• Fashion / News

    Kesempatam Kedua


    Kesempatam Kedua


    Menyulap tuntutan menjadi peluang untuk mempertahankan kesuksesan usaha keluarga.

    Fashion sebagai komoditas disambut dengan bertumbuhnya angka kelahiran department store, gerai, hingga label busana bertaraf eksklusif. Beberapa nama besar terbukti mendulang kesuksesan dalam industri selama lebih dari puluhan tahun. Secara mayoritas adalah milik perusahaan yang terdiri dari sekelompok kalangan pebisnis bertangan dingin, namun di antaranya adalah perusahaan milik keluarga yang secara tradisi kepemilikannya melalui sistematika turun temurun.

    Jika berbicara tentang bisnis keluarga, fashion adalah jenis usaha yang marak melakukan praktek estafet kepemimpinan sesuai dengan garis keturunan. Mempertahan legacy keluarga kerap dijadikan alasan kenapa kegiatan regenerasi kepemimpinan masih dipugar sampai detik ini. Fenomena tersebut semakin menjamur dan sering ditemui pada sekelompok label besar dunia.

    Industrialisasi tidak pernah menjadi penyebab utama, karena dilahirkan sebagai keturunan sebuah nama besar memiliki keuntungan untuk dapat menyaksikan dan mengalami perjalanan karier orang tua secara mendetail. Bahkan dapat dilalui dengan hanya sebatas percakapan di atas meja makan.

    Margherita Maccapani Missoni adalah salah satu wanita muda yang merupakan generasi ketiga dari pendiri rumah mode Missoni. Dinobatkan sebagai ‘perwakilan’ Missoni, Margherita secara tidak langsung terjun ke dalam bisnis keluarga. Secara konsisten Margherita dilibatkan dalam pembuatan kampanye sebagai ikon, dan bekerja secara profesional sebagai perancang aksesori Missoni. Demikian halnya dengan Roberta Armani dan Silvana Armani atau yang lebih dikenal sebagai keponakan Giorgio Armani. Lebih dari 10 tahun Roberta berada di balik layar Giorgio Armani dan menjabat sebagai Worldwide Director of Public Relation and Entertainment di Giorgio Armani. Sedangkan Silvana meneruskan bakat pamannya sebagai Creative Director label kedua Armani, yaitu Emporio Armani.

    Terlihat secara kasat mata bahwa melanjutkan usaha milik keluarga adalah hal yang sekiranya ‘mudah’ dan sering dipandang sebelah mata. Namun kenyataannya justru beban yang dipikul sebenarnya terasa lebih berat, karena banyak kalangan yang akan menilai apakah suksesor akan sesukses pendirinya? “Saya selalu beranggapan bahwa meneruskan usaha orang tua sendiri adalah sebuah tantangan,” seru Striwicessa Maringka, Managing Director of PT. Benindo Ekakarya Sempurna ((X)S.M.L).

    Menjabat di perusahaan milik ibunda, Bernarty Suhali, wanita muda yang akrab disapa Cessa mengaku memulai debut kariernya sebagai entry level, sama artinya dengan melewati sistem produksi hingga paska produksi. Amanda Gratiana PD Soekasah dan Janna Karina Soekasah-Joesoef ternyata mengalami hal serupa sejak pertama kali memutuskan untuk bergabung dengan usaha milik ibunda, Ghea Fashion Studio. “Saya dan Janna memiliki kebebasan untuk memberikan ide secara rancangan maupun dari segi perusahaan,” sambung Manda Soekasah yang beranggapan bahwa berkarier di dalam perusahaan milik orang tua sama halnya dengan meneruskan impian serta cita-cita mereka.

    Perselisihan layaknya rekan bisnis tentu terjadi dalam keseharian, namun para suksesor dituntut untuk meluluhkan perasaan sebagai anak, dan mencoba menjalani skenario sebagai pekerja professional. “Argumentasi secara tidak langsung berperan sebagai pelajaran berharga bagi diri sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih bijaksana,” sambung Cessa. Di balik fenomena hadirnya suksesor muda, banyak di antaranya masih berpikir dua kali untuk terjun secara serius ke dalam usaha keluarga. Menghindari perselisihan sering dijadikan alasan, atau sekadar tidak mau dianggap memanfaatkan nama keluarga termasuk pertimbangannya.

    Namun, bagi Creative Marketing Director Ghea Fashion Studio, Amanda Gratiana PD Soekasah dan Janna Karina Soekasah-Joesoef, “meneruskan usaha orang tua adalah tantangan, menjadikannya lebih maju dari sebelumnya adalah kewajiban suksessor sebagai generasi penerus.” ? (Teks: Oleh Dewi Utari, Foto: Dok. Bazaar Indonesia)




- RELATED ARTICLE -



- MORE STORIES -