• Culture / News

    Galeri Nasional Kembali Gelar Pameran Kenegaraan


    Galeri Nasional Kembali Gelar Pameran Kenegaraan

    Memperingati peringatan kemerdekaan Republik Indonesia dengan menikmati seni.


    Ingatkah Anda akan pameran Goresan Juang Kemerdekaan yang begitu menarik minat masyarakat Jakarta akan koleksi seni milik istana kepresidenan?

    Jika Anda melewatkan momen pameran tahun lalu, tak perlu khawatir karena tahun ini Kementerian Sekretariat Negara kembali menggelar Pameran Lukisan Istana Kepresidenan yang diselenggarakan di Galeri Nasional. Tahun ini pameran kenegaraan ini mengusung tema Senandung Ibu Pertiwi dengan jumlah karya seni yang jauh lebih banyak. 

    Total lukisan yang dipamerkan tahun ini mencapai 48 karya dari 41 seniman. Lukisan-lukisan ini merupakan koleksi istana kepresidenan yang biasa ditaruh di Istana Negara, Istana Bogor, dan Istana Cipanas.


    Harimau Minum, 1863, Raden Saleh


    Dalam Senandung Ibu Pertiwi, seluruh lukisan dibagi ke dalam lima tema kecil yakni pemandangan alam, dinamika keseharian, tradisi, mitologi, dan religi. Untuk tema pemandangan alam, nama-nama seperti Basoeki Abdullah, Raden Saleh, dan Wakidi menjadi beberapa seniman yang "berpartisipasi" dalam mengisi tema ini. Terlihat pada eranya, pelukis Indonesia sudah menyebar ke berbagai wilayah Nusantara untuk mengabadikan kecantikan alam yang dianugerahkan Tuhan untuk Indonesia.

    Lelang Ikan, circa 1963, Itji Tarmizi.


    Tema lainnya yakni dinamika keseharian yang menampilkan aktivitas masyarakat sehari-hari. Lewat lukisan karya Lee Man Fong, Rudolf Bonet, dan Itji Tarmizi dapat terlihat mata pencaharian rakyat Indonesia, antara lain berdagang, bertani, dan nelayan.


    Perempuan Berkebaya, Barli Sasmitawinata


    Untuk tema tradisi, lukisan-lukisan yang dipamerkan banyak memperlihatkan wanita-wanita dengan kebaya, sebagai salah satu identitas wanita Indonesia. Selain elemen tradisi, rakyat Indonesia juga tak bisa dipisahkan dari hal-hal berbau mitologi yang terlihat dari karya Basoeki Abdullah berjudul Nyai Roro Kidul yang memperlihatkan adanya relasi antara nilai mistis dengan antropologis bangsa Indonesia.


    Nyai Roro Kidul, 1955, Basoeki Abdullah



    Subuh/Doa VIII, 1980, A.D. Pirous


    Terakhir adalah sub tema religi, yang banyak memperlihatkan elemen keagamaan yang lekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Seperti karya A.D Pirous yang menampilkan karya Subuh/Doa VIII, atau Alimin Tamin dengan lukisan Tiga Pedanda, yakni tiga pendeta Hindu yang tengah berdoa.

    Senandung Ibu Pertiwi di Galeri Nasional dibuka untuk umum dari 1 - 30 Agustus, setiap harinya, pukul 10.00 - 20.00 WIB.


    (Foto: Tari Redjang, 1952-1953, Theio Meier. Courtesy of Galeri Nasional)




- RELATED ARTICLE -



- MORE STORIES -