• Fakta Menarik Koleksi Patrick Owen di Tokyo

    Fashion / News


    Fakta Menarik Koleksi Patrick Owen di Tokyo

    Mengambil tema Re:Mata yang berbicara tentang perspektif baru Patrick dalam berkarya di Amazon Fashion Week Tokyo.


    Kali ini Patrick Owen menampilkan koleksi Fall/Winter 2018 di Amazon Fashion Week Tokyo. Dari batik, varian plastik, rajutan sampai bahan katun yang memperkuat sisi kebebasan bersekspresi.

    Batik parang mungkin terkesan lampau dan terlupakan, namun kali ini Patrick berkolaborasi dengan seniman grafiti Indonesia, Darbotz yang karyanya terpampang pada sejumlah dinding dan aksesori di dalam dan luar negeri.

    Hadir dalam bentuk jas panjang, kemeja lengan pendek bertransformasi menjadi elemen gaya bagi penikmat tampak mode yang hendak tampil memesona di lorong-lorong Harajuku. Modern, muda dengan gaya street wear.

    “Saya tidak bernaksud merendahkan makna batik. Saya justru ingin mengubah pandangan orang tentang batik dan melihat produk budaya tersebut dari perspektif kontemporer,” tutur Patrick. 

    Ragam busana dinamis dalam warna terang juga menjadi pilihan. Salah satunya warna merah menyala dalam sebuah terusan panjang dari bahan rajutan. Gaun ini memunculkan ilusi tumpukan sweater rajut panjang. Busana itu seolah mengingatkan orang tentang makna koleksi Re:Mata yang bebas berkarya dan memandang sesuatu dari sisi lain.


    Koleksi dengan warna-warna terang itu ialah wujud inspirasi Patrick terhadap lego, salah satu mainan favoritnya di masa kecil. “Saat bermain lego, saya bebas membentuk lego menjadi apapun dengan komposisi warna yang saya inginkan."



    Pesan itu tersampaikan lewat sosok-sosok yang tampil di panggung peragaan busana. Tidak semua dari mereka ialah model profesional. Patrick memakaikan karyanya pada orang-orang yang punya karakter tersendiri dalam bergaya. Ada laki-laki berumur dengan rambut panjang, botak, anak remaja sampai wanita berambut putih panjang. Keberadaan mereka mengesankan kecantikan yang unik dengan kesegaran tersendiri. 




    Wajah mereka dirias menggunakan kosmetik LT Pro, salah satu perusahaan kosmetik besar di Indonesia. Produk yang dikenakan ialah koleksi terbaru LT Pro yang bekerjasama dengan blogger Anastasia Siantar.

    Model-model itu mengenakan aksesori lansiran UBS, label perhiasan asal Surabaya. Mungkin selama ini UBS lebih dikenal sebagai pusat emas. Ia bekerjasama dengan Patrick dalam melansir koleksi perhiasan yang terinspirasi dari bentuk gamelan, batik mega mendung sampai figur petani. Erwin Suganda, direktur kreatif UBS Gold merasa Patrick bisa menciptakan perhiasan unik yang kental budaya Indonesia.

    Ragam variasi Patrick sampai pada urusan alas kaki. Sandal jepit penuh warna tampil dinamis dengan ragam kaus kaki dengan permainan color block.

    “Lewat koleksi ini saya mengalami hal baru. Saya merasa sangat bebas dalam berkarya. Dan itu sangat penting buat saya,” tutup Patrick.

    (Layout: Yellsa Nurilla; Foto: Courtesy of Patrick Owen)








- RELATED ARTICLE -