• Fashion / Trend

    Tren Busana dari Milan Fashion Week


    Tren Busana dari Milan Fashion Week


    Desainer Italia rupanya bosan menampilkan karyanya secara berlebihan. Mereka memilih kekuatan tailoring yang membingkai tubuh wanita secara sensual, inspirasi busana dari benua Asia, serta motif-motif yang dikerjakan secara digital. Oleh Muhammad Aziz.

    Sensuality

    Makna sensual mendapatkan pengertian baru musim ini. Peter Dundas dari rumah mode Pucci menerapkan efek transparan pada busana untuk memperlihatkan siluet tubuh. Seperti yang terlihat pada micro pantsatau mini dress dilapisi dengan bahan menerawang. Berbeda dari biasanya, koleksi Pucci sama sekali tidak menampilkan motif yang sebenarnya telah menjadi bagian penting dari rumah mode tersebut sejak era '60-an. Satu-satunya bagian busana yang mendekati motif adalah cetakan bordiran tangan pada material busana yang tipis melayang. Sedangkan untuk dua bagian tubuh yang perlu dicermati musim ini menurut Pucci adalah otot perut yang rata serta proporsi paha dan betis yang ramping. Hal ini dikarenakan sisi sensualitas busana ditonjolkan dengan belahan pada gaun panjang dan paparan kulit perut bagian atas pada dress. Figur bahu yang kokoh juga mendapatkan penekanan dengan atasan atau gaun bermodel halter. Konsep sensualitas yang memerlukan Anda yoga lebih lama dari biasanya atau berlatih power swinglebih teratur.

    Asian Influence

    Bukan Miuccia Prada namanya kalau tidak memberikan kejutan di panggung busana. Inspirasi Jepang datang pada saat-saat terakhir proses kreatif pembuatan koleksi busananya. Inspirasi Asia memang kerap tampil pada beberapa tahun terakhir. Hal ini mengingat pasaran Asia, khususnya Cina daratan, menjadi salah satu pasar terbesar dari label mewah asal Italia. Bentuk kimono maupun sandal bakiak ala Geisha menjadi referensi terbaru. Pada beberapa label lain, Pucci menampilkan inspirasi asal Indocina, seperti Kamboja dan Vietnam, dan Etro turut menampilkan karakter Jepang dan Cina pada koleksinya. Tendensi ini merefleksikan ciri budaya sebagai sumber inspirasi tiada habisnya bagi kreativitas desainer-desainer Eropa. Namun tahun ini, saat resesi masih berlangsung di sebagian Uni Eropa, pertimbangan pada konsumen dan pasar yang “gemuk” di Asia menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusannya.

    Prints

    Referensi motif pada presentasi Marni kreasi Consuelo Castiglioni terasa minimal musim ini. Namun, tampilan motif hadir dalam permainan grafis pada permainan siluet busana yang mengacu pada garis desaincouturierCrsitobal Balenciaga. Motif hadir melalui motif kotak yang banyak dibuat serasi antara atasan dan rok. Seandainya ada palet yang berbeda tetap direferensikan sebagai kombinasi yang serasi dan tidak terasa “tabrak lari”. Giorgio Armani membuat versi motif digital dalam rancangan sophisticatedkhas labelnya. Walau tetap bermain pada arena monokromatis, motifnya dihadirkan dengan detail bertumpuk yang simpel pada busana atau dipadankan dengan motif yang bermain pada ilusi penglihatan. Hasil akhirnya, motif busana pada musim ini mengacu pada pakem minimalis yang tersebar luas seantero ibukota dunia.