• Tren Pergantian Logo di Industri Fashion

    Fashion / News


    Tren Pergantian Logo di Industri Fashion

    Ketika para rumah mode dunia berbondong-bondong mengganti logo demi menciptakan efek modern.


    Tren mengganti logo rumah mode sedang digandrungi banyak label luxury dunia saat ini. Keputusan mereka untuk merubah logo menjadi lebih modern tentu bukan sebuah rencana yang mudah dilakukan. 

    Merubah desain logo sudah pasti memengaruhi banyak hal. Di antaranya seperti ingatan publik yang telah melekat pada logo sebelumnya, ciri khas logo label itu sendiri, hingga kontroversi dari para pelanggan label-label tersebut.

    Tren pergantian logo ini juga kerap dipengaruhi oleh maraknya item fashion berhiaskan logo yang sedang digandrungi banyak pencinta mode dunia. Maka itu, para direktur kreatif dari berbagai rumah mode yang sedang menjabat saat ini turut berpartisipasi dengan mengganti tampilan logo ikonisnya agar tetap terlihat relevan dengan zaman.

    Bazaar yakini Anda para pembaca juga sudah menyadari adanya tren pergantian logo yang mengundang opini akhir-akhir ini. Oleh karena itu, Bazaar akan mengajak Anda untuk mengingat kembali logo apa saja yang telah mengalami perubahan di beberapa tahun belakangan ini. Simak daftarnya.


    1. Saint Laurent

    Di tahun 2012, dimana Hedi Slimane baru saja menduduki posisi sebagai direktur kreatif rumah mode Yves Saint Laurent, Hedi langsung mengubah logo ikonis Yves Saint Laurent menjadi Saint Laurent Paris. 

    Ia pun juga mengganti font yang terdapat di logo terdahulu dengan font yang lebih modern, simpel dan terlihat tegas.

    Keberaniannya dalam mengubah logo ikonis yang telah diingat banyak orang itu tentu menuai banyak respon dari berbagai kalangan.


    Banyak orang yang menunjukkan ketidaksetujuan dan menganggap apa yang dilakukan Hedi merupakan aksi yang disrespectful terhadap pendiri rumah mode asal Paris ini, yaitu Yves Saint Laurent. 

    Namun, Hedi menjelaskan alasannya dengan mengatakan bahwa keputusannya dalam merubah logo dan menghilangkan 'Yves' di label ini, merupakan sebuah tanda untuk menunjukkan kepada dunia bahwa label Saint Laurent di bawah arahannya menjadi sebuah label yang mengikuti zaman modern.

    Tidak hanya untuk aspek modernitas, Hedi juga mengatakan melalui sebuah wawancara, bahwa Ia justru mengambil ide nama 'Saint Laurent Paris' sebagai bentuk penghormatan terhadap Yves yang di tahun 1966 menamakan lini ready to wear-nya sebagai 'Saint Laurent Rive Gauche'. 


    2. Maison Margiela

    Beberapa tahun setelah Martin Margiela memutuskan untuk hengkang dari labelnya sendiri, terlihat tidak ada kabar siapa yang menduduki posisi sebagai direktur kreatif rumah mode Maison Martin Margiela tersebut.

    Hingga pada tahun 2015, John Galliano didaulat sebagai direktur kreatif rumah mode beraliran avant garde ini.

    Bersamaan dengan diumumkannya John sebagai direktur kreatif, perubahan pada logo label Maison Martin Margiela juga dilakukan.

    John merubah logo label ini dengan menghilangkan bagian 'Martin' dan merubahnya menjadi hanya 'Maison Margiela'. 

    Seorang perwakilan dari rumah mode asal Paris ini pun akhirnya angkat bicara, ia menjelaskan bahwa alasan John Galliano menghilangkan bagian 'Martin' merupakan cara berkomunikasinya kepada para pencinta mode, bahwa label ini sedang berevolusi maju ke depan. 



    3. Calvin Klein

    Setelah memutuskan untuk hengkang dari rumah mode Dior, Raf Simons meneruskan perjalanan kariernya dengan menjabat sebagai direktur kreatif Calvin Klein.

    Label asal Amerika Serikat yang ikonis dengan desain sportswear dan memiliki aliran minimalis ini dahulunya memiliki sebuah logo yang telah dikenal oleh banyak orang.



    Namun, setelah Raf Simons mulai memimpin label yang berdiri sejak tahun 1968 ini, ia mendapuk graphic designer Peter Saville untuk merubah logo CK yang ikonis menjadi lebih minimalis.

    Logo Calvin Klein yang sebelumnya terdiri dari huruf besar dan kecil, diolah Peter menjadi sederet huruf kapital yang secara jelas menampilkan nama Calvin Klein.

    Raf yang kala itu masih baru menjabat, kemudian menjelaskan melalui akun Instagram resmi @calvinklein, bahwa tujuannya melakukan perubahan adalah bentuk semangat dirinya untuk berkarya sesuai dengan energi orisinil yang selama ini telah sukses dijalankan oleh sang pendiri dan untuk semua yang berkontribusi di perjalanan label Calvin Klein.



    4. Balenciaga

    Tentu Anda masih tak asing dengan logo dari rumah mode Balenciaga yang terdahulu. Terdiri dari font tegas bertuliskan 'Balenciaga' dengan warna dasar hitam dan putih.

    Logo terdahulu rumah mode asal Paris ini kemudian mengalami perubahan ketika Demna Gvasalia diutus sebagai direktur kreatif untuk menggantikan posisi Alexander Wang.

    Di bawah arahan Demna, logo terbaru rumah mode yang memiliki DNA berani ini tidak banyak mengalami perubahan. Hanya pada logo terbarunya kali ini, terjadi penulisan huruf yang lebih bold dibanding font logo sebelumnya.

    Sementara untuk warna backrground logo, yang duhulu menggunakan warna putih kini digantikan dengan warna abu-abu.

    Terobosan Demna yang memutuskan untuk merubah logo pun disambut baik oleh para penggemarnya. Dan seketika itu juga, penerapan bold di logo baru rumah mode ini langsung menghiasi karya Demna untuk rumah mode Balenciaga.


    5. Burberry

    Setelah Balenciaga, label Burberry juga ikut memberikan kejutan untuk penikmat modenya. Lagi-lagi bertepatan dengan pergantian direktur kreatif, label Burberry mengumumkan logo terbarunya diikuti dengan monogram yang mengundang banyak opini.

    Melalui akun Instagram pribadi Riccardo Tisci (sosok yang baru saja menggantikan posisi Christopher Bailey sebagai direktur kreatif Burberry) menunjukkan sebuah logo Burberry yang serupa dengan font baru Balenciaga. 

    Logo yang didesain oleh Peter Saville ini menjadi identitas baru bagi Burberry dengan menampilkan font berefek bold yang kontemporer nan modern.

    Apabila dilihat dari pemilihan font di logo ini, Riccardo pun sepertinya ingin menyuarakan arah label legendaris asal Inggris tersebut dengan mengadopsi tradisi Inggris lewat desain logo terbarunya.

    Hal itu juga ia gambarkan dengan melansir monogram terbaru rumah mode Burberry yang juga di desain oleh Peter Saville.



    Monogram bertajuk 'Thomas Burberry Monogram' yang diambil dari nama pendiri rumah mode Burberry ini di desain menggunakan warna dasar khas Burberry yaitu beige dengan warna oranye yang kontras.

    Kemudian, terdapat juga huruf B yang diwarnai putih di antara setiap garis kotak oranye sebagai penanda. Gebrakan yang dilakukan Riccardo ini pun merupakan hal pertama yang terjadi sejak 20 tahun lamanya, Burberry tidak pernah mengganti desain logo.

    Tidak heran, keputusannya langsung mengundang atensi sekaligus kritik dari para pencinta mode. 



    6. Berluti

    Di bulan April 2018, Berluti menunjuk Kris Van Assche sebagai direktur kreatif. Tahun 2018 tampaknya menjadi tahun dimana banyak desainer meninggalkan jejak mereka melalui logo rumah mode yang mereka pimpin. 

    Kris Van Assche yang baru saja meninggalkan Dior Homme tidak ketinggalan, seperti yang lainnya ia memutuskan untuk merubah logo Berluti dengan font yang lebih modern dan relevan. 

    Walaupun terlihat lebih modern, nyatanya desain logo Berluti yang digarap Kris justru terinspirasi dari engrave di dalam sepatu Alessandro rancangan sang pendiri, Alessandro Berluti. 

    Kris kemudian menambahkan tahun 1895 di bagian atas logo sebagai penanda tahun di mana Alessandro mendirikan label sepatunya.

    Logo ini pun kemudian pertama kali diluncurkan melalui kampanye pertama Berluti saat berada di bawah arahan Kris melalui Instagram @Berluti.



    7. Celine

    Setelah Phoebe Philo mengakhiri jabatannya selama 10 tahun di rumah mode Celine, Ia digantikan oleh Hedi Slimane yang kala itu juga sudah tidak menduduki posisi kreatif di rumah mode Saint Laurent.

    Seperti langkahnya terdahulu di rumah mode Saint Laurent, Hedi pun tak disangka juga merubah logo rumah mode Celine yang sebelumnya menggunakan aksen di atas huruf 'E' dengan menghilangkan aksen 'É'.

    Keputusan Hedi tersebut merebak cepat di dunia maya, sekaligus menimbulkan kontroversi dari para penggemar Phoebe Philo yang saat memimpin rumah mode Celine mendapatkan pujian positif dan menjadi salah satu topik yang paling dibicarakan oleh banyak orang. 



    8. Balmain

    Di antara tren pergantian logo yang terjadi dan diisukan oleh para direktur kreatif yang baru saja menduduki posisi mereka, Olivier Rousteing selaku direktur kreatif Balmain juga mengikuti jejak mereka.

    Font logo minimalis dan modern juga diusung oleh Olivier dengan menggunakan talenta Adulte Adulte. Penambahan logo menyerupai emblem yang terdiri dari huruf 'P' dan 'B' yang disatukan juga tampak diaplikasikan di bagian atas tulisan 'Balmain'.

    Emblem dengan font yang beraliran klasik itu seakan merepresentasikan ciri khas desain Balmain yang merupakan perpaduan gaya klasik dan modern.

    Tidak hanya itu, huruf 'P' dan 'B' yang disatukan juga merupakan cara Olivier mengaplikasikan inisial Pierre Balmain selaku pendiri label asal Paris ini.

    Huruf yang berbentuk seolah huruf 'B' ini sendiri mengambil inspirasi dari monogram karya Pierre terdahulu dan yang akan diterapkan oleh Olivier untuk desain-desainnya di koleksi mendatang.


    (Layout: Tevia Andri; Foto:Goran Bogicevic©123RF.com, Joep Poulssen©123RF.com,  Courtesy of Maison Margiela, Instagram.com/@Calvinklein, @balenciaga, @riccardotisci, @berluti, @celine, @balmain)











    Tags : logo, fashion






- RELATED ARTICLE -