• Bincang Singkat Bersama Eric Kayser

    Culture / News


    Bincang Singkat Bersama Eric Kayser

    Perbincangan Bazaar Indonesia bersama sang maestro French Bakery, Eric Kayser.


    Ranah kuliner Jakarta kembali mendapat penghuni baru, yakni gerai kelima dari Eric Kayser Le Bistrot Du Boulanger. Pastry shop yang juga menyediakan ragam kopi dan hidangan santap siang dan malam asal Paris ini tak lain merupakan milik dari sang artisan baker, Eric Kayser. Pria berumur 52 tahun ini memag dikenal dengan teknik membuat rotinya yang mengutamakan bahan-bahan alami berkualitas serta teknik tradisional. Membuatnya menjadi salah satu pria paling dihormati dalam dunia pastry. Beruntung dalam acara pembukaan gerai kelima Eric Kayser di Plaza Indonesia, Bazaar berkesempatan berbincang dengan pria kelahiran Lure, Haute-Saône ini.

    Harper's Bazaar Indonesia (HBI): Bagaimana Anda bisa begitu mencintai roti?

    Eric Kayser (EK): Bagi saya roti dan pastry mirip dengan wine, ada berbagai aroma yang bisa dihasilkan dari proses pembuatan roti. Sehingga menurut saya roti adalah sesuatu yang penuh misteri. Pernah ada pendapat yang menyatakan menjadi seorang baker sama seperti ahli kimia. Saya sendiri setuju dengan ungkapan itu, saya perlu tahu ramuan yang tepat untuk menghasilkan roti yang rasanya sensasional. 

    HBI: Apakah Anda bisa memberikan kami tips bagaimana cara membedakan baguette yang baik?

    EK: Ah pertanyaan yang bagus. Ada beberapa cara untuk menentukan baguette yang baik. Pertama dari warnanya. Bagian luar baguette harus berwarna kecoklatan yang merupakan hasil karamelisasi yang sempurna. Kedua, dari suaranya, Anda bisa memastikan kualitasnya dari suara crisp yang dihasilkan saat baguette ditekan. Ketiga, saat dipotong, pastikan bagian dalam tidak berwarna terlalu putih dan memiliki rongga yang berukuran berbeda-beda, ini adalah hasil dari fermentasi. Lalu dari aroma. Setelah baguette dipotong, coba cium aromanya dan tekan baguette untuk mengeluarkan aroma dari bagian dalam roti. Baguette yang baik harus beraroma seperti hasil fermentasi, namun tidak terlalu kuat. Baguette yang baik bisa memiliki ratusan aroma, mirip seperti wine. Dan terakhir tentunya dari rasa yang lezat. 

    HBI: Selain baguette, apa lagi french breads yang menjadi ciri khas seorang Eric Kayser?

    EK: Tourte adalah salah satu signature dari kami. Lalu ada Italian bread, Ciabatta juga salah satu ciri khas Eric Kayser. Lalu ada croissant dan eclair yang menjadi produk-produk andalan kami. Tourte sendiri merupakan salah satu jenis roti penting dalam kebudayaan kuliner Paris. Kami menemukan resepnya jauh dari ribuan tahun yang lalu.  

    HBI: Apa yang Anda lakukan jika tidak sedang bereksperimen di dapur?

    EK: Saya suka berwisata, bahkan saya pernah mengunjung Bali dan saya menyukai Ubud. Selain itu saya biasanya berkunjung ke galeri seni, dan menikmati karya-karya di sana. 

    HBI: Untuk seseorang yang menciptakan begitu banyak jenis roti, apa yang biasanya Anda santap ketika sarapan?

    EK: Biasanya saya sarapan dengan roti. Memasukannya dalam toaster, lalu mengolesinya dengan butter atau madu. Sederhana. 

    HBI: Adakah hal yang sedang populer di dunia kuliner Paris yang perlu kami ketahui?

    EK: Mungkin hal yang tengah menjadi sorotan di Paris sekarang adalah semakin banyak orang yang sadar untuk mengkonsumsi makanan yang berasal dari bahan-bahan alami. Seperti yang kami produksi di Eric Kayser, roti, pastry, dan makanan yang diolah dari bahan alami yang berkualitas. Ini juga terjadi di New York saya rasa. 

    HBI: Adakah rahasia cara menikmati roti yang bisa Anda bagi pada kami?

    EK: Kebanyakan orang Paris menyukai menyantap croissant bersama kopi. Caranya dengan mencelupkan croissant pada kopi baru memakannya. Dengan begitu rasanya akan lebih lezat ketimbang Anda menyantapnya sendirian. 

    HBI: Terakhir, bisakah Anda merekomendasikan beberapa restoran favorit Anda di Paris?

    EK: Saat saya berada di Paris, saya suka menunjungi bistro di sana. Karena biasanya mereka menyajikan hidangan yang sederhana namun memiliki rasa yang luar biasa. Saya tidak menyukai hidangan yang terlalu sophisticated dan banyak racikan bahan-bahan. Cafe de Flore salah satu coffeehouse terbaik di Paris. Selain itu masih banyak tempat lain dan memang tidak terlalu sulit untuk menemukan makanan lezat dan berkualitas di Paris.

    (Teks dan foto: Daniar Cikita)







- RELATED ARTICLE -