• Tas Untuk Mengentaskan Kelaparan

    Fashion / News


    Tas Untuk Mengentaskan Kelaparan
    Nina Bag

    There’s never been a better excuse for a new handbag.


    Jika Anda mengikuti perkembangan aksesori saat ini, tentunya Anda tahu salah satu aksesori paling diminati oleh para fashion enthusiast, Nina Bag.

    Handbag kreasi Gabriela Hearst ini semula dibuat sebagai hadiah bagi sahabat-sahabat sang desainer. Saking eksklusifnya, tas tersebut membuat publik semakin antusias. Saat ini sudah ada 1.500 nama yang mengantre dalam waiting list untuk mendapatkan tas tersebut.

    Kini ada alasan baru bagi Anda untuk ikut memesan Nina Bag. Pasalnya, Gabriela akan menyumbangkan seluruh keuntungan dari penjualan Nina Bag untuk mengentaskan masalah kelaparan di Turkana, Kenya.



    Gabriela Hearst dengan Nina Bag rancangannya.


    Inspirasi amal ini didapatkan Gabriela usai berkunjung ke Turkana, daerah yang terkena musibah banjir dan kelaparan, serta disebut oleh PBB sebagai salah satu daerah yang mengalami krisis kemanusiaan terburuk sejak Perang Dunia II.

    Apa yang ia lihat di Turkana rupanya sangat menggugah perasaan kemanusiaannya hingga ia akhirnya menggandeng Save the Children dan berusaha mengumpulkan 600.000 US Dollar untuk mengadakan fasilitas air bersih, makanan, dan juga ternak yang akan disumbangkan pada keluarga-keluarga di Turkana.

    Nina Bag sudah dapat dibeli melalui Net-a-Porter dan Bergdorf Goodman. Gabriela sendiri mengaku punya alasan sentimental di balik keinginannya untuk membantu keluarga di Turkana.

    "Saya mengalami tumbuh di sebuah peternakan, sehingga saya tahu betul rasanya kehilangan ternak-ternak saya. Mereka tak hanya sumber susu dan daging tapi juga digunakan sebagai sumber pendapatan, di mana kehidupan kami bergantung padanya."



    Rebecca Hall dan Gabriela Hearst dengan Nina Bag.



    Miroslava Duma dengan Nina Bag.


    Desainer yang memenangkan International Woolmark Prize ini juga mengaku terinspirasi dengan kekuatan para wanita di sana. "Mereka membangun rumah mereka sendiri, menggali lubang dengan tangan mereka, dan mencari air hingga berkilometer-kilometer jauhnya."

    Gabriela juga menambahkan bahwa ia melihat kekuatan tangguh dari para wanita tersebut, terutama di tengah krisis dan kehilangan yang mereka alami, para wanita ini tetap berusaha untuk hidup.

    Sepulangnya dari Turkana, Gabriela kemudian memutuskan bahwa ia harus membuat sebuah tindakan nyata, karena di tengah begitu banyaknya masalah di dunia, sebagai manusia kita harus saling membantu satu sama lain. "Kita perlu menyadari bahwa kelaparan tak hanya masalah yang dialami oleh generasi masa lalu, krisis serupa tetap terjadi hingga kini."


    (Foto: Getty Images)








- RELATED ARTICLE -