Type Keyword(s) to Search
Harper's BAZAAR Indonesia

Penghapusan Konsep Gender di Panggung Givenchy

Simak desainer gaun pernikahan Meghan Markle, Clare Waight Keller, dalam menggabungkan karakter pakaian pria dan wanita menjadi satu.

Penghapusan Konsep Gender di Panggung Givenchy

Setelah sebelumnya nama Clare Waight Keller melambung sebagai desainer gaun pernikahan Meghan Markle. Kini, ia kembali menjadi perbincangan setelah menampilkan koleksi ready-to-wear musim Spring/Summer 2019–nya untuk rumah mode Givenchy. 

Kali ini, Clare terinspirasi oleh seorang jurnalis dan penulis bernama Annemarie Schwarzenbach. Annemarie merupakan seorang wanita berkebangsaan Swiss yang memilih untuk mengenakan pakaian pria di era tahun 1930-an.

Keberanian gaya personalnya di zaman ketika konsep gender tidak sefleksibel sekarang, menarik perhatian direktur kreatif Givenchy ini untuk mendaulatnya sebagai muse untuk koleksinya kali ini. 

Pergelaran bertajuk I Am Your Mirror ini diartikan Clare dengan menyilangkan karakteristik gender pria dan wanita menjadi satu dan sama atau unisex. Untuk memperingati kemajuan zaman di era sekarang, ketika konsep ‘gender’ sudah tidak terlalu konvensional seperti zaman semasa hidup Annemarie Schwarzenbach dahulu. 

Sederet model pria dan wanita bergaya androgini dipilih untuk merepresentasikan energi gender non-binary yang ingin disampaikan Clare Waight Keller di dalam koleksinya. Para model pun memiliki potongan rambut boyish cut layaknya gaya rambut ala Annemarie. 



Model Karolin Wolter membuka show dengan mengenakan gaun A-line beraksen lipit yang dikombinasikan dengan atasan yang berpotongan tegas. Perkawinan antara unsur feminin dan maskulin pun benar–benar dicerminkan Clare melalui gaun ini.

Pemilihan warna biru di gaun ini, merupakan salah satu cara Clare menunjukkan bahwa warna biru yang identik dengan warna untuk laki–laki juga dapat dikenakan oleh wanita. 

Celana high waisted berpotongan loose mendominasi koleksi rumah mode Givenchy musim ini. Jajaran kemeja berpotongan safari untuk memberikan aura tegas dan chic juga menjadi highlight koleksi ini. 


Motif bunga yang selalu identik muncul di koleksi pakaian wanita, diaplikasikan Clare di sebuah kemeja yang dapat dikenakan oleh wanita maupun pria. Cargo pants yang diberi aksesori ikat pinggang beraksen lebar memberikan efek effortless chic untuk siapapun yang mengenakannya. 


Jumpsuit hitam dengan potongan leher V dipadankan dengan cropped blazer berstruktur tegas untuk tampilan yang edgy. Penggunaan shoulder bag yang dikepit sebagai aksesori juga tentu saja mengundang atensi dari siapapun yang melihat.

Kata ‘mirror’ sendiri diaplikasikan Clare melalui pakaian pria dan evening wear. Jas berwarna metalik yang dihasilkan melalui proses laminasi kulit dan jajaran gaun–gaun beaded merefleksikan kata ‘mirror’ sebagai tema koleksi ini.

Meskipun koleksi ini didominasi dengan set pakaian yang maskulin. Clare tetap tidak lupa menambahkan sederet gaun malam beraura ‘dark’, edgy nan romantis yang merupakan ciri khas rumah mode Givenchy. 

Gaun midi ini merupakan salah satu bentuk refleksi I Am Your Mirror sebagai tema koleksi ini. Perpaduan gaun tanpa lengan dengan atasan berbahan sheer dibubuhi dengan sequins berwarna metalik dan rok beraksen flare sebagai elemen feminin. 



Selain gaun, ansambel ini juga termasuk dalam kategori evening wear yang edgy. Atasan bertaburan Sequins metalik membuat foil effect yang mengilap di atas siluet bias cut mencuri atensi saat pesta di malam hari. Pemilihan cargo pants juga merupakan suatu inovasi baru saat ingin tampil edgy ketika menghadiri acara di malam hari.

Show yang digelar di Palais de Justice, Paris, ini tidak hanya di dominasi dengan set pakaian beraliran unisex. Serangkaian aksesori yang tampak seperti karya seni juga terlihat disisipkan di setiap set pakaian.  

Eksplorasi aksesori yang didominasi dengan statement pieces seperti anting–anting panjang layaknya chandelier dibalut warna metalik untuk efek drama merupakan penyeimbang tampilan maskulin di koleksi ini. Kacamata bening dengan untaian metalik yang dramatis layaknya sebuah karya seni juga sukses mencuri perhatian. 

Di kesempatan ini, Clare juga memperkenalkan sebuah tas bernama WHIP. Tas selempang kontemporer dengan fasad boxy berukuran besar. Dan tidak lupa, Ia juga merancang sepatu kitten heels metalik untuk Anda yang menyukai sentuhan feminin yang tidak intimidating. 


(Layout: Asya Hadisuryo; Foto: Courtesy of Givenchy, Instagram.com/givenchyofficial)