• Fakta-Fakta Brand Saint Laurent

    Fashion / News


    Fakta-Fakta Brand Saint Laurent

    Saint Laurent adalah salah satu rumah mode legendaris di dunia yang paling banyak mengalami perubahan sejak didirikan.


    Rumah mode Saint Laurent sudah ada sejak lama, dan telah melakukan sebuah revolusi dengan mengubah cara berpakaian banyak wanita sejak awal berdiri.

    Didirikan oleh Yves Henri Donat Mathieu-Saint-Laurent sejak tahun 1961, label yang banyak mengalami pergantian direktur kreatif ini tetap mempertahankan kejayaannya hingga sekarang.

    Terinspirasi dari siluet busana pria yang tegas nan tangguh, rumah mode Saint Laurent aktif merepresentasikan sosok wanita modern yang tangguh, elegan dan berani menghadapi dunia melalui koleksi-koleksi rancangannya.

    Cara Yves yang ingin mengubah cara pandang dunia terhadap konsep berpakaian yang dikotak-kotakkan untuk setiap gender, membuatnya menjadi salah satu desainer pertama yang merayakan konsep gender binary yang memudahkan wanita agar dapat tampil elegan tanpa mengorbankan rasa nyaman.

    Untuk merayakan talenta dan kontribusinya di industri mode, Bazaar akan membahas beberapa fakta tentang rumah mode Saint Laurent yang telah melalui banyak perjalanan yang menarik untuk Anda ketahui.


    1. Berawal dari boneka kertas

    Semasa kecilnya, Yves menghabiskan masa kecilnya di Algeria meskipun dirinya dilahirkan di Prancis. Sewaktu kecil, Yves kerap kali diganggu oleh banyak anak seumurannya dikarenakan perilakunya yang pemalu.

    Ia pun 'melarikan diri' dari realitas kehidupannya dengan sering menggambar dan mendesain sesuatu. Dengan menggunakan kain-kain bekas yang ia peroleh dari baju bekas sang Ibu, Yves sering membuat miniatur pakaian-pakaian adibusana.

    Setelah membuat miniatur pakaian, Ia kemudian kerap menggelar pergelaran busana yang ia tempelkan di boneka-boneka di depan teman-teman dan saudara perempuannya.

    Tidak hanya pergelaran, Yves juga membuat sebuah undangan mainan untuk dibagikan kepada teman-temannya. Tidak heran, ketika mulai beranjak dewasa, ia mulai banyak merancang busana untuk Ibu dan saudara perempuannya.


    2. Menggantikan Christian Dior

    Talenta Yves mulai diketahui di tahun 1953, ketika Editor in Chief Vogue Prancis Michel de Brunhoff menunjukkan gambar-gambar sketsa karya Yves kepada desainer Christian Dior. 

    Keindahan sketsa yang dibuat oleh Yves mengantarkannya menjadi asisten desainer di rumah mode Christian Dior pada tahun 1955. Tak lama kemudian, Christian Dior wafat dikarenakan serangan jantung yang menyerangnya.

    Yves pun kemudian didapuk sebagai pengganti Christian dan menduduki posisi sebagai direktur kreatif di rumah mode Christian Dior di usia 21 tahun.


    3. Desainer pertama di Metropolitan Museum of Art

    Sebelum mengadakan sebuah ekshibisi tunggal yang didedikasikan hanya untuk seorang desainer, Metropolitan Museum of Art telah mendedikasikan sebuah ekshibisi untuk mengapresiasi talenta Yves Saint Laurent di tahun 1983.

    Ekshibisi yang diberi tajuk Yves Saint Laurent: 25 Years of Design itu menampilkan 243 koleksi busana karya Yves dan disusun oleh Diana Vreeland selaku Editor in Chief di majalah Vogue pada masa itu.


    4. Melansir tuksedo untuk wanita


    Visi dan Misi Yves dalam mengubah cara berpakaian wanita, ia lakukan dengan menciptakan sebuah tuksedo pertama untuk wanita. Tuksedo bertajuk 'Le Smoking' rancangannya dengan cepat menjadi simbol emansipasi di tahun 1960-an.

    Karya-karyanya yang mengizinkan wanita untuk bergerak bebas dan tampil tidak hanya dengan menggunakan sebuah dress, membuatnya menjadi salah satu desainer yang melakukan revolusi kebebasan berpakaian untuk wanita.


    5. Mengalami banyak pergantian direktur kreatif

    Setelah Yves sukses dengan label eponimnya dan kerap mengeluarkan koleksi-koleksi yang dipuja oleh banyak kritikus mode hingga menjadi lambang revolusi untuk wanita. Di tahun 1998, ia menyerahkan posisi direktur kreatif kepada Alber Elbaz.

    Namun, perbedaan yang terjadi di antara visi dan misi Yves dengan Alber membuat masa jabatan Alber hanya berlangsung selama tiga musim. Setelah keluarnya Alber, rumah mode Yves Saint Laurent kemudian diakuisisi oleh Gucci Group.

    Saat itu Tom Ford ditugaskan untuk turut menjabat sebagai direktur kreatif selagi dirinya menjabat sebagai direktur kreatif di rumah mode asal Italia, Gucci.

    Lagi-lagi, Yves merasa Tom Ford kurang menyampaikan visi dan misi labelnya, hubungan keduanya pun terkenal kurang cocok di masa itu. Sepeninggal Tom Ford, rumah mode asal Paris ini kemudian mendapuk Stefano Pilati sebagai direktur kreatif.

    Stefano yang sebelumnya menjabat di label Miu Miu banyak melansir koleksi-koleksi yang menampilkan nuansa feminin. Setelah 7 tahun menjabat, Hedi Slimane kemudian menggantikan sosok Stefano di rumah mode ini.

    Hedi pun dengan cepat melakukan transformasi terhadap label ini dengan menghapus nama 'Yves' yang kemudian membuat rumah mode ini dinamakan 'Saint Laurent'.

    Tidak hanya itu, Hedi juga mengubah citra rumah mode Saint Laurent menjadi sebuah label yang terinspirasi dari gaya edgy nan glamor di era 1970 hingga 1980-an. 

    Hedi pun kemudian memutuskan untuk hengkang yang kemudian digantikan oleh Anthony Vaccarello yang masih menjabat hingga saat ini.


    (Foto: Courtesy of Instagram.com/@ysl)

     







- RELATED ARTICLE -