• Rangkuman Tahun 2016 Editor Bazaar

    Culture / News


    Rangkuman Tahun 2016 Editor Bazaar

    Para editor Harper's Bazaar Indonesia masing-masing merangkum momen terbaik, terburuk, dan terkonyol sepanjang tahun 2016.


    Saat akhir tahun seringkali turut menjadi kesempatan untuk mengingat kembali apa saja pencapaian dan momen yang membekas selama sepanjang tahun tersebut.

    Tidak terkecuali dengan kami, para editor Bazaar. Momen-momen ini kami kenang untuk bersyukur dan bersiap menyambut tahun baru dengan harapan yang juga baru.

     

    Ria Lirungan - Editor in Chief

    Momen Terbaik: Kejutan hujan salju saat sedang liburan musim semi.

    Momen Terburuk: My four-legged boy passed away.

    Momen Terkonyol: Makan enam kali dalam waktu 8 jam di Cirebon.

     

    Didi Budiardjo - Desainer Fashion dan Konsultan Kreatif Bazaar Indonesia

    Momen Terbaik: Setiap pagi saat saya bangun tidur dan bersyukur I'm still alive and do what I love.

    Momen Terburuk: Kabar buruk tentang wanita ikonis yang meninggal dunia, China Machado dan Franca Sozzani, Katie May, Richard Nicoll, Betsy Bloomingdale, Sonia Rykiel, daftarnya bertambah terus.

    Momen Terkonyol: Berita yang kita asumsi terlalu banyak dan terkadang kita ketinggalan satu atau dua berita. Contohnya: a dear friend of mine terkesima dengan PPAP setelah beberapa bulan dan ingin melakukannya. We think it's so yesterday. Telaaaatt

     

    Michael Pondaag - Head of Fashion Stylist

    Momen Terbaik: Menikmati Moscow di saat musim panas.

    Momen Terburuk: I lost my grandma di tanggal 1 Januari.

    Momen Terkonyol: Saya pernah memanggil Stella Rissa dengan sebutan "Vera" karena saat melihat dia, di kepala saya berpikir dia mirip dengan Vera Wang. Saat akan dikenalkan dengannya oleh salah seorang kolega kantor, saya dengan percaya diri mengatakan: "Sudah kenal kok. Vera kan?"

     

    Febe R. Siahaan - Managing Editor

    Momen Terbaik: Nonton konser Coldplay sambil liburan berdua suami di Melbourne.

    Momen Terburuk: Kehilangan surat berharga secara misterius. Still a mystery until now.

    Momen Terkonyol: Disangka orang lain oleh dua orang berturut-turut hanya dalam jeda waktu 2 detik. Mereka menyapa sambil cium pipi kanan dan kiri! Awkward...

     

    Stella Mailoa - Digital Managing Editor

    Momen Terbaik: Saat memperkenalkan permainan Dutch Blitz kepada hampir semua teman-teman sekantor, dan mereka sekarang 'kecanduan'. Blitz!

    Momen Terburuk: Anytime saat pengunjung website harpersbazaar.co.id tidak sesuai harapan.

    Momen Terkonyol: Jalan-jalan keliling Museum Kimchi di Seoul mengenakan kostum tradisional Hanbok dengan teman yang baru kenal 2 hari.

     

    Erica Arifianda - Beauty Editor

    Momen Terbaik: Finally menikah!!! Setelah 10 tahun merenda kasih.

    Momen Terburuk: Berat badan naik 7 kilogram sesaat setelah beberapa bulan menikah!!! OMG!!!

    Momen Terkonyol: Berpapasan dengan Coco Rocha di backstage NYFW 2017. Dan baru sadar 30 menit kemudian saat melihat ia duduk di front row.

     

    Ardani Sesotyasari - Beauty Editor

    Momen Terbaik: Hamil anak kedua.

    Momen Terburuk: Terlalu banyak konflik kemanusiaan di negara sendiri dan negara lain.

    Momen Terkonyol: Tidak terhitung.

     

    Veronica Arviana - Fashion Editor

    Momen Terbaik: Memulai bisnis food and beverage kecil-kecilan.

    Momen Terburuk: Berat badan naik sepanjang tahun ini.

    Momen Terkonyol: Berat badan bertambah naik secara drastis yang Stella Mailoa alami di akhir tahun 2016

     

    Gusti Aditya Medika - Fashion Editor

    Momen Terbaik: Solo traveling ke kota-kota Eropa: Prague, Budapest, Vienna, dan Hallstatt.

    Momen Terburuk: Tidak bisa extend saat sedang business trip di Seoul. Penasaran kah Anda? Hahaha

    Momen Terkonyol: Terpilih sebagai predikat terbaper oleh anak kantor. Masa sih??? *sambil mata berkaca-kaca*

     

    Chekka Riesca - Fashion Editor

    Momen Terbaik: Nonton Bob Dylan di Tokyo saat ulang tahun, nonton Radiohead di Tokyo, dan dapet hadiah ulang tahun berupa tiket ke London.

    Momen Terburuk: Had the worst heartbreak everrrr.

    Momen Terkonyol: Sakit perut 3 hari akibat kebanyakan makan tahu bulat + makaroni pedas.

     

    Ardhana Utama - Fashion Reporter

    Momen Terbaik: Menginjakkan kaki pertama kalinya di Tokyo.

    Momen Terburuk: Menunggu operasi ayah di rumah sakit.

    Momen Terkonyol: Paspor tertahan di kedutaan saat harus berangkat ke luar negeri.

     

    Anindya Harahap - Feature Editor

    Momen Terbaik: Akses VIP festival musik Ultra di Jepang.

    Momen Terburuk: Om kesayangan meninggal dunia.

    Momen Terkonyol:

     

    Verra Kusumamenggala - Feature Reporter

    Momen Terbaik: Got engaged in the simplest way.

    Momen Terburuk: Kemudian... cincin tunangan hilang saat trip bersama calon mertua.

    Momen Terkonyol: Diusir oleh sesama penumpang Uber Pool padahal dia yang kurang mengerti cara menggunakan Uber Pool.

     

    Daniar Cikita - Digital Feature Writer

    Momen Terbaik: Tahun ini bisa menghabiskan hari ulang tahun dengan orang terdekat, plus bertemu dengan teman-teman baru yang kini jadi sangat dekat seperti keluarga! I'm meeting lots of new friends this year!

    Momen Terburuk: I got sick several times this year and it cost hella of money!

    Momen Terkonyol: Menjadi bagian dari negara yang fokusnya cepat berubah, dari mulai tren Awkarin, konflik terkait isu SARA, Young Lex, foto pahlawan di uang baru, hingga yang terakhir Om Telolet Om. Sesungguhnya jadi masyarakat Indonesia bisa jadi pengalaman hidup yang konyol. 

     

    Arinta Wirasto - Digital Fashion and Beauty Writer

    Momen Terbaik: Kembali menjadi single and ready to mingle! ;)

    Momen Terburuk: Terlepas dari hubungan jangka panjang.

    Momen Terkonyol: Berkali-kali salah menyapa orang

     

    Bungbung Mangaraja - Digital Fashion and Beauty Writer

    Momen Terbaik: Menjadi bagian dari Harper's Bazaar Indonesia di bulan Maret lalu. It's unbelievable!

    Momen Terburuk: Single saat melewati hari ulang tahun.

    Momen Terkonyol: Saat memutuskan untuk hidup mandiri di sebuah kost. Bahkan saya harus belanja kebutuhan sehari-hari di pasar terdekat, but it's really fun!

     

    Erlissa Florensia - Editorial Support

    Momen Terbaik: Bergabung dengan tim Harper's Bazaar Indonesia.

    Momen Terburuk: Belum sempat mengambil kursus Bahasa Jerman.

    Momen Terkonyol: Didandani menjadi seorang wanita feminin lengkap dengan clutch dan heels saat menghadiri acara kantor.

     

    Astis Abiprasiasti - Asst. Coord. Artistic

    Momen Terbaik: Kumpul bersama saudara dan keluarga besar di hotel yang sama saat ada acara pernikahan.

    Momen Terburuk: Anak saya mengalami kecelakaan yang menyebabkan tulang di tangannya patah.

    Momen Terkonyol: Di-bully satu geng karena salah komentar tentang satu foto teman-teman yang sedang berkumpul di Singapura. Saya menyesal tidak bisa bergabung dengan mereka karena mengira mereka bertemu di Pondok Indah Mall.

     

    Ifni Isauria - Desainer

    Momen Terbaik: Saat ulang tahun diberi kejutan 3 kali dari oleh tiga teman-teman baik dan dihadiahi lukisan oleh seseorang yang baru dikenal. Dan nonton konser-konser band kesukaan.

    Momen Terburuk: Patah hati hehe

    Momen Terkonyol: Diberitahu: "I love you" oleh mas Gojek waktu mau tutup telepon.

     

    Yellsa Nurila Indah - Desainer

    Momen Terbaik: Menemukan pasangan baru.

    Momen Terburuk: Kehilangan kucing kesayangan.

    Momen Terkonyol: Lari-lari bawa koper mengejar ketinggalan kereta di Bandung.

     

    Ika Wahyuni - Desainer

    Momen Terbaik: Bisa memenuhi keinginan dan menyisakan waktu untuk traveling dan hiking, serta menikmati sunrise di Bukit Sikunir, Dieng.

    Momen Terburuk: Kucing meninggal karena menghirup bensin. Umurnya masih 3 bulan dan saya menangis selama 3 hari.

    Momen Terkonyol: Hampir ketinggalan kereta karena sulit mendapatkan taksi. Saya melompat masuk ke dalam kereta yang sudah berjalan pelan. 

     

    (Foto: Christian Chan/Shutterstock.com)


    Tags : news,






- RELATED ARTICLE -