• Etika Meminum Sampanye

    Culture / Tips


    Etika Meminum Sampanye

    Seputar apa yang boleh dan tidak boleh Anda lakukan ketika meminum sampanye.


    Menjelang akhir tahun artinya musim untuk berpesta telah dimulai. Sebelumnya Bazaar telah merangkum serba-serbi wine serta trik memasangkan wine dengan makanan untuk Anda yang hendak menggelar atau menghadiri pesta akhir tahun.

    Bicara tentang etika berpesta, tahukah Anda bahwa ada etika tersendiri dalam meminum sampanye?

    Mengenai elemen gaya hidup ini, Bazaar UK berbicara dengan Francoise Peretti, Direktur Champagne Bureau yang memaparkan seperti apa etika modern dalam meminum sampanye.

    1. Jangan meminum sampanye dari gelas flute atau coupe.

    "Bentuk gelas akan berdampak pada rasa dan aroma yang dikeluarkan oleh sampanye. Gelas berbentuk menyerupai bunga tulip adalah jenis gelas yang paling tepat untuk menyajikan sampanye, karena akan memperkuat aroma dan rasa."

    2. Sediakan sampanye dalam ukuran magnum.

    "Magnum merupakan istilah untuk sampanye dalam ukuran 1,5 liter yang sama dengan dua botol sampanye ukuran reguler. Kini magnum menjadi sangat populer dan ini juga didukung oleh volume yang tepat untuk disajikan pada 4-6 orang tamu. Selain itu, ukurannya yang besar bisa menjadi elemen pencuri perhatian dalam pesta."

    3. Rosé kini menjadi semakin digemari.

    "Rosé champagne tak bisa dipungkiri semakin populer.  Data statistik terbaru menunjukkan,  kuantitas vintage rosé yang diekspor ke UK pada 2015 naik hingga 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya."

    4. Ragam makanan untuk dipasangkan dengan sampanye.

    "Sampanye bisa dipasangkan dengan makanan tradisional dan varian makanan lainnya. Misalnya, Chardonnay-based champagne cocok dipasangkan saat sarapan dengan omelette, scrambled eggs, egg Benedict, atau Florentine dan smoked salmon."

    "Sementara vintage champagne akan sangat cocok disandingkan dengang daging ayam atau kalkun."

    "Terakhir, rosé champagne bisa melengkapi hidangan smoked salmon atau goat cheese. Maka jika Anda mengundang teman-teman pencinta hidangan ikan, Anda wajib menyajikan rosé champagne bersama grilled salmon steaks dan king prawns."

    5. Sampanye terbaik tak selalu berarti yang termahal.

    "Ingatlah bahwa, sampanye terbaik merupakan sampanye yang paling Anda sukai. Jadi percayalah pada selera Anda."

    6. Sampanye harus disajikan pada temperatur 8 - 9°C

    "Tips untuk mendinginkan botol, taruh botol di bagian bawah kulkas Anda selama 3-4 jam dalam campuran es batu dan air, sampai 30-50 menit sebelum disajikan. Air menjadi kunci penting untuk mendinginkan sampanye, karena es batu saja akan membutuhkan waktu lama untuk mencapai temperatur yang sempurna."

    7. Ada berbagai seni membuka botol sampanye.

    "Dua tips yang wajib diingat untuk membuka champagne: selalu tempatkan jempol Anda pada bagian cork, setelah muselet (kawat pengikat) dibuka dan selalu ingat untuk memutar botol, bukan cork. Hal ini akan memastikan cork terbuka dengan mudah dan sampanye akan terbuka tanpa perlu tumpah."

    8. Clinking (membenturkan gelas) bukanlah hal yang kuno.

    "Clinking masih menjadi bagian yang seru dan elemen penting dalam perayaan."

    9. Tren sampanye di masa yang akan datang adalah demi-sec.

    "Sec dan demi-sec merupakan klasifikasi sampanye berdasarkan kandungan gula di dalamnya. Sec memiliki kandungan gula sebanyak 17-35 gram, sementara demi-sec mengandung 33-50 gram. Rasa manis yang dikandung oleh sampanye akan berpadu pas dengan rasa manis dari hidangan penutup. "

    Jadi, selamat berpesta!

     

    (Alih bahasa: Daniar Cikita. Foto: Courtesy of Rex Feature)


    Tags : news, culture




- RELATED ARTICLE -