• Mengenal Desainer Indonesia: Eddy Betty

    Fashion / News


    Mengenal Desainer Indonesia: Eddy Betty

    Mari simak kisah desainer Eddy Betty yang terkenal akan talentanya dalam membuat bustier yang apik.


    Nama Eddy Betty sudah lama terdengar sebagai seorang desainer yang mahir dalam membuat korset yang indah. Korset-korset rancangannya yang nyaman meskipun berfungsi untuk membentuk tubuh wanita dibuatnya dengan craftmanship yang apik.

    Garis rancangannya yang banyak menyajikan busana yang seksi nan glamor, menjadikannya sebagai desainer yang selalu dituju para wanita Indonesia yang ingin tampil seksi dengan porsi yang pas. 

    Keterampilannya dalam menciptakan korset yang indah, diaplikasikan juga dalam bentuk rancangan kebaya dengan atasan bustier yang membentuk tubuh dengan indah.

    Sejak kecil, Eddy Betty sudah gemar mendandani orang lain yang kemudian terus Ia lakoni hingga Ia beranjak remaja. Dikarenakan pilihannya di waktu itu bukan hal yang umum, keluarganya pun sempat meragukan pilihannya untuk mendalami dunia mode.

    Namun, Eddy tetap mengambil keputusan untuk mendalam industri mode dengan belajar di sekolah mode milik desainer Susan Budihardjo selama setahun lamanya. Eddy pun kemudian meyakinkan keluarganya kembali soal keputusannya untuk semakin serius di dunia mode.

    Ia pun kemudian memutuskan untuk pergi ke kota Paris demi melanjutkan studinya di kota yang merupakan kiblat fashion dunia itu. Kegigihannya untuk menjadi seorang desainer pun disambut baik dengan diterimanya dirinya di Ecole de la Chambre Syndicale, Paris. 

    Bersekolah di Ecole de la Chambre Syndicale kemudian memberi pengaruh besar terhadap garis desain Eddy ketika menjadi seorang desainer. Baginya, hal yang mempengaruhi desainer saat berkarya selain karakter desainernya itu sendiri, haluan yang diterima ketika seorang desainer bersekolah di sebuah institusi juga bisa menentukan garis desain. 

    Namun mengenyam pendidikan di sebuah kota yang menjadi kiblat mode dunia sekaligus pemilik budaya haute couture itu bukanlah menjadi alasan Eddy untuk lebih befokus di couture dibandingkan di ready to wear.

    Di era tahun 90-'-an, untuk dapat selalu memproduksi busana ready to wear bukanlah hal yang mudah, Eddy juga merasa pada masa itu, tren ready to wear lebih fokus di busana kantor dibandingkan busana wanita pada umumnya. 

    Hal itu berseberangan dengan keinginannya untuk membangun atelier miliknya sendiri dahulu, yang menjadikan dirinya lebih banyak membuat busana custom made.

    Garis rancangan Eddy yang sangat dekoratif dan tiga dimensional sejalan dengan keinginannya untuk menjadi seorang arsitek di bidang mode. Keinginannya untuk membuat tubuh wanita yang mengenakan rancangannya tampak terlihat proposional, membuatnya kerap menggunakan korset sebagai bagian dasar busana yang Ia ciptakan.

    "Filosofi saya adalah ketika Anda ingin membuat rumah yang kokoh serta indah maka harus dibuat fondasi yang sempurna dahulu." ujar pria yang gemar belajar dari busana vintage temuannya di vintage store banyak negara ini.

    Tubuh wanita yang memiliki bentuk beragam dan banyak wanita yang tentu ingin menutupi kekurangan mereka, disiasati oleh Eddy dengan bustier yang dapat membentuk tubuh mereka menjadi memiliki lekuk tubuh yang lebih cantik.

    Meskipun dirinya jarang sekali menggelar show tunggalnya, pagelarannya kerap ditunggu-tunggu dikarenakan caranya yang tidak hanya menampilkan busana diatas panggung namun juga menyajikan sisi entertainment yang ciamik untuk para penggemarnya.

    Selain itu, di setiap pagelarannya hampir sederetan busana yang ditampilkan selalu inovatif dan tidak dapat ditebak meski Ia terus menggunakan bustier sebagai ciri khasnya. 

    Inovasinya yang jarang terlihat membosankan banyak Ia dapatkan dari hobi travelling. Baginya, bepergian melihat bagian dunia yang lain dapat memotivais dirinya untuk menjadi jauh lebih baik.

    Melihat pekerjaan orang lain di berbagai belahan dunia dan bepergian ke toko kain di belahan dunia lain membuat dirinya semakin termotivasi. 

    Meski begitu, untuk inspirasinya dalam berkarya,  Eddy tidak pernah melakukan hal khusus demi mendapatkan sebuah inspirasi. Ia justru lebih banyak mendapatkan inspirasi saat Ia tertidur dan bermimpi tentang fashion.

    "Suatu hari, saya pernah bermimpi membuat busana dari bahan transparan berwarna hijau pucat dengan bulatan-bulatan kecil tersebar di seluruh gaun. Biasanya ketika saya masih ingat mimpi saya pada waktu bangun tidur, akan segera saya gambar." ungkapnya kepada Bazaar.


    (FOTO: Courtesy of Instagram.com/@eddybetty)








- RELATED ARTICLE -