• Menyambut Pameran Tunggal Srihadi Soedarsono

    Culture / News


    Menyambut Pameran Tunggal Srihadi Soedarsono

    Galeri Nasional Indonesia akan segera menjadi rumah dari 44 karya sang maestro seni lukis.


    Bukan sekadar pameran lukisan bentang alam karya Prof. Kanjeng Pangeran Srihadi Soedarsono Adhikoesoemo, M.A. yang akan dipamerkan mulai pertengahan bulan Maret nanti. Namun juga peluncuran buku tentang 70 tahun sang maestro berkarya.




    Dihadiri oleh Srihadi Soedarsono, Farida Srihadi, Rikrik Kusmara, Jean Couteau, dan Pustanto, konferensi pers yang baru saja diadakan sesaat lalu di JJ Royal Brasserie, Lotte Shopping Avenue, juga dihadiri oleh banyak rekan media yang sudah tak sabar untuk melihat pameran ini.

    Selain menjadi murid Srihadi di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rikrik Kusmara juga berperan sebagai kurator pameran. “Dulunya, saat zaman Jepang, Srihadi juga memiliki peran penting, yaitu sebagai wartawan yang ditugaskan oleh badan penerangan untuk meliput. Karena langkanya kamera pada zaman itu, beliau disuruh meliput dengan sketsa, bukan foto,” ucap Rikrik membuka pembicaraan saat press conference. “Beliau juga menyemangati para pejuang dengan karyanya di gerbong-gerbong kereta,” imbuhnya lagi.



    Berlangsung selama hampir satu bulan penuh, tepatnya tanggal 11 Maret hingga 9 April, pameran yang bertajuk Man x Universe ini akan dilaksanakan di Galeri Nasional Indonesia. 

    Srihadi merupakan pelukis yang hidup dan berkarya dari zaman Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo, namun beliau tidak pernah terpengaruh oleh siapa pun yang sedang menyandang titel tersebut. "Karya saya tidak ada tautannya dengan siapa presidennya. Saya harus memberikan diri saya kebebasan untuk berkarya terlebih dahulu. Menanggapi lingkungan itu memberikan saya dorongan dan semangat untuk berkarya. Saya menjadikan hal ini sebagai seri," pungkasnya tegas menjawab pertanyaan.




    Terdapat 38 lukisan baru di antara 44 karya yang dipamerkan nanti. Karya yang nanti dapat Anda lihat adalah Horizon - The Golden Harvest (2018), Borobudur Drawing (1948), Borobudur - The Energy of Golden River (2017), The Mystical Borobudur (2019), dan Jakarta Megapolitan - Patung Pembebasan Banjir (2020). 

    Terdapat empat pilar besar yang akan mengelompokkan 44 karya Srihadi ini, yakni Social Critics, Dynamic, Human & Nature, dan Contemplation. 

    Menurut Farida Srihadi, sang istri, yang juga menulis buku Srihadi Soedarsono Man x Universe, beliau adalah orang Jawa yang berpendidikan internasional. Terlihat dari karyanya bahwa ia selalu memberontak tentang keadaan di Tanah Air dengan menuangkannya di atas kanvas.

    Jean Couteau, selaku penulis utama, memberi pendapat bahwa karya Srihadi itu memiliki tingkat kesederhanaan yang sangat kompleks. “Tidak banyak seniman yang mampu menggabungkan kedua hal tersebut. Dibutuhkan kecerdasan yang luar biasa.”

    Karya Srihadi merupakan salah satu karya yang dikelilingkan untuk menyampaikan kesan dan pesan positif terhadap masyarakat. Koleksinya juga sering mendapat tanggapan positif dari khalayak luas.


    Srihadi Soedarsono - Man x Universe

    11 Maret - 9 April 2020

    Galeri Nasional Indonesia




    (Fotografer: Eddy Sofyan; Courtesy of Galeri Nasional Indonesia)









- RELATED ARTICLE -