• 24 Jam Bersama Tatjana Saphira

    People / News


    24 Jam Bersama Tatjana Saphira

    Bazaar mengintip kesibukan bintang muda Tatjana Saphira dalam satu hari penuh.


    Secara karakter dan pola pikir, ia memang terlihat lebih dewasa dibanding remaja lainnya.

    Tatjana yang sempat merasa tidak percaya diri karena figur tubuhnya, mengalami eating disorder yang merusak kesehatan tubuh. Hingga akhirnya ia menemukan ari baru dari kecantikan yang sebenarnya, yaitu gaya hidup sehat dan pikiran positif.


    Bazaar secara khusus menelusuri pola hidup seimbang ala Tatjana di tengah kesibukannya.


    Atasan, Marni. Anting, Sou Brette. 

    05.15 Lantunan lagu Anderson Paak berjudul Luh You membangunkan semangat pagi saya. Begitulah yang terjadi setiap harinya, tapi tidak hari ini. Saya terbangun dan kembali melanjutkan mimpi yang belum tuntas.


    05.30 Biasanya akhir pekan menjadi waktu yang santai untuk tidur lebih lama, tapi hari ini saya harus bergegas menuju Jakarta Convention Center untuk gladi resik Indonesia Fashion Week. Malam ini, saya akan tampil di fashion show Wardah: Celebration of Colours sebagai muse Ria Miranda dan Kursien Karzai.


    05.45 Saya mengawali hari dengan ritual pagi yang terdiri dari stretching, sarapan, dan mandi. Sarapan adalah bagian terpenting yang pantang dilewatkan. Satu mangkok granola dari Sweet Home Farm dengan susu rendah lemak, menjadi pilihan saya hari ini.

    06.00 Saya termasuk cepat untuk bersiap-siap di pagi hari.  Setelah mandi, saya hanya membubuhkan moisturizer pada wajah, menyemprot sedikit body mist pada tubuh, dan mengeringkan rambut dengan hair dryer.


    06.30 Saatnya berangkat. Saya memilih running tights, kaus putih, jaket Adidas Stella McCartney, dan sepatu Adidas UltraBoost Uncaged untuk outfit hari ini.


    Atasan, I.K.Y.K. Rok, Jade Boutique.


    11.30 Meski sempat mundur dari jadwal awal, gladi resik berjalan lancar. Saya menyadari bahwa sebuah fashion show dapat berjalan sukses berkat konsep matang, tata panggung, pencahayaan, visual, musik, koreografi, dan kerjasama tim di balik panggung.


    13.00 Saatnya membakar kalori dan berkeringat sebelum melanjutkan akitifitas panjang.  I’m so happy to be at the gym and there is no excuse for me to not exercise. Olahraga membuat saya merasa lebih baik dan percaya diri.


    14.30 Mission accomplished! Saya berhasil lari 5 km di treadmill dalam waktu 40 menit.


    15.00
    Usai olahraga, hanya ada satu hal di kepala saya: Saladstop! Menu salad favorit saya yaitu Hail Caesar.


    15.30 Saya memesan Iced Cafe Latte dari Starbucks untuk menghilangkan rasa kantuk yang melanda. Sembari menyesap kopi, saya melanjutkan membaca buku Kafka On The Shore-nya Haruki Murakami.



    Keseluruhan busana, Max Mara.


    16:50 Setibanya di Hotel Sultan, saya langsung naik untuk makeup dan hairdo. Saya suka dengan riasan hari ini yang memiliki kesan natural dan fresh.

    18:25 Sampai di backstage, saya langsung merasakan energi yang begitu besar dengan fitter, model, dan queuer yang hilir mudik. Suasana di balik panggung memang selalu sibuk dan ruwet, but it’s thrilling too, somehow.

    18:40 Saya mengenakan outfit pertama saya yaitu baju rancangan Ria Miranda. Koleksinya terlihat sangat feminin dengan sedikit sentuhan retro.

    19:00 It’s show time! Just relax, it’s going to be okay. Kalau sampai jatuh, stay cool dan lanjutkan dengan penuh keberanian. Whatever happens, the show must go on. Tapi jangan sampai jatuh juga!” Itulah dialog yang berputar di dalam pikiran saya.

    20:00 Saya segera berganti baju dan gaya rambut untuk membawakan outfit selanjutnya dari desainer Kursien Karzai: gaun panjang warna putih yang terinspirasi era Victorian.

    21:00 Show’s over! Saya merasa begitu lega setelah parade puncak fashion show telah berakhir. Kaki saya terasa pegal setelah hampir dua jam mengenakan high heels setinggi 12 sentimeter.



    Keseluruhan busana, Ellery - Jade Boutique.

    23:00 Saatnya menulis Gratitude Journal. Saya menulis hal-hal positif, atau kejadian yang memuat suatu hikmah untuk saya syukuri pada hari itu. Semua saya catat dalam sebuah jurnal kecil. Ini adalah kegiatan rutin yang sudah saya jalankan selama tiga bulan dan sedikit banyak mengubah hidup saya.

    00:30 Akhirnya saya berada di dalam selimut setelah 17 jam beraktivitas. Saya sangat setuju dengan ungkapan, “There's no place like home.” Saatnya kembali bermimpi untuk merealisasikannya lagi di esok hari.


    Portfolio ini
    Fashion editor: Veronica Arviana
    Wawancara: Anindya Harahap
    Fotografer: Andre Wiredja – NPM Photography
    Makeup artist: Slam Wiyono









- RELATED ARTICLE -