• Mengungkap Beberapa Mitos Perawatan Kulit

    Beauty / News


    Mengungkap Beberapa Mitos Perawatan Kulit

    Dalam episode Derm Reacts ini, Dr. Michelle Henry meluruskan mitos kulit yang umum.


    Bagian komentar YouTube selalu menjadi sarang perselisihan dan perdebatan. Tetapi dalam video Go To Bed With Me kami — mengintip ke dalam rutinitas malam para selebriti, pakar, dan influencer favorit kami — mitos dan fakta seputar perawatan kulit dalam komentar berada pada tingkat yang berbeda. Dalam episode Derm Reacts ini, kami mengundang ahli kulit tersertifikasi Dr. Michelle Henry untuk menjawab beberapa komentar paling populer di episode Go to Bed with Me. Dr. Michelle, yang berfokus kepada segala hal mulai dari konsultasi jerawat hingga botox dan filler di Laser & Skin Surgery Center New York, mempertimbangkan segala hal mulai dari cara memilih pembersih yang tepat hingga apakah Anda harus mengolesi jus lemon di wajah Anda.

    "Saya tidak punya satu metode pembersihan khusus yang dapat saya rekomendasikan untuk semua pasien," Dr. Michelle memulai episode tersebut. "Yang benar-benar penting adalah Anda tahu jenis kulit Anda."

     


    Apakah Anda harus menyediakan beberapa pilihan untuk pembersih kulit?

    Mengubah rutinitas perawatan kulit harian Anda dapat memberikan rasa takut. Dengan melakukan hal tersebut, beberapa orang mungkin berpikir, dapat menyebabkan jerawat keluar atau memperparah bagian sensitif dari wajah Anda. Namun, Dr. Michelle memberi lampu hijau pada trik perawatan kulit ini. "Kulit kita berubah," katanya. "Cuaca berubah. Lingkungan mikro kita juga berubah dari hari ke hari. Dan beberapa hari, saya memiliki tipe kulit normal dan kombinasi. Namun ada beberapa hari yang lain tipe kulit saya adalah kering dan beberapa hari berminyak. Dan saya benar-benar harus mengganti produk  pembersih harian atau mingguan berdasarkan kebutuhan kulit saya."


    Apakah jus Lemon baik untuk kulit?

    Jika Anda ingin menggunakan semua perawatan alami, mungkin Anda akan tergoda untuk menginjeksi lemon atau buah jeruk lainnya ke dalam rutinitas perawatan kulit harian. Namun, itu adalah sesuatu yang Dr. Michelle tidak sarankan. "Lemon bisa benar-benar bisa membuat kulit Anda kering," katanya. "Ini sebenarnya bisa sangat berbahaya bagi kulit. Lebih jauh lagi, buah jeruk juga dapat menyebabkan sesuatu yang kita sebut phytophotodermatitis." Phytophotodermatitis adalah jenis dermatitis yang menyebabkan peradangan kulit ketika terkena sinar matahari.



    Untuk melihat video penjelasan dari Dr. Michelle dalam episode Go to Bed with Me, tonton video lengkap di atas.



    (Penulis: Chelsey Sanchez; Artikel ini disadur dari Bazaar US; Alih bahasa: Janice Mae; Foto: Courtesy of Bazaar US)








- RELATED ARTICLE -