• Meningkatnya Kepopuleran Barang Antik di Kalangan Milenial

    Culture / News


    Meningkatnya Kepopuleran Barang Antik di Kalangan Milenial

    Kesadaran akan lingkungan menjadi pemicu tingginya minat untuk membeli barang-barang antik.






    Tidak diragukan lagi bahwa saat ini kesadaran orang-orang untuk memanfaatkan sesuatu yang bersifat tahan lama secara persisten semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat baik dari sisi konsumen dan produsen yang sama-sama berusaha untuk membuat gerakan perubahan supaya lebih ramah lingkungan, terutama di industri makanan dan fashion.

    Nampaknya, perubahan ini juga merambah ke bidang interior dan semakin banyak generasi milenial yang berinvestasi di furnitur bekas dan barang-barang antik.

    Menurut data Barneby's, jumlah orang-orang muda yang memilih untuk membeli perabot bekas sebagai penghias rumah mereka kian meningkat. Barnebys sendiri adalah situs pencarian barang antik yang memonitor lebih dari  2000 rumah lelang dan menyediakan lebih dari satu juta barang per harinya.

    Situs tersebut menyebutkan bahwa tingginya minat untuk membeli barang-barang antik di pasaran juga dipengaruhi oleh perubahan tipe pembelinya. Barang ini dulu memang lebih diminati oleh orang tua, namun saat ini para wanita muda lebih sering menjadi pembelinya.

    Tren memiliki barang yang berbeda dan unik memang menjadi kesenangan tersendiri, akan tetapi kecenderungan ini bukanlah hal yang baru. Pandangan mereka untuk mempunyai barang-barang yang bersifat tahan lama berubah terkait dengan kesadaran terhadap lingkungannya. Dengan membeli barang antik artinya tidak ada sesuatu yang perlu diproduksi lagi. Misalnya saja saat membeli pakaian vintage. Hal demikian tentu akan berpengaruh untuk mengurangi jejak karbon atau carbon footprint.





    Salah satu pendiri Barneby‘s, Pontus Silfverstolpe menyampaikan, "Dapat dikatakan bahwa saat ini dunia lelang merupakan industri yang bersifat kontinu. Perubahan pada perilaku konsumen yang didominasi oleh kalangan milenial telah mengundang ketertarikan baru untuk menggunakan barang-barang bekas dan daur ulang. Mereka tahu bahwa barang antik merupakan salah satu upaya untuk mengurangi jejak karbon."



    Ia melanjutkan, "Dapat dilihat dengan jelas bahwa pembeli dari generasi muda saat ini lebih tertarik untuk memiliki barang yang unik, personal, berkualitas, dan tahan lama. Selama beberapa dekade terakhir kita telah banyak menggunakan barang yang kurang berkualitas dan akhirnya menjadi sampah. Hal ini tidak baik bagi kelangsungan bumi yang kita tinggali. Oleh sebab itu, kami dapat melihat banyak anak muda yang secara aktif memilih menghias kediaman mereka menggunakan barang antik dan daur ulang."

    Pontus juga menambahkan bahwa membeli barang-barang bekas dapat menjadi pilihan untuk berhemat untuk para pembeli muda. Mereka bisa mendapatkan sesuatu yang berkualitas tinggi dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan barang baru.


    (Penulis: Amy de Klerk; Artikel ini disadur dari Bazaar UK; Alih bahasa: Erlissa Florencia; Foto: Courtesy of Bazaar UK, Instagram)





    Tags : barang antik






- RELATED ARTICLE -