• Apakah Hotel Pribadi Menjadi Destinasi Aman Pada Masa Depan?

    Culture / News


    Apakah Hotel Pribadi Menjadi Destinasi Aman Pada Masa Depan?

    Seperti inilah wujud liburan musim panas tahun ini.


    Tak terasa kita telah memasuki bulan Juni. Maret yang menjadi permulaan masa pembatasan sosial terasa seperti baru kemarin terjadi sekaligus menjadi waktu yang panjang. Namun seperti halnya yang terjadi di tahun 2020, liburan musim panas sepertinya juga berisiko tidak akan terwujud. Rencana untuk berpelesir meninggalkan kota asal rasanya seperti angan yang tak akan terjadi (pemerintah masih melarang untuk bepergian jika tidak penting), tetapi hotel-hotel di seluruh dunia tengah bersiap untuk menyambut pengunjung untuk menikmati realita pasca Covid beberapa bulan ke depan. Tentu saja, segaanya akan tampak berbeda untuk sementara waktu. Istilah “air bridges” dan “travel bubbles” seketika menjadi bagian dari bahasa yang tak asing di daftar liburan setiap orang. Kewajiban untuk karantina mandiri selama 14 hari mungkin akan membuat orang-orang mulai bepergian. Jika Anda bermimpi untuk menikmati liburan musim panas, baik untuk menyesap Aperol Spritz di Amalfi Coast, menicicipi saganaki sambil melihat matahari terbenam di Yunani, atau meneguk bir di tepi pantai di Prancis, beginilah rasanya bervakansi di tahun 2020. 

    Mulai dari membatasi jumlah pengunjung yang check-in, mempraktikkan social distancing saat jam makan, serta menghapus layanan sarapan buffet untuk sementara, ada perbedaan lainnya yang juga terlihat pada bagaimana hotel menjalankan sistemnya di musim panas ini. Pengalaman menginap di hotel pribadi di mana para tamu dibuat nyaman layaknya berada di tempat yang memang diperuntukkan khusus bagi mereka akan menjadi opsi populer.

    Seperti di Grand Hotel Tremezzo di Lake Como, penginapan ini hanya menyediakan 30 kamar dari total 90 kamar bagi tamu-tamunya. CEO generasi ketiga dari hotel keluarga ini yaitu Velntina de Santis mengatakan, “Ini tentu membuatnya tampak lebih sepi tetapi memberikan penawaran yang lebih dari biasanya karena fasilitas kami akan tersedia untuk dinikmati hanya oleh beberapa pengunjung yang beruntung. Inilah jawaban kami bagi kebutuhan akan liburan yang aman bagi pelancong yang mencari ekslusivitas tanpa merasa khawatir.” Pengunjung akan dibekali dengan hand sanitiser kecil ketika mereka tiba. Karena ini di Italia, mereka juga akan diberi masker stylish rancangan seniman sutra lokal. Villa Sola Cabiati yang menjadi bagian dari Grand Hotel Tremezzo juga bisa disewa dengan staf yang akan mempersiapkan segalanya untuk Anda mulai dari sesi yoga hingga mengendarai boat dari marina.






    The Greek Villas yang merupakan perusahaan penyewaan rumah penginapan menawarkan pengalaman kepada tamu-tamunya dengan mengubah rumah-rumahnya menjadi hotel pribadi. Dengan demikian, Anda akan mendapat fasilitas caterer, kebersihan, jalan-jalan, spa, dan bahkan concierge. Perusahaan tersebut juga bekerja sama dengan Lloyd’s of London untuk menyediakan paket jaminan, yang artinya Anda dapat memesan hotel tanpa khawatir terhadap perubahan aturan pemerintah yang mendadak. Selain itu, The Greek Villas juga dapat mengatur penggunaan jet pribadi sesuai dengan waktu penerbangan yang diinginkan. Vasilis Pandis, selaku co-founder dan manajer pelaksananya mengatakan, “Kami telah melihat adanya peningkatan pemesanan… banyak yang menyewa dalam waktu lama sebab para wisatawan mencari kota-kota sebagai pelarian dan untuk pindah. Dengan pengalaman hotel pribadi, para tamu dapat menikmati privasi mereka di vilanya masing-masing dengan kemewahan hotel bintang lima.”

    Pendiri Original Travel yakni Tom Barber selalu menargetkan untuk menawarkan privasi kepada wisatawan dengan fasilitas seperti pelacakan keamanan yang cepat, akses museum di luar jam operasional biasa, dan tur pribadi dengan pemandu. Akan tetapi, kali ini ia memberikan sesuatu yang lebih. “Kami melakukan upaya ekstra untuk menciptakan ruang proteksi di sekitar klien kami ketika mereka mulai bepergian lagi termasuk road trip dari Inggris di Eurotunnel yang dirancang untuk mengindari bandara yang ramai dan memanfaatkan sepenuhnya hotel butik kecil favorit Original Travel,” katanya. “Kami menambahkan layanan perjalanan kereta api pribadi seperti suite pribadi di Belmond… dan kami juga memperbanyak pilihan properti baik itu glampsites nomadik, pop-up private camp, atau pondok-pondok di area hotel.”

    Borgo Egnazia di Puglia menawarkan solusi bagi wisatawan yang ingin tinggal dalam waktu lama. Hotel ini menjadi pilihan bagi mereka yang berkumpul bersama keluarga dan ingin menghabiskan waktu bersama lebih lama setelah berpisah lama. Cassette dan vilanya tersebar di area seluas 40 hektar. Penginapan ini mungkin bukanlah yang Anda cari sebelumnya, namun kekhawatiran Anda aan sirna saat mengetahui bahwa di sana ada layanan dokter 24/7 dan klinik dengan persediaan oksigen.

    Bagi Julian Cabanillas selaku General Manager Marbella Club, situasi ini bukanlah hal yang baru, “Hotel telah beradaptasi dengan protokol kesehatan dan keamanan yang baru secara terus menerus selama dekade terakhir,” ujarnya. “Menyediakan pelayanan yang ramah dan familiar kami yang sudah dikenal orang sambil menyesuaikannya dengan aturan-aturan sosial yang baru adalah sesuatu yang lebih menantang. Akan ada perubahan ritme namun kami merasa bahwa menciptakan tempat yang aman dan peuh dengan detail-detail berkesan yang signifikan akan menjamin tamu-tamu kami tetap merasa layaknya di rumah sendiri bersama kami.” Bagi mereka yang mencari tempat yang tersembunyi, semua vila yang berjumlah 17 di sini memiliki pintu masuk pribadi. Selain itu, mereka menerapkan layanan check-in tanpa kontak untuk mengurangi interaksi. Hotel ini siap dibuka pada tanggal 2 Juli mendatang dan Spanyol saat ini tidak memiliki aturan karantina untuk wisatawan yang akan datang.



    Tentu saja, beberapa hotel sudah siap dengan social distancing jauh-jauh hari sebelum pandemi menghantam. Di Meksiko, penginapan milik Kevin Wendle yakni Hotel Sesncia di Riviera Mata berdiri di atas lahan seluas 50 hektar, dilengkapi dengan tiga restoran outdoor, pantai, dan tanpa tetangga. Sejak layanan selebriti di sini sudah menjadi andalan karena penawaran privasinya, menurut Kevin, “Sebagian besar meja dan suite kami telah melebihi apa yang tertulis dalam aturan social distancing saat ini.” Vila pribadi yang awalnya dibangun untuk bangsawan Italia pertama kalinya tersedia untuk digunakan secara eksklusif di musim panas tahun ini. Hotel ini juga memiliki 12 suite baru, termasuk tujuh suite yang ada di atas pasir dan dapat dipesan untuk satu keluarga atau sekelompok teman. “Kami bahkan dapat mengatur restoran pribadi lengkap dengan chef dan pelayan pribadi, eksklusif bagi siapa saja dalam grup berisi lebih dari 15 orang yang berlibur bersama,” tambahnya.

    Bagi Wildernes Safaris yang propertinya memberikan suasana kesunyian surgawi di daerah terpencil Afrika dan hanya menerima sedikit tamu dalam satu waktu, penginapan ini sudah berdiri dalam lingkungan terisolasi. Jika Anda memimpikan liburan panjang, semak Afrika mungkin adalah permulaan yang bagus. Tempat ini adaah salah satu contoh di mana makan malam yang menerapkan social distancing adalah hal yang baik karena hotel ini berencana untuk menyediakan makanan di area-area yang berbeda di berbagai wilayah camp. Artinya, Anda akan mendapatkan bonus tambahan berupa pengalaman yang tak terlupakan dan menjaga jarak sejauh dua meter dari tamu-tamu lainnya.


    Jika Anda senang melihat perspex box di sekitar Anda atau di kasir swalayan, Anda juga akan menyukai kabin Lake Vanern di Swedia Barat. Pondok kaca Ben Fogle ini dikelilingi oleh pepohonan yang akan menjadi teman sekitar Anda dan tamu harus menginap selama tiga malam di sana (lebih baik meninggalkan telepon genggamnya) agar dapat sepenuhnya menikmati suasana yang tenang. Ini adalah tempat yang bagus untuk memulai kembali kehidupan normal bagi siapa saja yang merasa belum siap menghadapi dunia dan kondisi kemanusiaan yang sebenarnya.



    Pulau-pulau kecil di Maladewa juga menjadi tempat yang berguna untuk meminimalkan interaksi manusia di musim panas kali ini. Di Gili Lankanfushi, sebanyak 45 vila memiliki area terbuka, teras atap, dan dek pribadi yang menghadap ke laguna. Kita dapat mengisolasi diri kita di Private Reserve seluas 1.700 meter persegi dengan empat kamar tidur, bioskop pribadi, spa dan gym, serta papan seluncur untuk orang dewasa.

    Atau Anda juga bisa mengincar sebuah pulau di Indonesia untuk tinggal selama satu bulan, karena Nihi Sumba memberikan tawaran untuk pemesanan selama 30 hari. Di sana, pengunjung mendapatkan fasilitas pantai pribadi seluas dua setengah kilometer, area 500 hektar, dan sebuah pulau seukuran Jamaica untuk mereka sendiri. CEO dan partner Nihi Sumba yakni James McBride mengatakan, “Bagi mereka yang melakukan pemesanan selama 30 hari, kami akan memperkenalkan lebih banyak kesempatan untuk memberikan edukasi tentang Sumba, budaya tribal, dan cara hidupnya. Wisatawan biasanya tidak memiliki waktu untuk hal ini… Ini akan menjadi layanan hospitality generasi baru yang dicari oleh pelancong pasca Covid. Sesuatu yang soulful, lebih manusiawi, dan apa adanya.”

    Jadi, meskipun banyak hal terlihat sedikit berbeda untuk sementara, Anda tidak perlu mengistirahatkan paspor Anda untuk selamanya. Semua harapan tidak hilang begitu saja.




    (Penulis: Caroline Lewis; Artikel ini disadur dari: Bazaar UK; Alih bahasa: Erlissa Florencia; Foto courtesy of: Bazaar UK)










- RELATED ARTICLE -