• Kolaborasi Unik di Koleksi Coach Fall/Winter 2019

    Fashion / Trend


    Kolaborasi Unik di Koleksi Coach Fall/Winter 2019

    Stuart Vevers dan seniman tekstil Kaffe Fassett berkolaborasi di koleksi yang berisi dengan warna-warna psikedelik dan faktor cool.


    Di fashion show-nya kali ini Direktur Kreatif Stuart Vevers menyajikan koleksi yang penuh dengan jukstaposisi antar dua kubu yang berbeda, pretty dengan tough.


    Berkolaborasi dengan Kaffe Fassett, seniman tekstil asal Amerika Serikat, yang terkenal untuk karyanya yang kaya akan warna-warna cerah dan ceria, Stuart Vevers menggabungkan motif-motif khas Kaffe Fassett ke berbagai elemen di koleksi Fall/Winter 2019.



    Mulai dari baju-baju chiffon, jaket, sampai dengan tas jinjing, semua penuh dengan motif-motif spektakuler dan warna-warna ceria ala Kaffe Fassett, yang terlihat cantik dan feminin ketika dilihat secara individual.  

    Namun, elemen surprise kali ini dapat dilihat ketika pieces tersebut dikenakan di runway. Baju chiffon manis bercorak variasi motif bunga-bunga bernuansa ungu di-mix dengan celana kotak-kotak selutut berwarna gelap, baju chiffon cantik bermotif kotak-kotak dipadukan dengan celana basket oversized berwarna hitam.

    Baju-baju midi chiffon dikombinasikan dengan jaket-jaket gombrong yang sekarang sedang trendi di kalangan fashionista, masing-masing dipasangkan dengan sepatu boot ala militer atau sepatu oxford berwarna natural (hitam, putih, krem), sehingga mampu memberikan kesan tough, dan cool.



    Kaffe Fassett bukan nama yang asing di dunia seni dan fashion. Berasal dari kota San Francisco, Kaffe Fassett pindah ke kota London tanpa menyelesaikan kuliahnya di School of the Museum of Fine Arts di Boston. Motif-motif psikedelik yang ceria khas Kaffe Fassett mulai mendunia di tahun '70-an berkat kolaborasinya dengan rumah mode Missoni pada periode tersebut.  

    Estetis dan natural juga merupakan salah satu tema jelas yang dapat kita lihat di runway kali ini. Di dalam urusan beauty, makeup artist terkenal, Pat McGrath dan timnya merias para model wanita dengan makeup seminimal mungkin, rata-rata hanya memakai lip balm tipis. Dari model A-list seperti Kaia Gerber, dan Adesuwa Aighewi, sampai dengan Missy Rayder, yang terkenal di dunia modelling di awal 2000-an, berjalan di runway dengan minimal makeup.

    Yang menarik, rambut para model yang juga dibiarkan senatural mungkin, seperti layaknya rambut mereka sehari-harinya, dengan perkecualian beberapa yang diberikan style kepang oleh penata rambut Guido dan timnya. 



    Sangat menarik, karena pesan beauty ini bertolak belakang dengan standar kecantikan yang marak beberapa tahun belakangan ini, di mana pengaruh media sosial yang sangat besar. Tuntutan tidak tertulis untuk selalu tampil prima di media-media sosial memulai gelombang baru di dunia beauty, di mana full coverage makeup menjadi norma sehari-harian, dan looking flawless adalah standar kecantikan yang ideal.

    Secara keseluruhan koleksi ini sarat dengan pieces yang dapat di-mix dan match dengan mudah. Sentuhan cool-nya Stuart Vevers yang dapat kita lihat pada berbagai elemen di koleksi ini memberikan alternatif ke pretty yang tidak melulu harus manis ataupun flawless.

    Di sisi lain tamu VIP yang hadir antara lagi Michael B. Jordan dan Chloƫ Grace Moretz. Sedangkan influencer Indonesia, Olivia Lazuardi juga tampak menjadi salah satu tamu undangan.



    Foto: Courtesy of Coach









- RELATED ARTICLE -