• Serba Serbi Wine

    Culture / News


    Serba Serbi Wine

    Mengenal lebih jauh seluk beluk minuman wine.


    Tak dapat dipungkiri lagi bahwa kini tradisi minum wine telah menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan urban. Di kota-kota besar menjamur berbagai restoran yang menyajikan wine untuk menemani para tamunya menghabiskan waktu dan bercengkrama dengan segelas wine di tangan.

    Namun sebagai penikmat wine atau Anda yang baru mau mulai mengenal wine, Bazaar akan mengupas perihal wine untuk Anda, dari mulai varian wine, cara membaca label wine, kiat memasangkan wine dengan hidangan, hingga cara menghilangkan noda wine dari pakaian Anda. So, let's start the wine class!

    Apa itu Wine?

    Wine merupakan minuman yang terbuat dari anggur varietas tertentu yang difermentasikan, untuk kemudian bisa diolah menjadi empat macam wine, yakni:

    1. Still wine, jenis wine yang tidak memiliki gelembung dan mengandung sekitar 8-15% alkohol.  Kebanyakan dari still wine dinamakan sesuai dengan daerah di mana mereka berasal. Misalnya, Bordeaux atau Burgundy dari Perancis, Rioja dari Spanyol, dan Chianti dari Itali.

    Still wine sendiri kemudian dibagi lagi ke dalam 3 jenis sesuai dengan warna yakni red, white, dan rose. Warna ini diakibatkan dari proses penyulingan yang berbeda, serta lama waktu sari anggur melakukan kontak dengan biji, kulit, batang dan bagian lagi dari buah anggur. Semakin lama sari anggur kontak dengan ketiga bagian tersebut maka warna wine akan semakin gelap.

    White wine misalnya, segera setelah didapatkan sari anggurnya langsung dipisahkan dengan kulit, biji, dan batang anggur, baru dilakukan proses fermentasi. Sementara red wine, sari anggur difermentasikan terlebih dulu baru dipisahkan dengan batang, biji, kulit anggur, menghasilkan warna wine yang gelap.

    2. Sparkling wine, merupakan jenis wine yang mengandung bubbles dari gas karbon dioksida. Salah satu jenis sparkling wine yang paling terkenal adalah Champagne dari Perancis. Namun selain itu ada pula Cava dari Spanyol dan Asti dari Italia. 

    3. Fortified wine, adalah jenis wine yang ditambahkan liquor lainnya untuk meningkatkan kadar alkohol. Biasanya jenis liquor yang ditambahkan adalah Brandy, dan menghasilkan wine dengan level alkohol mencapai 15-22%.  Jenis fortified wine yang terkenal antara lain Sherry dari Spanyol dan Port dari Portugal.

    4. Aromatic wine. Sedikit mirip dengan fortified wine, hanya saja selain Brandy, aromatic wine juga ditambahkan rempah-rempah untuk memberikan aroma. Kadar alkoholnya bisa mencapai 15-21%. Contoh jenis minuman aromatic wine adalah Vermouth.

     

    Bagaimana cara membaca label wine?

    Membaca label wine adalah hal yang cukup rumit, dikarenakan hampir setiap negara penghasil wine memiliki cara masing-masing untuk menuliskan wine pada label botol.

    Terdapat dua contoh cara label wine, yang dibedakan dari penghasil wine. Pertama old world country yang merupakan negara-negara dengan sejarah panjang memproduksi wine, serta new world country dari negara-negara yang kini beranjak menaiki pasar wine dunia.

     

    Bagaimana cara mencicipi wine yang benar?

    Saat Anda memesan sebuah wine, ada baiknya untuk memperhatikan terlebih dulu fisik dari wine tersebut. Setelah wine dituangkan ke dalam gelas Anda bisa menaruh gelas wine di tempat yang mendapatkan cukup cahaya dengan latar berwarna putih. Biasanya white wine yang baik berwarna kuning kehijauan yang agak pucat, kuning, atau keemasan. Sementara red wine biasanya berwarna ungu kemerahaan, garnet, ruby red, atau brick red.

    Setelah mengamati warnanya, saatnya menghirup aroma wine yang hendak Anda konsumsi. Nose merupakan aroma yang bisa Anda cium ketika mencium wine. First nose adalah istilah untuk aroma yang Anda dapatkan sebelum memutar gelas wine yang ada di gelas Anda. Wine yang baik memiliki first nose yang intensitas aromanya cukup kuat, kompleks, dan memberikan kesan yang elegan dan menggoda Anda untuk segera meminumnya.

    Setelahnya silahkan putar gelas Anda, untuk memberikan kesempatan pada wine berinteraksi dengan oksigen, menciptakan sensasi aroma yang bisa jadi berbeda atau malah lebih kuat dari pada yang sebelumnya. Semakin kompleks aroma yang bisa Anda temukan dalam sebuah wine berarti semakin bagus kualitas wine yang Anda konsumsi.

    Ketika hendak mengkonsumsi wine, pastikan untuk memegang gelas wine pada bagian tangkai gelas. Hal ini untuk menghindari berubahnya temperatur wine menjadi hangat akibat temperatur tangan Anda. Untuk penyajian wine yang tepat, red wine berada pada temperatur 13-18 derajat Celcius. Sementara white wine dan rose wine bisa disajikan pada temperatur 7-13 derajat Celcius. Untuk sparkling wine akan lebih baik jika disajikan di temperatur 10-12 derajat Celcius.

     

    Bagaimana cara memasangkan wine dengan makanan?

    Wine bisa dinikmati sendirian, namun akan lebih istimewa jika dipasangkan dengan hidangan yang tepat. Menimbulkan padanan rasa yang berbeda, menguatkan rasa hidangan atau menyeimbangkannya. Namun tak semua wine cocok dengan semua jenis hidangan.

    Terdapat rumus lama dalam memasangkan wine dengan hidangan, yakni red wine akan tepat jika dipasangkan dengan red meat, sementara white wine adalah padanan untuk white meat seperti ayam atau ikan. Namun tentunya hal ini patut dikaji kembali, karena tergantung akan cara mengolah hidangan tersebut.

    Misalnya hidangan yang memiliki komponen sayuran seperti jamur atau truffles, cocok disajikan dengan light red wine seperti Pinot Noir. Sementara full bodied white wine seperti Chardonnay cocok disandingkan dengan sajian ikan dengan saus yang kompleks atau hidangan berbahan utama ayam. Cabernet Sauvignon akan tepat jika dikonsumsi melengkapi hidangan red meat, seperti steak atau lamb chops. Tiap tegukan wine akan membersihkan palet rasa Anda setelah mengkonsumsi daging dengan rasa yang cukup kuat.

    Sementara itu Champagne cocok disandingkan dengan hidangan yang gurih dan asin, karena memiliki rasa manis yang bisa menyeimbangkan makanan asin tersebut. Dan untuk makanan penutup yang manis Anda bisa memesan Port atau Sherry, yakni fortified wine yang akan menjadi penutup sempurna pengalaman Anda bersantap.

    Namun tentunya hal ini hanya sekadar saran, karena memasangkan wine dengan makanan sangat bergantung dengan selera Anda.

     

    Wine tumpah ke gaun kesayangan saya! Bagaimana cara menghilangkan noda wine?

    1. Jika Anda tak sengaja menumpahkan wine pada pakaian Anda, pastikan untuk segera membersihkan tumpahan tersebut. Jangan pernah menggosok noda wine, cukup tekan-tekan secara lembut bagian noda, hingga tak terlalu lagi basah oleh wine.

    2. Lalu basahi segera bagian yang terkena noda dengan air dingin. Hal ini akan mencegah wine menyerap lebih jauh ke dalam pori-pori pakaian.

    3. Tutupi noda dengan garam. Anda bisa menggunakan segala jenis garam, namun yang terbaik mungkin kosher salt. Lambat laun garam akan berubah menjadi warna pink, menyerap noda wine. Diamkan hingga garam tersebut kering, lalu singkirkan dari pakaian Anda.

    4. Terakhir bilas dengan air panas, lalu cuci pakaian seperti biasa. Noda akan hilang dan pakaian Anda akan kembali seperti sedia kala.

    Jika cara ini tidak berhasil, Anda bisa merendam noda tersebut selama satu jam dalam cairan campuran satu per tiga cuka putih dan dua per tiga air putih. Setelah direndam noda akan mulai memudar, dan pakaian Anda bisa dicuci sebagai mana biasanya. 

    Selamat menikmati wine!

    (Foto: Africa Studios/Shutterstock/Click Photos; Layout: Ika Wahyuni)








- RELATED ARTICLE -