• People / News

    Cerita Wanita Hebat: Sabrina & Elena Bensawan


    Cerita Wanita Hebat: Sabrina & Elena Bensawan

    Memperingati International Women's Day, Bazaar akan mengupas figur lima wanita hebat yang sarat akan jiwa sosial.


    Saat kebanyakan remaja sibuk mempersiapkan pesta ulang tahun ke- 17 dengan menggelar pesta yang spektakuler, Sabrina Bensawan memilih menyumbangkan seluruh hadiah yang diterimanya hari itu untuk membeli suplai bahan pokok bagi lansia yang tidak mampu.

    ”Cara didik kedua orang tua saya berpengaruh besar atas apa yang saya capai dan lakukan sekarang,” ujarnya sambil tersenyum. Sabrina, di usianya yang masih sangat muda (sekarang baru 18 tahun), mengawali perjalanannya sebagai seorang filantropi lewat dokumentasi kegiatan sosial yang kemudian diunggah ke akun Instagram @saabshares.

    ”Niatnya sederhana, saya hanya ingin menginspirasi teman-teman agar mereka agar mau melakukan hal yang sama. Agar mereka bisa melihat bahwa masih banyak orang yang tidak seberuntung kita dan tak ada salahnya untuk membantu sesama,” ungkap Sabrina.

    Tak sendiri, Sabrina juga mendapatkan dukungan orang tuanya, dan sang adik, Elena Bensawan. Bersama Elena yang sudah terlibat sejak berumur 14 tahun mendirikan Saab Shares, organisasi sosial yang fokus dalam bidang pendidikan dan kesehatan terutama untuk anak-anak.

    Saat ditanya mengapa pendidikan dan kesehatan. Sabrina menjawab, "Karena menurut saya itulah akar dari semua permasalahan yang ada. Tanpa kesehatan, seorang anak tidak bisa belajar. Dan tanpa pendidikan, kita tidak bisa memutuskan rantai kemiskinan."

    Walaupun baru berdiri resmi tahun lalu, kini Saab Shares sudah memiliki sebuah rumah singgah di daerah Cengkareng tempat puluhan anak jalanan ‘sekolah’ setiap hari, beasiswa, program kesehatan bagi anak-anak penyandang cacat fisik, pengobatan gratis, bakti sosial, dan program pemberdayaan wanita dengan mengajarkan berbagai keterampilan seperti membuat kue, memasang payet, dan membuat pita.

    Dalam rumah singgah, di sini setiap anak diajar oleh tenaga atau pengajar profesional, karena Saab Shares membutuhkan komitmen penuh sehingga tidak bisa bergantung pada relawan saja. “Di rumah singgah ini tidak hanya diajarkan pendidikan formal, tetapi juga pendidikan informal seperti tata krama, kebersihan, dan perbaikan gizi."

    Tak heran, jika Anda punya waktu untuk berkunjung ke rumah singgah Saab Shares, Anda akan disambut senyum dan tutur hangat para anak-anak.

    Artikel ini disadur dari The Philanthropists dalam Harper's Bazaar Indonesia edisi Februari 2016.

     

    (Foto: Evan Praditya. Styling: Veronica Arviana)




- RELATED ARTICLE -



- MORE STORIES -