralysis, Anda berada dalam REM sleep, sementara otak terbangun, tubuh terasa lumpuh.’


    Apa itu hantu sleep paralysis?

    ‘Hantu sleep paralysis’ adalah panggilan umum untuk halusinasi menakutkan dan tampak jelas yang dialami beberapa orang saat sleep paralysis. Mereka dapat terjadi ketika tertidur (hypnagogic) atau terbangun (hypnopompic). Hal ini bervariasi untuk semua orang, namun halusinasi umum meliputi sensasi bahwa seseorang sedang melihat Anda, diseret dari tempat tidur, atau seseorang sedang duduk di dada Anda. Apabila Anda pernah mengalami halusinasi seperti ini (di Indonesia populer disebut ‘ketindihan’), tidak menandakan sleep paralysis Anda lebih serius, hanya lebih mengerikan.


    Berapa lama sleep paralysis berlangsung?

    Bahkan jika menakutkan, perasaan ini hanya akan berlangsung selama 15 detik hingga semenit. Jadi, jangan panik. ‘Semakin gelisah, semakin lama rasanya itu berlangsung,’ ujar Michael. ‘Apabila Anda bernapas dan dapat mengedip, Anda tidak lumpuh secara permanen. Itu tandanya Anda membutuhkan banyak tidur.’ Sudah yakin untuk tidur lebih awal malam ini?


    Apakah sleep paralysis serius? Bisakah meninggal karena sleep paralysis?

    Sering kali, sleep paralysis terjadi sesaat, katakanlah Anda sedang begadang atau belum sempat mendapatkan tidur berkualitas dalam beberapa malam secara berurutan. Itu tidak selalu berbahaya atau sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun Anda harus berkonsultasi kepada seseorang, ahli saraf atau spesialis tidur, apabila Anda mengalaminya lebih dari sekali setiap dua minggu, kata Michael.

    Sementara tidak ada tes resmi untuk mendiagnosisnya, seorang dokter dapat membantu Anda menentukan apa yang terjadi saat wawancara. Tidur yang lebih baik dan lebih banyak waktu dihabiskan untuk beristirahat dapat mengurangi sleep paralysis, tetapi beberapa pasien juga mengonsumsi antidepresan tricylic.

    Tetap ingat akan sleep paralysis apabila Anda mempunyai 2 orang anak yang juga tidak tidur. Narkolepsi tidak sering muncul hingga usia remaja, ujar Michael, jadi Anda akan ingin memeriksa anak Anda jika mereka mengalami hal ini.

    Jika Anda berbagi kasur dengan seseorang yang mengalami sleep paralysis, Dr. Gary mengatakan bahwa orang-orang melaporkan hal tersebut akan terhenti apabila seseorang menyentuh mereka. Coba menolong rekan Anda dari momen mengerikan dengan menyentuhnya.

    (Artikel ini disadur dari Bazaar UK; Alih Bahasa: Shanara Andari; Foto: Dok. Bazaar UK) 








- RELATED ARTICLE -