• Culture / News

    Fakta Unik Tentang Teh Hijau


    Fakta Unik Tentang Teh Hijau

    Tahukah Anda bahwa tanaman ini ditemukan oleh Kaisar Shen Nung 5000 tahun yang lalu?


    Apa yang membuat teh hijau begitu digemari oleh masyarakat di China? Cerita berawal pada suatu waktu di antara tahun 2737 SM, kaisar China saat itu hendak meminum air matang, namun secara tidak sengaja daun teh jatuh ke wadahnya.

    Dan, dapat ditebak sang Kaisar menyukai rasanya. Akhirnya penemuan tersebut  menjadi sumber medis dan asupan segar para penduduknya sehari-hari.

    Beralih ke abad 17, para pedagang, misionaris, dan penjelajah Eropa menelusuri area timur Asia dan mereka mulai membawa teh ke wilayahnya. Di sisi lain pada tahun 1610, seorang pedagang Belanda mulai memasarkan teh yang kemudian jadi viral di kota Paris, Amsterdam, dan London dan menjadi konsumsi eksklusif untuk kaum bangsawan dan kerajaan.

    Nah, berbeda pula saat masa kolonial Inggris di Ceylon (1867) atau sekarang dikenal dengan Sri Lanka, seorang pria Skotlandia bernama James Taylor membawa dan memperkembangkan industri teh ke kawasan tersebut. Ceylon tea hingga kini dinyatakan memiliki kualitas terbaik dan Srilanka merupakan penghasil teh terbesar di dunia.

    Apalagi fakta lain juga mengantakan bila teh mengandung antioksidan yang lebih kuat daripada kandungan pada buah-buahan dan sayuran. Seperti yang tertulis di buku Tea & Your Health by Dr. Tissa Amarakoon & Prof. Robert F. Grimble, bahwa mengkonsumsi teh hijau dan hitam secara teratur dapat meningkatkan aktivitas antioksidan flavonoid yang memberikan manfaat untuk mengurangi risiko banyak penyakit, termasuk stroke, tekanan darah tinggi, dan kanker.

    Faktanya, dua cangkir teh memiliki kapasitas antioksidan yang setara dengan lima porsi buah dan sayuran. Kandungan antioksidannya juga sanggup menjaga kesehatan wajah, yakni Anda dapat merasakan kulit lebih kencang dan lembap. 


    Kemudian, apa yang membuat teh hijau berfungsi maksimal saat dikonsumsi oleh kita? Tentu saja proses pengolahan dari tahap awal hingga akhir! Dalam proses produksinya, teh hijau ternyata tidak melewati tahap fermentasi, maka tak heran apabila warna daun teh hijau tidak berubah menjadi hitam seperti teh pada umumnya. 

    Oleh karena itu Dilmah Tea, produsen teh asal Sri Lanka telah menggunakan metode olahan tersebut tanpa proses CTC (Cut Tear and Curl) sejak tahun 1950. Sebab, prosedur CTC ternyata memang cara singkat untuk menghasilkan teh, namun di sisi lain manfaat pentingnya jadi terganggu.

    Dan, hampir 90% dari penghasil teh di Sri Lanka menggunakan cara demikian (ya memang disebut ortodoks) demi mendapat kenikmatan yang sempurna.

    Selama 30 tahun, pendiri label Dilmah, Merrill J. Fernando memiliki visi untuk selalu mengedepankan cita rasa teh yang terbaik dengan khasiat yang optimal. Kini bisnis Dilmah yang dilanjutkan oleh kedua anak Merrill, yakni Dilham dan Malik,  bukan sekadar hanya fokus pada perdagangan saja, namun juga melebarkan sayapnya ke pelayanan sosial.


    (Foto: Courtesy of Dilmah Tea)