Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Karma Group Memperkenalkan 4 Proyek Terbarunya

Berkolaborasi dengan konsultan arsitektur ternama asal Los Angeles, resor tenar di Pulau Dewata berikut terus berekspansi.

Karma Group Memperkenalkan 4 Proyek Terbarunya

Segalanya berawal dari hubungan pertemanan John Spence selaku pimpinan sekaligus pemilik Karma Group dengan pasangan arsitek Marcelo Spina dan Georgina Huljich dari PATTERNS. Kedua belah pihak tersebut menemukan banyak persamaan mengenai hasrat serta pandangan pribadi mereka akan idealnya desain sebuah resor.


Keduanya pun memutuskan untuk berkolaborasi mengembangkan sejumlah proyek properti Karma yang ada saat ini. 

Dikenal publik sebagai salah satu studio konsultan arsitektur ternama asal Los Angeles, PATTERNS mengusung konsep desain yang berkaitan erat dengan keunggulan kondisi lansekap tempat berdirinya Karma saat ini. Selain itu, kekayaan budaya dan hubungan sosial antar masyarakat lokal turut menjadi inspirasi selanjutnya.

“John Spence dan tim Karma memberikan kami kesempatan luar biasa untuk mengeksplorasi ragam kekayaan lokal melalui proyek ini,” ujar Georgina selaku salah satu pimpinan utama dari PATTERNS.


Sekilas mengenai eksistensi dari konsultan desain sekaligus arsitektur yang telah berkarya lebih dari 15 tahun ini. PATTERNS dikenal akan rentetan karya besar yang sukses ditanganinya. Ketenaran konsultan ini di industri desain dan arsitektur terbukti melalui karya-karya mereka yang dipamerkan secara permanen di Venice Biennale di Itali, Art Institute of Chicago, tidak ketinggalan MOMA dan museum Vienna MAK di San Fransisco.

Terlepas dari nama besarnya, John Spence mengaku untuk mempercayakan proyek ekspansi Karma kepada PATTERNS karena kesamaan cara berpikir yang dimiliki.

John, demikian ia akrab disapa, memang memiliki kecintaan tersendiri terhadap dunia arsitekltur. Hal ini terlihat dari ditunjuknya ia sebagai tamu kehormatan jurusan arsitektur di dua universitas ternama di Amerika Serikat, yakni Yale University dan UCLA.


Ia juga berkolaborasi dengan komunitas mahasiswa jurusan arsitektur dari University of Pennsylvanua untuk mendesain sebuah proyek chateau yang berlokasi di Carcassonne, Prancis. Seperti halnya John yang memiliki kekaguman tersendiri terhadap PATTERNS, tim desainer ini pun merasakan hal yang sama. Dimana mereka mengaku melihat potensi luar biasa yang dimiliki oleh John.

Bagi Anda para pembaca Bazaar yang merupakan penggemar dari resor ternama yang berlokasi di Pulau Dewata ini, berikut 4 proyek dari Karma Group yang akan mengalami ekspansi dari segi desain dan arsitektur


1. Karma Sanctum

Bertempat di kawasan Uluwatu yang identik dengan keramaian, kehadiran Karma Sanctum seolah menjadi oase. Atmosfer tenang serta rileksasi yang ditawarkan oleh resor ini membuatnya menjadi salah satu destinasi penginapan utama yang dituju para turis.

Melalui proyek ekspansi terbarunya, Karma Sanctum akan mengalami pembaruan dari segi eksterior maupun interior. Kekontrasan menjadi konsep utama yang diusung.

Di mana arsitektur bernuansa serba hitam dari aplikasi batu vulkanik akan bersanding kontras dengan nuansa interior yang didominasi oleh aksen berwarna emas. Sentuhan kontemporer disisipkan melalui aplikasi detail interior yang mengadaptasi budaya Bali. Tidak ketinggalan, PATTERNS juga memaksimalkan keunggulan lokasi tempat berdirinya resor ini. Pemandangan spektakuler ke sisi Barat laut akan mengekspos sebuah kuil kecil yang terdapat di bagian belakang resor. 


2. Karma Kandara Fase VI

Sebagai salah satu proyek Karma yang paling terkenal, Karma Kandara akan menjadi lokasi resor selanjutnya yang akan mengalami pembaruan. Disebut dengan istilah fase VI, proyek ekspansi ini meliputi sejumlah unit apartemen, penthouse, townhouse hingga beberapa unit vila.

Seperti proyek-proyek lainnya, Karma Kandara juga akan memaksimalkan keindahan lansekap. Tidak hanya unggul dari segi panorama, berbagai fasilitas mewah yang dihadirkan juga turut menjadi kelebihan yang dihadirkan. Misalnya saja kolam renang, bar hingga restoran dengan aplikasi berbagai konsep atraktif. Segala kemewahan fasilitas publik tersebut akan menjadi destinasi bersosialisasii sempurna untuk masa liburan Anda.


3. Karma Reef

Sebagai salah satu pulau terkecil di antara tiga pulau yang terdapat di kawasan Gili Trawangan, Gili Meno hadir dengan eksotisme alam yang menarik hati. Ibarat surga tidak tersentuh yang menawarkan kedamaian, pulau ini menjadi tempat berdirinya resor Karma Reef.

Menyadari keunggulan lokasi yang dimiliki, tim arsitek dan desainer dari PATTERNS pun memutuskan untuk memaksimalkan keindahan pemandangan laut melalui proyek berikut. Dengan Karma Kandara Beach Club sebagai pusat, resor berikut turut dilengkapi dengan sejumlah fasilitas mewah.

Selain area lobi, restoran dan bar yang nantinya hadir dengan nuansa glamor, Karma Reef dilengkapi dengan fasilitas spa yang terhubung langsung ke kawasan laut.


4. Karma Kandara Beach Club

Selanjutnya, proyek kolaborasi ini akan melibatkan salah satu beach club tenar di Pulau Bali, yakni Karma Kandara Beach Club. Tema desain kontemporer dengan komposisi dinamis akan bersanding dengan sentuhan khas budaya lokal.

Tidak jauh berbeda dengan 3 proyek sebelumnya, proyek ekspansi yang satu ini kembali mengedepankan keelokan lanskap. Desain terbaru dari klub ini akan menampilkan sebuah jembatan kayu dengan arus aliran air menenangkan yang jatuh dari bukit di sekelilingnya.

Terinspirasi dari keasrian alam sekitar, proyek ekspansi ini juga akan hadir dengan desain sebuah bar yang mengadaptasi bentuk daun semanggi. Keunikan alam ini akan melebur ideal dengan hadirnya fasilitas cabana serta aplikasi sejumlah kursi lounge yang sarat akan esensi kemewahan.


(Layout: Rian Wijaya; Foto Courtesy of Karma Group)