• 8 Film Ghibli yang Wajib Anda Tonton

    Culture / Tips


    8 Film Ghibli yang Wajib Anda Tonton

    Mempersiapkan diri untuk pameran World of Ghibli di Jakarta, jangan lupa menonton ulang film-film berikut ini!


    Sejak diinisiasi tahun 1985 silam, Studio Ghibli telah menjadi bagian dari masa kecil generasi 1980 dan 1990an. Cerita animasinya terhitung unik, karena sering kali berakhir dengan kisah yang berbeda dari harapan para penonton.

    Selain itu, Studio Ghibli yang diasuh sang maestro animasi Hayao Mizaki juga terkenal selalu memiliki dasar pemilihan cerita yang kuat. Beberapa filmnya bahkan berasal dari kisah nyata atau kisah misterius yang menimbulkan banyak spekulasi.

    Namun di luar pro dan kontra dari film Ghibli, Anda akan selalu menemukan keunikan. Entah dari sisi gambar maupun cerita. Bazaar pun setuju jika film animasi Studio Ghibli memang selalu menarik meski sudah ditonton berkali-kali.

    Bagi Anda yang belum mengetahui, tanggal 10 Agustus mendatang akan diadakan sebuah ekshibisi bertajuk World of Ghibli yang diselenggarakan di ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place.

    Untuk itu, sebelumnya tonton dulu beberapa film wajib yang menjadi favorit Bazaar berikut:


    1. Castle in the Sky (1986)

    Sebuah film tentang petualangan yang wajib dipelajari para movie makers, dan merupakan film pertama yang dirilis Studio Ghibli. Bercerita tentang kisah Sheeta, seorang anak perempuan pemilik jimat kristal yang diburu begitu banyak orang.

    Ia kemudian bertemu dengan Pazu, anak lelaki yang kemudian menyelamatkan nyawanya. Pazu memberitahu Sheeta mengenai sebuah negeri di atas awan yang misterius, namun sempat tertangkap kamera oleh ayahnya. Akhirnya mereka pun mengetahui jika jimat kristal yang dimiliki Sheeta berasal dari negeri tersebut.

    Anda wajib menyaksikan perjuangan Sheeta, yang ditemani oleh Pazu menemukan negeri asal jimat yang ia miliki, dan komitmen keduanya untuk saling melindungi hingga menemukan jawaban.




    2. The Red Turtle (2016)

    Tentu ada alasannya mengapa film ini bisa masuk ke Cannes Film Festival dan dinominasikan untuk mendapatkan Piala Oscar. The Red Turtle adalah film tanpa dialog yang tetap bisa menyampaikan begitu banyak makna.

    Mengisahkan tentang seorang lelaki yang terdampar di pulau asing, dan bertemu dengan seekor penyu berwarna merah. Penyu ini berkali-kali menggagalkan usahanya untuk keluar dari pulau menggunakan kapal bambu.

    Suatu hari saat melihat sang penyu sedang bersandar di tepi pantai, lelaki itu pun melancarkan kekesalannya dengan memukul kepala penyu dan membalikkan badannya hingga mati.

    Namun di malam hari, ternyata keluar sosok tak terduga dari dalam bangkai sang penyu!




    3. The Wind Rises (2013)

    Film ini terinspirasi dari kisah nyata Jiro Horikoshi, pembuat pesawat perang Jepang Mitsubishi A5M dan Mitsubishi A6M Zero yang berhasil mencetak sejarah besar. Film ini juga merupakan film terakhir yang disutradarai dan ditulis langsung oleh Hayao Mizaki sebelum pensiun pada September 2013.

    The Wind Rises menceritakan tentang mimpi Jiro kecil untuk menjadi pilot, namun tak mungkin berhasil karena kondisi matanya yang minus. Kemudian Jiro membaca tentang desainer pesawat asal Italia Giovanni Battista Caproni, ia begitu mengaguminya hingga memutuskan untuk menjadi desainer pesawat juga.

    Jiro, yang dikenal sebagai murid dan desainer brilian menimba ilmu hingga ke Jerman untuk belajar membuat pesawat perang terhebat. Ia mengalami beberapa kegagalan hingga akhirnya menelurkan Mitsubishi A6M Zero, penerus Mitsubishi A5M.

    Perjuangan Jiro ini sembari diiringi kisah cintanya dengan Nahoko, seorang gadis yang sempat ia temui di kereta api saat pulang ke kampung halamannya. Namun Nahoko terkena penyakit tubercolosis yang mengancam nyawanya karena masih termasuk penyakit yang tak dapat disembuhkan kala itu.




    4. Grave of the Fireflies (1988)

    Grave of the Fireflies sepertinya memang dibuat untuk menguras tangis para penontonnya. Mengambil lokasi di area Kobe, Jepang, sutradara dan penulis Isao Takahata menyorot kehidupan kakak-beradik Seita dan Setsuko yang berusaha bertahan hidup di masa akhir Perang Dunia II.

    Keduanya hanya memiliki satu sama lain karena orang tua mereka telah meninggal dunia. Akhirnya Setsuko dan Seita mengungsi ke rumah bibinya. Seita memberikan semua sisa makanan yang telah ia sembunyikan sebelum bom berjatuhan pada bibinya, kecuali sekotak permen Sukuma yang ia simpan sendiri.

    Setelah persediaan makanan menipis, Seita dan Setsuko memutuskan untuk meninggalkan rumah bibi mereka dan pindah ke sebuah bomb shelter. Di waktu malam, mereka melepas kunang-kunang untuk mendapatkan sedikit cahaya.

    Namun di hari selanjutnya, Setsuko menemukan semua kunang-kunangnya telah mati, ia kemudian mengubur mereka dengan sedih. Cobaan selanjutnya datang di saat mereka kehabisan persediaan nasi dan terpaksa harus mencuri.

    Meski telah berusaha, Setsuko akhirnya jatuh sakit karena malnutrisi, dan Seita berusaha keras untuk menyelamatkan hidup sang adik yang paling ia sayangi.




    Baca juga: 16 Film Paling Menyedihkan Pilihan Bazaar


    5. My Neighbor Totoro (1988)

    Siapa yang tak kenal dengan tokoh wood spirit bernama Totoro. Ia bisa disebut sebagai salah satu karya Hayao Mizaki yang paling terkenal.

    Berawal dari cerita kakak-beradik Satsuki dan Mei yang baru saja pindah bersama ayah mereka ke sebuah desa dekat rumah sakit ibunya dirawat.

    Di rumah barunya, Satsuki dan Mei menemukan berbagai keanehan. Mulai dari bertemu dengan sekumpulan bayangan hitam yang merupakan arwah penjaga rumah kosong, hingga sang arwah hutan, Totoro.

    Selain perilaku Mei yang menggemaskan, film ini juga mengajarkan para penontonnya untuk menyayangi saudara serta keluarga. Salah satu tontonan wajib jika Anda memiliki anak kecil di rumah.




    6. The Tale of Princess Kaguya (2013)

    Film ini bisa dikatakan sebagai salah satu animasi cat air terbaik yang pernah Bazaar tonton. Terinspirasi dari cerita rakyat The Tale of the Bamboo Cutter, Isao Takahata menggabungkan teknik gambar dan pewarnaan terbaik khas Studio Ghibli dengan cerita yang sudah akrab di telinga rakyat Jepang.

    Seorang pemotong Bambu bernama Sanuki no Miyatsuko menemukan putri kecil di dalam bambu yang dipotongnya. Kemudian saat dibawa ke rumah untuk bertemu dengan istrinya, putri itu menjadi seorang bayi. Pasangan ini pun merawat dan menyayangi Takenoko (bambu kecil), begitu ia dipanggil, hingga beranjak dewasa.

    Di desa, Takenoko bermain dengan anak-anak kecil lain. Salah satunya adalah Sutemaru, anak paling tua yang menyukai Takenoko. Namun mereka harus berpisah saat Sanuki memutuskan untuk membawa Takenoko ke ibu kota, agar ia bisa menjadi putri sesungguhnya.

    Kecantikan Takenoko yang terkenal luas ke seluruh pelosok negeri membuat begitu banyak lelaki bangsawan, pangeran, hingga raja sendiri datang ke kediamannya. Namun hal ini tak membuat sang putri senang. Ia bahkan merasa sangat sedih hingga meminta tolong pada bulan untuk membawanya pergi.

    Namun saat waktu kepulangannya ke bulan hampir tiba, Takenoko menyesal dan ingin tetap tinggal di bumi. Ia berusaha membatalkan kepergiannya agar bisa tetap tinggal bersama keluarganya di bumi.




    7. Spirited Away (2001)

    Alur cerita favorit Bazaar dari seluruh film Studio Ghibli! Berawal dari kisah anak berusia 10 tahun, Chihiro Ogino dan orang tuanya yang ingin pindah rumah ke kota lain. Namun ternyata sang ayah salah memilih jalan dan membuat mereka tersasar ke dunia arwah.

    Orang tua Chihiro tergoda dengan sajian yang ada dalam dunia arwah ini. Mereka terlihat rakus memakan begitu banyak hidangan hingga akhirnya berubah menjadi babi. Dalam kebingungan, Chihiro yang tak mungkin meninggalkan orang tuanya bertemu dengan Haku, salah satu arwah yang terjebak di alam yang sama.

    Haku akhirnya meminta Chihiro untuk bekerja pada Yubaba, pemilik sebuah pemandian air panas di alam tersebut agar dia aman dari arwah lain yang dapat membahayakan nyawanya. Setelah menakut-nakuti Chihiro, Yubaba akhirnya menerimanya bekerja dan memberikan nama baru yakni Sen.

    Chihiro berjuang di alam arwah sambil menemukan cara membebaskan orang tuanya. Ia sempat membantu arwah sungai yang menderita karena banyak orang membuang sampah ke sungai, dan no-face, sosok hantu rakus yang mengaguminya.

    Petualangan Sen tak berhenti di situ, ia juga membantu Haku yang terpaksa mencuri stempel ajaib milik saudara Yubaba, dan hampir kehilangan nyawa. Anda tentu penasaran bagaimana cara Sen menolong orang tuanya. Namun Bazaar sarankan untuk tidak mengajak anak kecil menonton film ini, karena ada beberapa tokoh yang terlihat begitu menyeramkan.




    8. Princess Mononoke (1997)

    Film animasi ini berhasil menjadi blockbuster di Jepang. Meski memiliki latar suasana yang lebih gelap dan violent dari film Studio Ghibli lainnya di kala itu. Princess Mononoke tetap berhasil membuat para penonton jatuh cinta.

    Berkisah tentang desa Emishi yang diserang oleh berbagai macam iblis, namun pangeran Ashitaka berhasil menghalau mereka sebelum sampai ke pemukiman. Perangnya ini mengutuk tangan Ashitaka sehingga memiliki tenaga superhuman, namun akan segera membunuhnya.

    Serangan dari boar god, Nako, terus terjadi hingga Ashitaka harus mencari cara menghalaunya dengan mendatangi Western land, tempat Nago berasal. Dalam perjalanannya ini, ia bertemu dengan seorang biarawan yang menyuruh Ashitaka menemui Great Forest Spirit, dan kemudian menemukan dua penduduk Irontown terluka karena diserang sekelompok serigala yang ditunggangi Sen, seorang wanita yang juga dipanggil Princess Mononoke.

    Ternyata Ashitaka menemukan jika Irontown, yang dipimpin Lady Eboshi, telah memotong habis pepohonan di hutan demi memproduksi besi. Hal ini membuat para dewa yang ada di hutan marah, dan mengutus Sen untuk membunuh Lady Eboshi yang berlaku sewenang-wenang.

    Lalu bagaimana kelanjutan kisah Ashitaka yang akhirnya terlibat dalam peperangan Sen dengan Lady Eboshi? Meski Anda tidak menyukai film peperangan, Bazaar yakin animasi satu ini tetap akan menarik untuk disaksikan.




    Selamat menonton!


    (Layout: Ika Wahyuni. Foto: Courtesy of Studio Ghibli.)








- RELATED ARTICLE -