• 6 Hal yang Sebaiknya Tidak Anda Katakan Kepada Perawat

    Culture / News


    6 Hal yang Sebaiknya Tidak Anda Katakan Kepada Perawat

    Pertimbangkan kembali untuk menyebut mereka sebagai seorang pahlawan atau malaikat.


    Selama pandemi, banyak di antara kita yang memuji dan memberi penghargaan bagi para pekerja kesehatan serta mereka yang berada di garda terdepan dan mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan kita. Tidak terhitung jumlah orang yang berkontribusi demi meciptakan rasa aman bagi kita, mulai dari supir bus, staf supermarket, dan guru. Hanya saja, perawat tampaknya memiliki tempat yang lebih tinggi di antara mereka semua. Pujian diunjukkan kepada para perawat terampil yang telah bekerja tanpa kenal lelah selama beberapa dekade, namun virus dan gambar-gambar mengerikan yang bisa kita lihat akibat wabah Covid-19 mendorong kita untuk bertepuk tangan, memukul-mukul wadah penggorengan, dan mengirimkan pesan-pesan indah sebagai ungkapan terima kasih.

    Untuk memperingati National Nurses Day, kami berbincang dengan sejumlah perawat yang bekerja di beragam area mulai dari ICU hingga pelayanan masyarakat untuk mencari tahu kata-kata apa yang sebaiknya kita hindari saat berbicara kepada mereka jika Anda benar-benar ingin mengungkapkan rasa terima kasih atas hal-hal yang telah mereka lakukan. Semoga rasa hormat dan pengakuan kita atas pekerjaan mereka terus berlanjut.

    1. "Saya tidak bisa melakukan apa yang Anda kerjakan"

    Ini adalah sebuah pernyataan dengan tujuan yang baik untuk menunjukkan apresiasi atas pekerjaan yang dilakukan para perawat. Masalahnya, kata-kata tersebut menyiratkan bahwa apa yang mereka kerjakan adalah untuk membersihkan cairan-cairan tubuh seseorang. Anda benar bahwa Anda mungkin tidak bisa melakukan pekerjaan perawat, namun bukan atas dasar alasan yang Anda pikirkan saat ini. Menjadi seorang perawat bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan pria atau wanita pragmatis yang sangat kompeten dan berpendidikan tinggi. Mereka berperan sebagai pemimpin, pelayan, dokter dengan pengetahuan teknis dan medis yang luas, serta kemampuan untuk mengambil keputusan klinis yang kuat. Profesi seorang perawat sangatlah beragam dan kompleks dengan keterampilan pada lebih dari 70-an spesialisasi yang masing-masing membutuhkan kualifikasi tingkat lanjut.


    Dengan adanya kemajuan teknologi dan perawatan, lebih banyak tugas dokter didelegasikan kepada perawat senior seperti membuat resep obat, melakukan x-ray, serta  merujuk dan mendiagnosa pasien. Banyak dari kita yang memiliki pemahaman terbatas atas apa yang dilakukan oleh para perawat. Apa yang mereka lakukan lebih dari sekadar mengantar makanan, memberi obat-batan, dan menjaga kebersihan pasiennya. Jangan pernah berasumsi bahwa Anda tahu apa yang dilakukan oleh para perawat setiap harinya. Lain kali, Anda sebaiknya menanyakan spesialisasi mereka.





    2. "Anda adalah seorang malaikat/penyelamat/pahlawan"

    Kita semua bersyukur atas apa yang telah dilakukan oleh para pelayan kesehatan selama masa-masa ini, namun menyebut mereka sebagai pahlawan, malaikat, atau penyelamat bukanlah hal yang diinginkan oleh para pekerja di bidang kesehatan. Kita semua ingin menunjukkan apresiasi dan predikat tersebut kerap disampaikan, namun banyak perawat yang memilih agar Anda tidak perlu menyebut mereka demikian. Beberapa merasa bahwa sebutan itu merendahkan kemampuan, pengalaman, dan kualifikasi pekerjaan mereka, sementara lainnya merasa bahwa retorika dan basa-basi yang dipakai oleh media dan pemerintah bagi pekerja kesehatan adalah sesuatu yang bisa berubah-ubah dan tidak tulus, mengingat pemotongan upah dari pemerintah Inggris bagi pelayan National Health Service (NHS) selama beberapa dekade terakhir. Saat ini, para pelayan kesehatan adalah penyelamat, namun tahun depan mereka bisa saja disalahkan karena tidak bisa mengatasi virus ini secara benar. Kami telah melihat tanda-tanda ini akan terjadi dari Matt Hancock dan ia berpendapat bahwa para perawat membuang atau menggunakan alat pelindung diri secara berlebihan, sebuah cara yang cepat untuk mengalihkan tanggung jawab atas kegagalan pemerintah. Penggunaan retorika ini memberi kesan bahwa kematian dan penyakit yang dialami oleh petugas kesehatan adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari, terlebih ketika mereka seakan-akan dibuat layaknya penyelamat dari surga oleh para politisi yang gagal untuk memberikan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) secara luas.

    Masalah lainnya adalah menempatkan mereka pada kategori orang-orang mulia membuat mereka merasa jauh dari ekspektasi tersebut. Para perawat tidaklah sempurna. Mereka adalah orang-orang biasa yang melakukan pekerjaan mereka dalam masa-masa yang sulit. Predikat pahlawan dan malaikat membuat mereka berada di bawah tekanan besar untuk menjadi sempurna. Hal ini dirasa tidak perlu dalam situasi yang menegangkan seperti saat ini. Mereka merasa bahwa dirinya tidak berhak menerima kondisi yang dialami oleh manusia biasa yang lemah, memiliki rasa takut, penuh ketidakpastian, dan kecemasan. Lagipula, malaikat tidak memiliki jiwa (atau meminta kenaikan upah). Mereka bukan bekerja untuk memberi keajaiban dan meninggikan siapapun dengan cara demikian adalah hal yang dirasa tak mungkin untuk ditempatkan di atas bahu mereka. Dengan mengatakan bahwa para perawat dan dokter bekerja dengan mukjizat, makan mereka merasa perlu melakukan itu.




    Perawat tidak perlu disebut sebagai pahlawan atau orang suci. Mereka hanya ingin melakukan pekerjaan mereka tanpa mempertaruhakan nyawa mereka. Mereka membutuhkan APD yang memadai dan pelayanan kesehatan mental untuk membantu mengatasi hal-hal tak menyenangkan yang mereka hadapi. Mereka juga membutuhkan upah yang layak dan standar bekerja yang lebih baik. Mereka tidak perlu diagung-agungkan sebagai pahlawan dalam masa pandemi ini. Mereka perlu untuk dihargai.

    3. "Rekan/keluarga saya diperlakukan secara tidak baik oleh pelayan kesehatan"

    Jangan menyampaikan pengalaman yang kurang menyenangkan kepada perawat atau petugas layanan kesehatan apapun. Unit layanan kesehatan adalah organisasi besar yang sedang kewalahan dan kekurangan sumber daya, sehingga mereka berisiko untuk melakukan kesalahan. NHS misalnya yang mempekerjakan 1,6 juta orang, sehingga sangat mungkin mereka membuat kesalahan dan sayangnya karena mereka bekerja di ranah kesehatan maka konsekuensinya lebih besar dibandingkan dengan pekerjaan lainnya. Dengan demikian, bukan berarti bahwa para perawat yang Anda temui di luar adalah tempat mengadu. Setup orang yang bekerja di unit pelayanan kesehatan mulai dari dokter, perawat, hingga porter dan penerima telepon ingin melakukan pekerjaan mereka sebaik mungkin serta membantu pasien di masa-masa yang rentan seperti ini. Untuk setiap pengalaman pasien yang buruk, akan ada lagi lainnya yang mudah terlupakan. Mereka menunjukkan kompetensi terbaiknya serta kasih sayang dan pengharapan. Menyebutkan pengalaman pribadi yang buruk tak akan memnuay Anda atau perawat yang Anda temui merasa lebih baik. Ingatlah bahwa ini bukan kesalahan orang yang ada di depan Anda ketika Anda harus mengantre terlalu panjang atau ambulans yang datang terlalu lama. Praktik profesional yang lemah dapat berakibat fatal dalam layanan kesehatan. Sampaikan keluhan Anda lewat akun atau sarana resmi mereka, bukan orang yang baru saja Anda temui.




    4. "Saya memiliki (penyakit tertentu yang Anda derita), apa yang harus saya lakukan?"

    Jika Anda membutuhkan saran medis, sebaiknya kunjungi dokter Anda atau cek situs layanan kesehatan. Jika apa yang Anda alami adalah masalah serius, pertimbangkanlah untuk pergi ke Unit Gawat Darurat. Perawat bekerja dalam waktu yang cukup panjang, jadi jangan buat mereka repot dengan detail gelaja kecil yang Anda alami. Setiap orang membutuhkan hari libur, jadi biarkan mereka juga beristirahat.

    5. "Apapun yang berhubungan dengan perawat seksi"

    Sayangnya, citra perawat di karikatur Carry On masih membekas di ingatan kita semua. Ya, kita mungkin hidup di masa yang lebih cerah dengan adanya kesetaraan gender, tetapi anggapan bahwa perawat adalah pelayan wanita yang tidak jauh dari kesan seksual masih nyata terjadi. Hal ini dapat dilihat dari komentar pasien, pelecehan yang dilontarkan oleh para pria mabuk di malam hari, atau fakta bahwa kostum seksi perawat masih bisa ditemui di tempat umum yang menghidupkan seksualisasi perannya. Bagaimana profesi perawat akan dianggap serius jika citra mereka masih tersangkut dengan stereotip wanita seksi yang penurut? Sungguh disayangkan kami harus mengatakannya. Pertama, perawat bukanlah obyek. Mereka adalah para pekerja profesional yang memiliki keterampilan. Kedua, tidak semua perawat adalah perempuan. Sebanyak 11,4 persen di antaranya adalah pria. Jika Anda melihat seseorang melakukan tindakan yang tidak pantas kepada seorang perawat, silakan ditegur.


    6. "Mengapa Anda tidak ingin menjadi dokter?"

    Implikasi dari ucapan ini adalah menjadi seorang dokter merupakan pekerjaan yang kedudukannya lebih tinggi dibandingkan dengan perawat. Hal ini menegaskan prasangka yang sudah lama mengellilingi dunia keperawatan di mana profesi perawat dianggap lebih rendah dan mereka semua hanyalah pelayan setia kepada dokter yang memiliki kuasa. Ada perbedaan besar antara dokter dan perawat karena perannya yang berbeda. Perawat menghabiskan banyak waktunya bersama pasien, yang artinya mereka sering menjadi orang pertama yang memperhatikan seluk-beluk kondisi pasien baik secara medis maupun holistik. Hubungan unik antara pasien dan perawat ini yang digabungkan dengan komunikasi efektif dengan dokter adalah kunci penyembuhan serta perawatan yang tepat. Perawat sama berharganya dengan para dokter dan keduanya saling bekerja sama. Jangan merendahkan kemampuan teknis, kecerdasan, persepsi, dan empati dalam profesi yang penting ini.





    (Penulis: Ella Alexander; Artikel ini disadur dari: Bazaar UK; Alih bahasa: Erlissa Florencia; Foto courtesy of: Bazaar UK)










- RELATED ARTICLE -