• Mengenal Clean Air Running, Olahraga Lari di Udara Bersih

    Culture / News


    Mengenal Clean Air Running, Olahraga Lari di Udara Bersih

    Apa sebenarnya budaya clean air running?


    Lari merupakan salah satu kegiatan yang paling banyak digemari oleh para pencinta olahraga. Bukan hanya karena sifatnya yang fleksibel saja, tetapi Anda juga dapat melakukan aktivitas ini di mana saja dan tanpa alat sehingga tidak perlu mengeluarkan dana apa pun.

    Namun bahaya pencemaran udara telah menjadi masalah bagi Anda yang memiliki hobi lari dan sepertinya tak kunjung menemukan titik terang, apalagi bila Anda tinggal di daerah perkotaan. Penelitian terbaru menemukan bahwa polusi udara telah membunuh lebih banyak orang daripada merokok. Evening Standard, sebuah surat kabar harian lokal asal Inggris juga mengatakan bahwa hampir sembilan juta orang meninggal setiap tahun akibat partikel halus yang dipancarkan dari knalpot mobil, pembangkit listrik, dan pabrik. Hal ini juga diperkuat dengan data yang dibagikan oleh Greenpeace Indonesia. Berdasarkan catatan Greenpeace, sepanjang Januari saja laju rata-rata kualitas udara Jakarta berada di level moderat hingga tidak sehat.

    Lalu bagaimana cara kita mengatasi semua permasalahan ini? 




    Clean air running adalah sebuah komunitas perayaan olahraga dengan udara bersih dan tentunya menjunjung tinggi sustainability. Diinisiasikan pertama kali pada tahun 2016 oleh goNewHavengo dan the New Haven Road Runners, clean air running adalah sebuah gerakkan untuk menciptakan olahraga lari yang sehat dengan mengedepankan udara yang bersih tanpa polusi.

    Di bawah ini adalah beberapa tips yang dapat tim Bazaar berikan untuk Anda agar dapat menerapkan olahraga clean air running:


    1. Cek tingkat polusi udara 


    Sebelum memulai olahraga ataupun segala aktivitas, ada baiknya Anda memantau terlebih dahulu kualitas udara di hari tersebut. Sekarang ini, ada banyak aplikasi pemantau polusi udara yang dapat dengan mudah diunduh di smartphone Anda. Dengan menggunakan aplikasi ini, Anda dapat melacak beberapa poin penting yang perlu diketahui mengenai kondisi udara di lingkungan Anda seperti tingkat nitrogen dioksida serta ozon selama 24 jam terakhir.


    2. Membuat perencanaan rute clean air running

    Jika Anda biasa mempunyai rute lari favorit yang memiliki intensitas laju lalu lintas yang tinggi, mungkin sebaiknya Anda mulai memikirkan untuk menukar rute tersebut dengan daerah yang lebih banyak memiliki ruang hijaunya, dan jangan lupa untuk mencoba berlari pada saat tingkat polusi udara lebih rendah yaitu tidak pada jam sibuk atau juga di pagi hari.  


    3. Berlari bersama komunitas pencinta lari


    Berdua atau bahkan beramai-ramai memang lebih baik bukan ketimbang hanya sendiri? Melibatkan diri dalam kelompok yang gemar berlari akan membuat perencanaan rute dengan udara bersih jauh lebih cepat, mudah, dan tentunya lebih menyenangkan.



    4. Berpartisipasi dalam maraton clean air running


    Setelah rutin bersama komunitas menerapkan gaya lari dengan udara bersih di lingkungan Anda, mungkin ini adalah saat yang tepat untuk berpartisipasi dalam acara maraton bertema clean air running. Saat ini tidak sedikit acara-acara maraton yang digelar mengangkat tema berlari dengan udara bersih. Salah satunya adalah 2020 Run for Clean Air presented by Toyota Hybrids yang akan digelar pada Sabtu, 18 April 2020.


    5. Bijak memilih moda transportasi

    Bijak dalam memilih moda transportasi yang dipakai untuk mempermudah kehidupan aktivitas Anda sehari-hari juga merupakan faktor penting untuk menciptakan udara yang lebih bersih bagi lingkungan bahkan bumi kita. Ketimbang mengendarai mobil atau sepeda motor yang menjadi salah satu penyumbang utama dari polusi udara, memilih menggunakan transportasi umum, bersepeda, skateboarding, atau bahkan hanya sekadar berjalan kaki untuk mencapai tujuan yang berjarak minim akan menjadi pilihan yang sangat baik untuk mendukung menciptakan udara bersih.


    Jadi, sudah siapkah mengubah gaya lari Anda menjadi clean air running?




    (Foto: Courtesy of Instagram/@run, @martechasia , @notjust1run, Twitter @RunForCleanAir )










- RELATED ARTICLE -