• Karena Virus Corona, Armani Menggelar Fashion Show Tertutup

    Fashion / News


    Karena Virus Corona, Armani Menggelar Fashion Show Tertutup

    Awalnya pertunjukan tersebut akan diadakan hari ini di depan tamu yang biasanya penuh sesak.


    Peragaan busana pakaian wanita dari label Giorgio Armani merupakan salah satu acara yang paling ditunggu-tunggu dalam agenda Pekan Mode Milan, tetapi catwalk tahun ini akan diadakan secara tertutup di tengah ketakutan atas ancaman virus corona.

    Karena penyebaran penyakit tersebut di Italia, pertunjukan musim gugur / musim dingin ini akan diadakan di sebuah teater kosong tanpa tamu, dan disiarkan langsung dari Armani.com dan saluran media sosial milik rumah mode tersebut.

    Menurut sebuah pernyataan yang dilansir dari label tersebut, "keputusan ini diambil untuk menjaga kesehatan semua tamu undangannya dengan tidak meminta mereka untuk menghadiri ruangan yang (biasanya) penuh sesak tersebut."




    Pertunjukan dari label Emporio Armani berlangsung sesuai rencana pada hari Jumat lalu.


    Dijadwalkan berlangsung pada pukul 5 sore CET, para tamu diimbau untuk  ”tidak menghadiri pertunjukan sore ini.”


    Namun pertunjukan dari label Emporio Armani tersebut tetap diadakan pada hari Jumat dan para tamu serta penonton lain tetap dapat menyaksikan pertunjukan tersebut lewat situs resmi Armani.com dan saluran media sosial milik rumah mode tersebut.


    Keputusan tersebut diambil mengikuti berita yang menyatakan bahwa Italia telah menghadapi wabah terbesar dari virus corona  dengan 79 kasus telah dikonfirmasi pada hari Sabtu.


    Perdana Menteri Giuseppe Conte mengumumkan "tindakan luar biasa" sedang dilakukan untuk mengatasi penyebaran, setelah dua warganya dipastikan meninggal karena penyakit tersebut.



    Sepuluh kota di wilayah utara Italia Lombardy diperintahkan untuk menghentikan kegiatan yang tidak penting dan bagi warganya diperintahkan untuk tetap tinggal di rumah.

     

    Kota-kota di Italia telah ditutup setelah virus corona menyerang negara tersebut.

    Diperkirakan 50.000 warga Italia diamankan, sehingga sekolah, bisnis, layanan publik dan upacara keagamaan telah dihentikan sementara.

    Seorang pria berusia 78 tahun dipastikan meninggal di wilayah utara Veneto, dan hanya sejam kemudian, seorang wanita berusia 77 tahun meninggal di Lombardy.

     

    (Penulis:Ciara Sheppard; Artikel ini disadur dari Bazaar UK; Alih bahasa: Janice Mae; Foto: Courtesy of Bazaar UK)














- RELATED ARTICLE -