• Karya Terakhir Maestro Interior Jaya Ibrahim

    Culture / News


    Karya Terakhir Maestro Interior Jaya Ibrahim

    Villa Similan termasuk sebagai proyek hunian mewah pertama dari Anantara, yang juga merupakan karya desainer interior, Jaya Ibrahim.


    Ananatara bukan merupakan nama asing di industri resor kelas dunia. Namun, proyek hunian yang satu ini menyimpan kisah istimewa di baliknya. Bertajuk Villa Similan di Layan Residence oleh Ananatara, destinasi resor yang berlokasi di Phuket ini merupakan karya terakhir dari sang maestro interior Indonesia, Jaya Ibrahim.


    Keindahan tata lansekap Teluk Layan menjadi inspirasi tersendiri akan eksistensi destinasi penginapan yang satu ini. Pemiliknya yang juga pengusaha hotel ternama, William E. Heinecke, memimpikan sebuah hunian resor yang jauh dari hiruk pikuk kota.

    Ia pun mempercayakan proyek ini kepada Jaya, demikian beliau kerap disapa. Merupakan keturunan puteri Jawa dan diplomat asal Sumatera, desainer interior kebanggaan Indonesia ini sukses mengeksplorasi eksotisme alam sekitar secara maksimal.

    Saat menjejakkan kaki memasuki Villa Similan oleh Anantara, Anda akan dibuat terpukau dengan resor bernuansa minimalis yang didominasi sentuhan aksen tradisional khas Negeri Gajah Putih. Berbeda dengan Villa Amanpuri, yakni proyek Anantara sebelumnya yang juga berada di Phuket, vila berikut terbilang jauh lebih modern ditinjau dari segi desain.


    Untuk keluar dari identitas resor bergaya tropikal dikatakan menjadi tantangan terbesar yang dihadapi Jaya dan timnya.

    Terdiri atas dua tingkat, Villa Similan dilengkapi dengan fasilitas kolam renang berkedalaman 22 meter dengan aplikasi material utama berupa batu alam asal Sukabumi, Indonesia. Berada bersebelahan dengan area kolam renang, terdapat bungalow yang didekorasi dengan sejumlah bantal berbentuk segitiga yang terinspirasi dari elemen tradisional Thailand.


    Menikmati keindahan matahari terbenam di area ini ditemani segelas anggur merah, pastinya akan menjadi momen tidak terlupakan.



    Menambah makna kemewahan, selain 8 kamar tidur mewah dengan berbagai variasi ukuran, Villa Similan turut hadir dengan fasilitas spa, rooftop, gym hingga bioskop pribadi. Salah satu fasilitas yang terbilang paling istimewa di hunian ini adalah area spa.


    Didesain oleh pasangan konsultan ternama Hans dan Farida Brouwer, dua kata yang paling tepat untuk mendeskripsikan area ini, sensual dan fantastik. Ide awal keberadaan spa berikut adalah imajinasi Farida mengenai esensi eksklusivitas serta privasi yang diberikan oleh pulau-pulau tersembunyi.

    Imajinasi tersebut kemudian direalisasikan melalui aplikasi dinding logam asimetris dengan sentuhan akhir mengilap, ibarat keindahan langit malam. Lantai bermaterial campuran logam mulia mengarahkan kita kepada air mancur dengan dekorasi es yang disinari pencahayaan berwarna biru menyala.

    Tidak kalah sepaktakuler, fasilitas spa ini juga dilengkapi dengan fitur “pancuran sensorik emosional”. Istilah barusan digunakan untuk pancuran air yang dilengkapi fitur teknologi sensorik untuk memberikan sensasi pijatan untuk relaksasi maksimal.

    Ditambah dengan opsi tata pencahayaan serta wewangian, menghabiskan waktu di area spa ini ibarat mengalami surga. Seusai memanjakan diri di area spa, Anda dapat melanjutkan waktu relaksasi Anda dengan menonton film favorit di area bioskop pribadi.

    Hadir dengan tampilan maskulin, ruang ini mengambil tema desain yang disebut dengan istilah “Toys for Boys.” Jika kecanggihan teknologi yang barusan disebutkan belum juga mampu memuaskan hasrat berlibur Anda, mungkin kehadiran berbagai karya seni berikut dapat menjadi jawabannya. Ibarat yin dan yang, setelah puas dimanjakan dengan kecanggihan teknologi, saatnya Anda menyeimbangkan diri dengan pengalaman seni dan budaya. 

    Sejumlah karya seni ternama terlihat ideal menempati berbagai sudut ruang hunian yang satu ini. Termasuk di antaranya rentetan karya patung orisinil asal Papua Nugini dan Amerika Selatan, elemen seni dekoratif keluaran Lotus Arts de Vivre dan karya lukis gubahan pelukis beraliran ekspresionis asal Thailand yang bernama Thawan Duchanee.


    Selain fakta bahwa destinasi resor ini merupakan karya terakhir dari Jaya dan sejumlah fasilitas eksklusif yang ditawarkan, keistimewaan Layan Residences kembali didukung oleh fakta bahwa destinasi ini merupakan proyek hunian mewah pertama dari Anantara. Selain Villa Similan, masih tersisa total empat belas unit vila lainnya yang termasuk di komplek hunian mewah ini. Masing-masing vila hadir dengan total luas sekitar 3.600 meter persegi untuk setiap unitnya. Memanjakan diri Anda dengan kemewahan sembari menikmati hangatnya matahari dan sapuan lembut angin khas pantai Phuket pastinya akan menjadi momen liburan berharga.


    (Foto: Courtesy of Anantara)


    Tags : interior






- RELATED ARTICLE -