• 20 Rekomendasi Buku Untuk Memulai Hidup Minimalis

    Culture / Tips


    20 Rekomendasi Buku Untuk Memulai Hidup Minimalis

    Jadikan hidup lebih sederhana dan bermakna.


    Beberapa waktu silam, makna kata minimalis hanya identik dengan konsep desain baik fashion maupun arsitektur. Kini, minimalis menjadi gaya hidup. Tuntutan zaman yang semakin maju menyebabkan makna hidup semakin tidak jelas, di saat segala sesuatu didasarkan pada materi dan kepemilikan.

    Untuk sebagian kalangan, hal ini menjadi titik jemu di mana makna hidup tak hanya dapat diukur dari benda apa yang dimiliki. Kejenuhan tersebut menyebabkan sebagian besar manusia mulai sadar dan mengubah arah hidup ke prinsip less is best.

    Tidak ada lagi keterikatan dengan materi atau benda fana. Manusia tetap dapat hidup tanpa kehilangan esensi dari kehidupan itu sendiri. Justru hidup mencapai titik maksimal dalam keadaan minimal. Berikut suguha Bazaar akan 20 rekomendasi judul buku pengantar bagi Anda yang ingin mencoba hidup minimalis.


    1. Goodbye Things – Fumio Sasaki


    Menyingkirkan segala hal yang tidak perlu. Fumio Sasaki, melalui bukunya yang bertajuk Goodbye Things akan membuka perspektif baru bagi para pembacanya. Ada kebahagiaan sesungguhnya dalam hidup sederhana. Buku best-seller ini dipublikasikan oleh Penguin Books Ltd.


    2. L’Art de la Simplicite – Dominique Loreau


    Dominique Loreau, si pengarang buku mengaku terinspirasi dari filisofi hidup saat ia berdomisili di Jepang. L’Art de Simplicite merupakan sebuah buku setebal 256 halaman yang akan memberikan Anda tips berguna untuk mengutamakan kebutuhan esensial di atas segalanya.


    3. All You Need is Less – Vicki Vrint


    Kita hidup di zaman serba sibuk di mana segala sesuatu dituntut instan dan terburu-buru. Sehingga, sering kali kita tidak memiliki waktu untuk sekadar bernapas sejenak. Ide dan tips dari Vicki Vrint dalam bukunya yang berjudul All You Need is Less dijamin bermanfaat.


    4. The Joy of Less – Francine Jay


    The Joy of Less merupakan buku karya penulis Francine Jay. Ia menjabarkan melalui kekayaan literatur bahwa hidup secukupnya merupakan kunci kebahagiaan. Dirilis di awal April 2016, hingga saat ini bukunya terus dicari para pencinta literatur. Lebih spesifik lagi, yang ingin mencoba menerapkan hidup minimalis.


    5. The Art of Simple Living – Shunmyo Masumo


    Berbasis kepada ajaran Buddha di mana ‘zen’ harus dicapai dalam kehidupan keseharian kita, Shunmyo Masumo mengajarkan kita untuk tetap tenang dan lepas dari keterikatan terhadap benda, melalui bukunya yang berjudul The Art of Simple Living.


    6. Easy Minimalist Living – Jennifer Nicole


    Sedangkan, Easy Minimalist Living karya Jennifer Nicole lebih berfokus kepada gaya hidup minimalis yang dimulai dari rumah sendiri. Cara Anda menata rumah dan memilih benda yang berhak berada di dalamnya, menjadi penentu kesuksesan gaya hidup minimalis.


    7. Minimalism - Joshua Fields Millburn and Ryan Nicodemus

    Joshua Fields Millburn dan Ryan Nicodemus mengajarkan bahwa dengan hidup minimalis dan melepaskan segala keterikatan materi di masa lalu akan membuka peluang baru di hari esok. Kedua sosok muda ini menjadi panutan penganut hidup minimalis.


    8. New Minimalism – Cary Telander Fortin


    Merelasikan konsep ruang minimalis yang berhubungan dengan psikologi keberadaan manusia. Cary Telander Fortin mengemukakan melalui bukunya, New Minimalism, jika kedua hal tersebut saling terkait dan berpengaruh. Fakta bahwa benda terkait dengan kadar emosional manusia amat menarik untuk diulas.


    9. The Capsule Wardrobe – Wendy Mak


    Disuguhkan terutama untuk Anda para pencinta fashion atau lebih spesifik lagi Anda yang bermasalah dengan kondisi lemari yang membludak dengan koleksi fashion. Bersama Wendi Mak, Anda akan belajar bagaimana menjadi seseorang yang lebih bijak dalam berbelanja dan mengatur isi lemari pakaian. Karena hal tersebut ternyata berhubungan dengan kebahagiaan hidup!


    10. Ottolenghi SIMPLE – Yotam Ottolenghi

                                                                                                                                                                    

    The Sunday Times dan New York Times Bestseller. Ada alasan di baliknya. Semua mengenai Ottolenghi SIMPLE karya Yotam Ottolenghi memang membuat hidup menjadi lebih sederhana. Berisi resep kuliner mudah dan berkualitas, buku ini didukung suguhan visual fotografi atraktif.


    11. Minimalism For Families – Zoe Kim


    Sendiri, mungkin esensi minimalis lebih menjadi realistis. Tetapi bagaimana cara memulai hidup minimalis dalam keluarga? Unik dan menyenangkan. Dua kata yang mendeskripsikan bagaimana Zoe Kim melontarkan tips tersebut melalui bukunya Minimalism For Families.


    12. Essentialism: The Disciplined Pursuit of Less – Greg McKwoen


    Buku karangan Greg McKwoen yang berjudul Essentialism: The Disciplined Pursuit of Less akan menjadi acuan berpikir baru akan makna produktivitas. Dengan cara menyederhanakan suatu hal, maka produktivitas akan meningkat. Salah satunya, dengan belajar menjadi hidup secara minimalis dan esensial.


    13. Minimalist Living Made Simple – J N Lee


    Minimalist Living Made Simple mengajarkan bahwa untuk mempraktikkan gaya hidup minimalis ternyata tidak sesulit itu. Tidak ada yang perlu ditakutkan. Justru J N Lee menjelaskan bahwa hidup minimalis bagi sebagian besar orang tidak hanya membuat lebih bahagia, tetapi juga berdampak baik bagi kesehatan.


    14. Down To Earth – Rhonda Hetzel


    Down To Earth mengulas mengenai pengalaman pribadi si penulis sendiri. Rhonda Hetzel menceritakan mengenai proses perjalanannya untuk praktik hidup esensial, di mana pada akhirnya ia menemukan makna kebahagiaan dari keputusannya tersebut. Buku ini terdiri dari total 336 halaman.


    15. A Book of Simple Living – Ruskin Bond


    Mengisahkan tentang kehidupan di kawasan perbukitan Himalaya, A Book of Simple Living menorehkan rasa damai. Ruskin Bond menceritakan dengan lugas mengenai keindahan alam dan detail kecil dalam kehidupan yang membawa kebahagiaan sesungguhnya. Seketika, materi dunia bukan lagi menjadi prioritas.


    16. The Abundance of Less – Andy Couturier


    Ada begitu banyak hal yang bisa didapatkan justru dalam keadaan kita hidup secukupnya. Mengungkit mengenai kehidupan nyata 10 profil terpilih, Andy Courtier dan bukunya yang berjudul The Abundance of Less memberikan pengertian baru akan makna hidup.


    17. Sewing Your Perfect Capsule Wardrobe - Arianna Cadwallader


    Tidak perlu semua dimiliki, cukup beberapa, tetapi yang paling penting. Kalimat barusan adalah prinsip dasar dari kemunculan metode ‘capsule wardrobe.’ Bagaimana cara tepat untuk memulainya? Arianna Cadwallader membahas lengkap melalui bukunya, Sewing Your Perfect Capsule Wardrobe.


    18. Digital Minimalism – Cal Newport


    Era digital memberikan kemajuan dan keuntungan. Tetapi apa jadinya jika teknologi justru memberi efek adiktif yang menjadi racun? Untuk sejenak nikmati momen dengan detoksifikasi akan digitalisasi yang menjadi kebahagiaan langka. Cal Newport menjelaskan di buku berjudul Digital Minimalism.


    19. Minimal – Madeleine Olivia


    Dirilis di awal tahun 2020, buku setebal 320 halaman karya Madeleine Olivia mencuri perhatian. Seolah mendobrak tren serta fenomena hidup saat ini, buku berjudul Minimal justru membawa pembacanya untuk melihat dari sudut pandang berbeda yaitu hidup dari kecukupan.


    20. Why Things Matter To People - Andrew Sayer

    Buku terakhir yang akan Bazaar bahas merupakan karya dari penulis Andrew Sayer. Why Things Matter To People akan bicara kepada masyarakat masa kini di mana setiap pembacanya akan diingatkan untuk kembali kepada keberadaan yang lebih penting daripada segala hal yang bersifat materi. Dipublikasikan oleh Cambridge University Press di Britania Raya.




    (Foto: Courtesy of www.bookdepository.com)








- RELATED ARTICLE -