• Temperance Pairing untuk Makanan Indonesia

    Culture / News


    Temperance Pairing untuk Makanan Indonesia

    Ternyata wine bukanlah satu-satunya opsi untuk mitra santap kuliner Indonesia.


    Rempah-rempah adalah kata kunci dalam kuliner Indonesia. Fakta historis mencatat bahwa rempah-rempahlah yang menjadi motivasi utama bangsa Eropa mendatangi Kepulauan Nusantara di awal abad ke-16.

    Kekayaan rempah Nusantara juga memiliki kontribusi positif. Tidak hanya menjadi penyebab kolonialisasi negeri ini oleh bangsa Eropa sekian abad lalu.

    Menurut Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid, perdagangan rempah Nusantara dalam sejarah Indonesia merupakan pemicu terjadinya pertukaran nilai dan budaya pembentuk identitas masyarakat Indonesia.

    Lantas apa mitra santap ideal yang layak untuk disandingkan dengan kuliner Indonesia yang kaya rempah? Wine ternyata bukanlah opsi absolut dalam hal ini. Penyebabnya adalah kadar alkohol dalam wine yang ternyata berperan meningkatkan ketajaman citarasa rempah-rempah. Selain itu, alkohol juga berpotensi meningkatkan level kepedasan makanan. Perspektif lain bahkan justru menyatakan bahwa rempah-rempah cenderung menafikan kekayaan citarasa yang dikandung wine.

    Menurut Chef Ragil Imam Wibowo, jenis minuman yang ideal untuk dijadikan mitra bersantap adalah minuman yang mampu meningkatkan citarasa hidangannya. Opsi untuk menyajikan minuman non-alkohol ia jawab dengan menghadirkan temperance pairing di Nusa Indonesian Gastronomy.

    Chef Ragil melakukan eksplorasi terhadap beranekaragam buah, teh, nira serta rempah-rempah Nusantara dan menuangkannya dalam sejumlah minuman. Minuman non-alkohol kreasinya tersebut ia pasangkan dengan makanan-makanan Indonesia hasil olahan dan interpretasinya. 

    Temperance movement saat ini mulai menjadi tren dalam dunia kuliner internasional. Konsumsi minuman non-alkohol menjadi sebuah opsi gaya hidup dan temperance pairing merupakan jawaban untuk opsi tersebut.

    Eksplorasi rempah-rempah Indonesia yang dilakukan Chef Ragil adalah perwujudan kontribusi ranah kuliner pada revitalisasi ingatan bahwa negeri kita adalah sumber rempah dunia.


    (Foto: Courtesy of Nusa Indonesian Gastronomy)



    Tags :


- RELATED ARTICLE -