• Liburan di Kepulauan Derawan

    Culture / News


    Liburan di Kepulauan Derawan


    Sudahkah Anda merencanakan weekend getaway Anda bersama sahabat atau keluarga tercinta? Tepat pada long weekend lalu, tim website Bazaar Indonesia sempat menyambangi salah satu tujuan diving top di Indonesia, yakni kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Di wilayah ini, terdiri dari 31 pulau dengan lima gugusan pulau yang paling dikenal, yaitu Derawan, Panjang, Samam, Sangalaki, dan Maratua. Dari semua gugusan pulau, hanya Derawan dan Maratua yang berpenghuni dan memiliki pilihan tempat menginap. Selama empat hari tiga malam, kami mengadakan island hopping di pulau utama yang biasa disinggahi wisatawan yakni Derawan, Kakaban, Maratua, dan Sangalaki.

     

    Sebanyak tiga angkutan transportasi baik darat, udara, maupun laut dapat ditempuh untuk mencapai kepulauan ini yang cocok petualang dan senang akan tantangan. Dari Jakarta, Anda bisa terbang langsung ke Bandara Internasional Juwata di kota Tarakan dengan dua pilihan maskapai, Lion Air atau Sriwijaya Air. Perjalanan kemudian berlanjut dari Tarakan ke pelabuhan menggunakan mobil selama 30 menit. Menuju ke Derawan, siapkan stamina Anda dalam menempuh perjalanan menggunakan speed boat selama tiga jam lamanya dari pelabuhan di kota Tarakan.

     

    Penginapan banyak tersedia di Pulau Derawan, pilihan tinggal mulai dari homestay hingga penginapan yang setara dengan hotel bintang tiga ada di sini. Hampir semua penginapan di sini mempunyai model seperti rumah apung. Keluar dari kamar, hamparan laut penuh dengan ikan-ikan kecil tepat ada di bawah anda. Highlight di Pulau Derawan dan Maratua adalah snorkeling , mengamati cantiknya karang serta biota laut nan elok. Lebih dari 800 jenis ikan karang dan 500 spesies coral bisa disaksikan di sini. Ingat, perlu berhati-hati ketika snorkeling menggunakan fins, cintai lingkungan, jangan sampai fins kita menyentuh atau merusak karang-karang di bawah sana.

     

    Pulau Kakaban menyimpan keunikan tersendiri. Kami sempat merasakan sensasi berenang bersama dengan non-sting jellyfish langsung di habitat asli mereka. Lokasinya berada sedikit ke dalam pulau. Di tengah pulau terdapat sebuah danau air payau besar yang dipenuhi oleh beberapa jenis jellyfish. Di tahun 2004, lokasi ini telah ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia. Mengapa? Jellyfish yang tidak menyengat ini hanya ada di dua lokasi di dunia, satu di Palau dan satu di Kakaban. Hindari pemakaian sun-block dan fins saat berenang di dalam danau, hal ini bisa meracuni spesies ubur-ubur atau merobek tubuh avertebrata kenyal ini.

     

    Sayangnya selama tiga bulan terakhir di Pulau Sangalaki, sudah tidak terlihat seekor pun manta, ikan yang menjadi highlight di pulau tersebut. Rasanya kami kurang beruntung tidak bisa menemukan satu pun manta di tengah samudera. Mengganti kekecewaan kami, kami putuskan untuk berjemur di Pulau Gusung, sebuah pulau dengan tidak ada satu pun pohon atau tempat berteduh lainnya. Sepanjang mata memandang, hanya ada hamparan pasir halus dengan sedikit butiran-butiran berwarna merah diatasnya. Sungguh pengalaman berkesan.

     

    (Teks: Hansel Mario ; Foto: Hansel Mario dan Novadien)

     

     

     

     

     








- RELATED ARTICLE -