• Wedari, Kreasi Denny Wirawan Bernuansa Batik Kudus

    Fashion / News


    Wedari, Kreasi Denny Wirawan Bernuansa Batik Kudus
    Denny Wirawan S/S 2018

    Sebuah selebrasi 20 tahun Denny Wirawan berkarya di industri fashion Tanah Air


    Semarak flora dan fauna penuh warna bagai memeriahkan ilusi taman nan rupawan yang menjadi panorama presentasi Denny Wirawan untuk musim Spring/Summer 2018.

    Bukan sekadar menampilkan kreasi terbaru, namun momentum ini turut menjadi bukti kematangan sang desainer yang tengah memasuki tahun ke-20 ia berkarya di industri fashion Tanah Air.

    Untuk menandai momen istimewa ini, Denny Wirawan mempersembahkan deretan busana siap pakai dari label Balijava yang mendaulat keindahan batik Kudus sebagai inspirasi utamanya.

    Mungkin tak sedikit yang mengenal batik Kudus yang sudah meraih pamornya sejak tahun 1935 ini, namun tahukah Anda seiring berjalanannya waktu sejak era '70-an, batik Kudus tak lagi disentuh?

    Oleh karena itu, desainer yang juga anggota dari Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) tersebut mulai mengeksplor keindahan lain dari batik Kudus yang belum terekspos.

    Mengajak serta Bakti Budaya Djarum Foundation, Denny Wirawan menampilkan 93 look yang terbagi menjadi empat tema besar, yaitu Sekar Murni, Taman Sari, Ganda Arum dan Ningrat.



    Tema Sekar Murni mengawali fashion show bertajuk Wedari tersebut. Deretan gaun bernuansa glamor seakan mengumandangkan rasa syukur seorang Denny Wirawan atas perjalanan keriernya selama ini. Sebanyak 15 gaun tampil dengan permainan bordir khas kota Kudus, maupun siluet bervolume yang memberi aura extravaganza.



    Wedari yang dalam bahasa Sanskerta atau Hindu kuno berarti taman bunga di area kerajaan Jawa tersebut dinarasikan secara eksplisit pada sequence kedua, yaitu Taman Sari. Motif bunga-bunga, seperti peonie dan teratai tampil dalam palet warna-warni cerah dan ukuran besar, menggambarkan betapa eloknya taman-taman di pekarangan istana tempo dulu.




    Selanjutnya, motif sogan dengan aplikasi embellishment tak berlebih mendominasi sequence Ganda Arum. Kali ini Denny memadukan perhiasan dari Tulola guna memberi sentuhan glamor bagi deretan gaun bercorak cokelat gelap dan bermotif lereng dengan struktur geometris tersebut.





    Sementara sebagai penutup acara, Denny membubuhkan motif batik berwujud flora dan fauna yang masif, seperti burung merak, pada material kain-kain berpalet hitam sehingga membuatnya tampak lebih hidup. Untuk sequence ini, sang desainer menghadirkan ragam aksesori rancangan Epa Jewel yang memberi spirit keraton yang impresif.


    (Foto: Hary Subastian)









- RELATED ARTICLE -