• Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Gejala Covid-19?

    Beauty / News


    Apa yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Gejala Covid-19?

    Mulai dari konsumsi obat paracetamol hingga panduan isolasi mandiri, dokter Juliet McGrattan memberikan langkah mudah untuk membantu Anda.


    Terserang virus corona dan Anda tidak yakin apa yang harus dilakukan? Untung saja, bagi sebagian besar orang, mereka akan mendapatkan gejala yang mirip dengan flu ketika terinfeksi virus corona (Covid-19) dan bisa pulih kembali. 

    Meskipun Covid-19 tergolong penyakit yang benar-benar baru dan masih banyak lagi penyakit di luar sana yang belum diketahui, tetap saja ini adalah bentuk virus dan kami mengetahui bagaimana caranya agar Anda dapat pulih dari infeksi yang tengah viral ini. Kabar terkini menyebutkan bahwa lebih dari 80.000 orang di seluruh telah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan di rumah untuk merawat diri Anda sendiri agar kembali sehat dan dapat membantu orang lain di sekitar Anda.

    Jika Anda telah terinfeksi virus corona atau merawat orang lain yang terinfeksi, simak tips mudah berikut dan beberapa catatan yang perlu Anda perhatikan terkait kapan saatnya meminta bantuan medis:

    Lindungi orang lain dari infeksi Covid-19

    Meskipun Anda mengalami gejala yang ringan dan masih bisa melakukan pekerjaan Anda sehari-hari, Anda harus mengisolasi diri sendiri dan orang-orang yang tinggal bersama Anda. Hal ini dilakukan untuk melindungi orang lain yang kondisinya mungkin lebih rentan dan memiliki konsekuensi yang parah jika terinfeksi penyakit ini.

    Sejauh ini, pemerintah menyarankan bagi siapa saja yang memiliki gejala Covid-19 dan tinggal sendiri harus berdiam diri di rumah sampai tujuh hari. Bagi mereka yang tinggal bersama orang lain, maka setiap orang yang ada di rumah itu, baik yang memiliki gejala atau tidak, diharuskan untuk tidak keluar rumah selama 14 hari.

    Jika memungkinkan, siapapun di dalam rumah yang kondisinya rentan seperti orang tua atau mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya tinggal di tempat lain. Alternatif lainnya adalah Anda yang sebaiknya menjauh dari mereka sebisa mungkin. Himbauan ini memang terlhat ketat namun penting untuk menghentikan penyebaran penyakitnya dan kita harus mematuhinya.


    Bantu badan layanan kesehatan selama pandemi

    Ketika Anda merasa tidak enak badan, Anda biasanya menghubungi dokter umum atau badan layanan kesehatan lainnya untuk memastikan keadaan dan meminta arahan. Tetapi ketika semua orang melakukan hal yang sama di tengah pandemi ini, maka sistem mereka akan overload dan akhirnya berakibat sistem down.

    Jika merasa kondisi Anda semakin memburuk dan tidak dapat mengatasinya di rumah atau tidak merasa lebih baik selama lebih dari tujuh hari, maka Anda sebaiknya segera menghubungi badan layanan kesehatan yang sudah ditunjuk untuk melayani kasus virus corona atau menghubungi nomor darurat 119.


    Bagaimana mengobati gejala Covid-19

    Tidak ada pengobatan secara spesifik untuk mengatasi virus corona, sehingga caranya adalah dengan mengelola gejalanya. Dua gejala yang paling umum adalah demam tinggi dan batuk. Anda juga mungkin akan merasa napas menjadi lebih pendek. Gejala lainnya termasuk:

    1. Kelelahan
    2. Sakit kepala
    3. Nyeri otot
    4. Sakit tenggorokan
    5. Hidung tersumbat
    6. Diare yang mungkin terjadi


    Paracetamol atau ibuprofen?

    Obati gejala virus corona dengan cara yang sama saat Anda terserang infeksi virus pada umumnya. Anda bisa mengonsumsi paracetamol untuk menurunkan suhu tubuh serta meringankan nyeri otot dan sakit kepala.

    Ada pertanyaan yang beredar di media sosial tentang apakah penggunaan ibuprofen (dan obat-obatan anti inflamasi nonsteroid lainnya) cocok untuk dikonsumsi saat menderita gejala virus corona. Masih belum ada bukti yang bisa memastikan risiko konsumsi ibuprofen untuk mengatasi virus coronadan badan layanan kesehatan Inggris atau NHS masih menyarankan untuk mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen untuk mengurangi gejalanya. Sebagai pilihan utama, Anda sebaiknya mengonsumsi paracetamol.

    Dosis paracetamol yang dianjurkan bagi orang dewasa adalah 1 gram (dua kali 500 mg tablet) setiap empat hingga enam jam dengan dosis maksimum 4 gram (delapan tablet) selama 24 jam. Jangan mengonsumsinya lebih dari dosis yang telah dianjurkan. Dosis untuk anak-anak bervariasi dan tergantung pada umur serta berat badan, sehingga Anda sebaiknya memeriksa instruksi yang tertulis di kemasan produk.

    Jika Anda mengalami batuk, perbanyak dan sering-seringlah minum air agar tenggorokan Anda lembap. Cobalah untuk minum minuman panas dan dingin, lalu tentukan sendiri mana yang memiliki reaksi yang lebih baik bagi Anda. Madu panas dan lemon biasanya dapat meredakan batuk. Juga, sirup obat batuk dan tablet hisap tenggorokan bisa membantu agar tenggorokan Anda tidak kering sehingga Anda tidak terlalu sering batuk.


    Perhatikan dan rawatlah tubuh Anda

    Mengonsumsi apa yang dibutuhkan oleh tubuh itu penting untuk membantu Anda pulih. Air adalah unsur yang penting karena Anda mudah sekali kehilangan cairan lewat keringat ketika demam, lewat batuk, dan diare.

    Teguklah minuman yang Anda sukai. Air putih pun tidak masalah, namun Anda juga boleh minum jus buah, the herbal, atau cordial jika tidak menyukainya. Sering-seringlah minum sepanjang hari meskipun hanya sedikit. Anda mungkin akan kehilangan nafsu makan, namun jangan terlalu khawatir, minum masih lebih penting.

    Saat makan, pilihlah makanan yang mengandung vitamin dan mineral agar tubuh Anda memiliki tenaga selama masa pemulihan. Buah dan sayuran segar adalah pilihan yang ideal, serta smoothies dan sup juga cocok dikonsumsi bila Anda sedang tidak ingin menyantap makanan padat. Anda akan segera mendapatkan nafsu makan Anda kembali seiring meningkatnya kesehatan Anda.


    Banyak istirahat

    Penyakit ini bisa membuat Anda merasa sangat lelah. Jangan mengabaikannya, pahami kondisi tubuh Anda dan gunakan waktu untuk beristirahat dan tidur sebanyak mungkin. Mungkin sulit untuk mendapat cukup istirahat bagi Anda yang memiliki anak kecil atau sedang merawat orang lain, namun lakukan sebaik mungkin.

    Mintalah orang lain untuk membantu Anda menyelesaikan pekerjaan Anda meski Anda sedang mengisolasi diri di rumah. Mungkin ada tetangga atau teman yang bisa membantu memasakkan makanan untuk Anda dan meninggalkannya di depan rumah. Banyak kafe dan restoran yang menawarkan layanan pesan antar ke rumah, jadi cobalah untuk melihat secara online layanan apa saja yang tersedia di daerah tempat tinggal Anda.

    Untungnya, bagi sebagian besar orang yang menderita gejala Covid-19 yang ringan akan pulih hanya dalam waktu satu minggu. Orang lain mungkin bisa mengalami gejala tertentu seperti kelelahan dalam waktu yang lebih lama. Perhatikan diri Anda sendiri. Tingkatkan aktivitas secara perlahan dan hindari membuat diri Anda merasa tertekan.


    Tetap positif

    Berada dalam kondisi tubuh yang kurang baik dapat memengaruhi kesehatan mental dan umumnya dapat membuat Anda merasa down. Untuk saat ini, kondisi ini benar adanya ketika berita serta unggahan-unggahan di media sosial penuh dengan cerita negatif dan menakutkan. Hal tersebut bisa membuat Anda merasa cemas. Pertimbangkanlah untuk membaca atau mendengarkan perkembangan berita hanya satu kali dalam sehari. Hindari scrolling media sosial.

    Mengisolasi diri sendiri dapat membuat Anda merasa kesepian dan jika Anda tengah berjuang dengan kondisi kesehatan mental yang Anda alami maka ini merupakan waktu yang sulit bagi Anda. Hubungi teman, keluarga, atau organisasi yang bergerak di ranah kesehatan mental dan jelaskan pada mereka bagaimana perasaan Anda. Mengalihkan perhatian Anda dari hal-hal negatif bisa membantu mengangkat semangat Anda kembali.

    Jika Anda hanya bisa berada di atas sofa atau tempat tidur, cobalah untuk membaca buku, menonton film, atau menelepon seorang teman yang selalu membuat Anda tertawa. Cobalah untuk tetap positif dan ingat bahwa Anda akan segera sembuh. Ketika Anda telah pulih, Anda akan menghargai arti kesehatan dan menikmati hidup dengan lebih baik lagi.




    (Penulis: dokter Juliet McGrattan (MBCHB); Artikel ini disadur dari: Bazaar UK; Alih bahasa: Erlissa Florencia; Foto courtesy of: Bazaar UK)







- RELATED ARTICLE -