• Pengalaman dalam Memahami Kecantikan ala Jepang

    Beauty / News


    Pengalaman dalam Memahami Kecantikan ala Jepang

    Tidak ada tempat yang paling tepat untuk mengenal esensi kecantikan Jepang kecuali di Kyoto.


    Harper's Bazaar Indonesia belum lama ini diundang berkunjung ke Kyoto untuk merayakan 10 tahun Shiseido Skincare Future Solution LX, produk yang mensinergikan estetika Jepang dengan warisan tumbuh-tumbuhan berkhasiat dan teknologi terkini. 


    Lebih dari 100 undangan dari seluruh dunia hadir di kota yang telah menjadi saksi perjalanan kecantikan Jepang dari masa ke masa selama lebih dari 1000 tahun. 

    Selebrasinya dinamakan "The Beauty Transcend Time", sebuah konsep yang mengekspresikan kecantikan yang tak lekang waktu. Perayaan utamanya ditandai dengan pembuatan sebuah masterpiece lacquer yang disebut "Tokirara ni Tebako" , sebuah boks eksklusif yang berisi Total Regenerating Cream dan Total Protective Cream Future Solution LX


    Kenapa lacquerLacquer adalah bagian dari budaya dan kerajinan tangan Jepang yang telah berusia ratusan tahun. Dan lacquer adalah simbol keindahan atau kecantikan yang melampaui waktu. Boks lacquer sendiri dalam budaya Jepang dipercaya sejak lama mempunyai arti lebih dari sekadar fungsinya.

    Boks itu diperlakuan oleh para wanita aristokrat Jepang untuk mencerminkan kecantikan dan intelegensia mereka. Boks yang dinamakan "tamatebako" didesain sebagaimana fine jewelry, diperlakukan sebagai benda berharga dan seringkali menjadi persembahan di kuil. 

    Karena tradisi inilah maka sebuah seremoni persembahan tamatebako "Tokirara ni Tebako" yang diselenggarakan di Shimogamo Shrine, menjadi salah satu highlight dalam perayaan 10 tahun Future Solution LX.



    Tokirara ni Tebako diciptakan oleh Zohiko, pembuat lacquerware tradisional di Kyoto sejak 350 tahun yang lalu. Dibutuhkan waktu satu bulan untuk membuatnya.


    Desain boks lacquer ini didasari dari puisi waka yang ditulis oleh seorang ahli filosofi dan penyair, Dr. Shinohara. Ia bercerita tentang pertemuan bintang dan embun, yang kemudian dilukis oleh seorang seniman modern, Yoshitaka Amano yang terkenal dengan gayanya yang mystical, timeless, dan diinspirasi oleh kecantikan tradisional Jepang. 

    Puisi waka yang ditulis oleh Dr.Shinohara kemudian juga dituangkan dalam Original Noh Drama (jenis drama yang lebih tua dari Kabuki). Noh adalah seni pertunjukan tradisional Jepang yang telah berusia 650 tahun, tetapi inilah pertunjukan pertama yang mengandung konten sebuah brand.  


    Yang juga menjadi spesial dalam Tokirara ni Tebako adalah isi dalamnya. Dua produk yang ada di dalamnya dikemas menggunakan bahan Nishijin, yang dikenal sebagai tenunan sutra tradisional yang juga mempunyai sejarah panjang-lebih dari 1000 tahun di Kyoto. Proses menenun bahan ini sangat rumit, sehingga kimono yang menggunakan bahan ini menjadi sangat berharga. 

    Future Solution LX Nishijin Collection menjadi edisi terbatas untuk merayakan 10 tahun produk ini. 



    (Foto: Ria Lirungan & Courtesy of Shiseido)


    Tags : shiseido, jepang






- RELATED ARTICLE -