• Ulasan Perhelatan "Hermès Theme: Le Sens de L'Objet"

    Fashion / News


    Ulasan Perhelatan

    Harper's Bazaar Indonesia berkesempatan untuk menghadiri ekshibisi menakjubkan ini di Antwerp, Belgia. Berikut cerita dari kami.


    Akhir bulan Mei lalu, Bazaar terbang bersama Hermès ke kota Antwerp di Belgia untuk menghadiri sebuah ekshibisi bertajuk "Margiela The Hermès Years" di MoMu Museum Antwerp. Agenda ini merupakan bagian dari acara Hermès Theme Launch yang telah menjadi perhelatan tahunan label legendaris asal Perancis tersebut.

    Hermès Theme Launch 2017 mengangkat tajuk "Le Sens de L'Objet" atau dapat diterjemahkan sebagai makna sebuah objek. Dari Paris, tamu undangan pun diajak menaiki sebuah kereta yang dicarter secara eksklusif oleh Hermès menuju Antwerp, Belgia.


    Setibanya di Antwerp, para tamu digiring menaiki bus menuju sebuah gedung dengan lorong-lorong gelap. Dari lorong panjang tersebut kemudian berujung pada sebuah hall besar dengan jajaran kursi yang tersusun rapi dan dibagi atas lima sisi.

    Tamu undangan tidak diperkenankan untuk mengambil gambar maupun merekam pertunjukkan yang akan berlangsung. Lamat-lamat lampu gedung dimatikan hingga ruangan pun menjadi gelap total. Derap langkah sepatu berhak yang memasuki ruangan besar tersebut sontak memecah keheningan. Perlahan lampu menyorot ke arah model berusia matang yang telah berdiri tegap di hadapan tamu undangan, dengan mengenakan bodysuit berwarna nude atau hitam dan sepatu tabby boots yang merupakan sepatu ikonis karya Margiela.

    "Hermès by Martin Margiela, Autumn Winter 1998-1999," ujar sang model membuka pertunjukan pantomim yang mengharuskan para hadirin menggunakan imajinasinya untuk dapat memaknai dan memahami visualisasi tampilan runway look yang tengah dipresentasikan secara lisan dan kinetik oleh para model.

    Setiap detail, cutting, siluet, hingga cara pakai dari sebuah tampilan dideskripsikan secara komprehensif oleh para model yang didaulat sebagai seniman pantomim di acara tersebut. Dengan kepiawaian para model memperagakan runway item dalam seni pantomim, pertunjukkan ini terasa begitu membius dan membuat Bazaar dapat membayangkan setiap look dari koleksi Hermès maupun Maison Martin Margiela yang dipresentasikan di sana.


    Setelah pertunjukan tersebut berakhir, tamu undangan kembali di giring ke sebuah jalan lintas yang sengaja ditutup untuk acara makan siang bersama Hermès. Di tengah meja makan, para undangan sibuk membahas tentang pertunjukan pantomim yang memukau tersebut. Sebagian mengaku gagal membayangkan runway item yang dipresentasikan, sebagian lagi mencoba mengingat-ingat kembali tampilan yang sempat melejit di eranya dan menjadi item ikonis Hermes hingga saat ini.

    Diskusi hangat antara para tamu yang terdiri dari editor berbagai publikasi global mengenai pertunjukan pantomim tersebut pun melebur seiring dengan disajikannya menu makan siang.



    Acara Hermès Theme Launch ini tidak berakhir sampai di situ saja. Usai sesi makan siang, tamu undangan kembali diajak berjalan-jalan mengitari kota Antwerp yang merupakan tempat Margiela menimba ilmu di Royal Academy of Fine Arts dan berkembang menjadi seorang desainer dengan karya-karyanya yang senantiasa memukau dan melampaui ekspektasi khalayak.

    Puncak acara Hermès Theme Launch berlokasi di MoMa Museum Antwerp, di mana pameran bertajuk "Margiela, The Hermès Years" berlangsung. Pameran ini merupakan sebuah selebrasi akan karya-karya ikonis dari Martin Margiela sebagai mantan direktur kreatif Hermès circa 1997 - 2003 dengan rancangannya yang berhasil menerjemahkan esensi napas Hermès secara modern, namun memiliki kualitas desain yang versatile.

    Dengan tangan dingin Margiela, ia berhasil membentuk citra baru akan perempuan Hermès, lengkap dengan sejumlah item ikonis Hermès mulai dari kantong yang dapat dilepas dan dipasang bertajuk 'Toile H', sweater bermaterial kasmir dengan potongan V-neck super rendah, hingga jam tangan dengan strap lilit bernama 'Double Tour' yang didesain oleh Margiela pada tahun 1997 dan menjadi salah satu item andalan Hermès hingga saat ini.

    Pameran ini sengaja menampilkan baik koleksi Margiela untuk Hermès maupun koleksi Maison Martin Margiela, demi menunjukkan seberapa kuat garis rancang Margiela dan bagaimana ia dapat mengaplikasikan idealisme rancangannya tanpa meninggalkan warisan DNA Hermès seutuhnya.

    Pengunjung pameran juga dapat melihat benang merah dalam hal rancangan yang diterapkan oleh Margiela untuk rumah mode Hermès maupun label miliknya sendiri. Dan uniknya, kendati koleksi yang dipamerkan telah berusia lebih dari satu atau dua dekade, namun rancangan Margiela untuk Hermès tetap relevan dengan perkembangan fashion masa kini, Kualitas desainnya pun sangat kental akan warisan estetika yang dijunjung tinggi oleh rumah mode legendaris asal Perancis tersebut.

    Pameran "Margiela, The Hermès Years" akan berlangsung hingga 28 Agustus 2017 mendatang. Bagi Anda yang tak sempat untuk mengunjungi pameran tersebut, Anda dapat menikmatinya lewat buku bertajuk sama.


    (Foto: Courtesy of Hermès, Benoît Tellier, Margiela The Hermès Years)




- RELATED ARTICLE -