• Profil Desainer Muda: Sheila Agatha

    Exclusive Features / Exclusive Features


    Profil Desainer Muda: Sheila Agatha


    Salah satu desainer yang terpilih mewakili Indonesia untuk ajang kompetisi Asia's New Generation Fashion Designer Award di Bangkok, Thailand.

     

    Tentang Sheila

    Sheila Agatha Wijaya berasal dari sebuah kota kecil di Jawa Tengah. Pendidikan fashion-nya dimulai dari kursus di Raffles Design Institue di Malaysia dan mendapatkan gelar Fashion Diploma selama dua tahun. Kemudian dia melanjutkan pendidikannya dan meraih gelar Fashion Degree di Raffles Design Institute di Singapura. Pada bulan Desember 2011, dia lulus dan menjadi konsultan fashion untuk salah satu TV di Singapura, Media Corp. Di bulan Meri 2012, dia memutuskan mencoba dunia bridal dengan bergabung bersama salah satu label bridal di Singapura. Pada akhir tahun lalu, dia kembali ke Indonesia untuk menekuni bisnis menggunakan labelnya sendiri.

     

    Tentang Moonshine

    Nama ini merupakan nama koleksi Sheila pada ajang Asia's New Generation Fashion Designer Award lalu. Koleksinya terinspirasi oleh fotografi seniman Jerman Karl Bloosfeldt dan kartu tarot High Priestess. Pengaruh karya seniman Karl terfleksi dengan bentuk siluet dalam koleksi ini yang menampilkan ciri struktural dan kuat. Bahan bertekstur sengaja dipilih sebagai detailnya sekaligus palet monokromatis yang ada dalam karya seni tersebut. Sedangkan untuk inspirasi kartu tarot, sosok misterius sekaligus feminin dihadirkan dengan material lembut yang dikemas dengan teknik drapery serta bahan yang melambai.

     

    Tentang Bazaar Fashion Festival 2013

    Harper's Bazaar Indonesia (HBI): “ Seperti apakah proses persiapan dalam membuat koleksi busana untuk ANGFDA ? “

    Sheila Agatha (SA) : “Proses persiapan untuk kompetisi Harper's Bazaar sendiri dimulai dari pencarian inspirasi untuk koleksi saya, lalu dari inspirasi tersebut saya tuangkan elemen - elemen ke dalam desain saya. Setelahrough sketch saya selesai, dari situ saya kembangkan saya kembangkan lagi sketch saya agar benar - benar menghasilkan desain yang matang sebagai final sketch saya. Lalu sayahunting kain yang akan saya gunakan untuk koleksi ini, untuk memutuskan kain yang paling sesuai.”

    HBI: “Bagaimana perasaan setelah memenangkan ajang ANGFDA di Indonesia ?”

    SA: “Yang pertama, jelas senang dan bahagia karena saya merasa hasil kerja keras saya diakui oleh para juri, dan yang kedua saya merasa sangat bangga untuk bisa mewakili negara saya, Indonesia di ajang Asia'S New Generation Fashion Designer Award.”

    HBI: “Harapan untuk ajang ANGFDA di Bangkok ?”

    SA: “Harapan saya adalah bisa memberikan yang terbaik dari diri saya sehingga dapat membuat Indonesia bangga juga makin menggaungkan nama Indonesia dalam fashion world di kancah dunia.”

    HBI: “Seperti apakah perbaikan yang Anda lakukan setelah proses tutorial dengan desainer Didi Budiardjo dan Joe Lim ?”

    SA: “Perbaikan - perbaikan yang dilakukan lebih ke technical problem, yang saya rasa masih kurang sempurna dan masih perlu banyak belajar lagi. Saya merasa benar - benar dibantu oleh Mr. Didi Budiarjo dan Mr. Joe Lim, karena mereka bukan hanya memberitahukan apa yang kurang dari desain saya, tetapi juga memberikan masukan - masukan yang profesional unutk membantu saya membuat koleksi yang lebih kuat dan matang.”

     

    (Teks: Muhammad Aziz ; Foto: Rinal Wiratama)








- RELATED ARTICLE -