• Pameran Max Mara: Coats! di Seoul


    Pameran Max Mara: Coats! di Seoul

    Max Mara kembali menggelar pameran, kali ini benda legendarisnya, mantel, menjadi bintang utamanya.


    Memasuki usia 66 tahun perjalanan label asal Italia yang lahir dari tangan Achille Maramotti, Max Mara, menggelar sebuah ekshibisi yang berlangsung di Seoul, Korea Selatan.

    Sebelumnya, Max Mara sudah pernah mengunjungi Moscow, Beijing, Tokyo, dan Berlin.

    Terpilihnya Seoul bukan tanpa alasan, kota ini telah menjadi saksi penting perubahan zaman, namun tradisi masih tetap dipegang teguh.

    Alhasil, Anda akan menyaksikan jukstaposisi antara bangunan kuno, elemen tradisional, kultur yang kental, dengan bangunan modern dan masyarakat urban. Uniknya, semuanya bersanding secara harmonis di kota ini.


    Ruangan The Founder (dekade 1950-an)


    Pada agenda ini, Max Mara menceritakan tentang histori labelnya yang mendaulat mantel sebagai bintang panggungnya.


    Ruangan Creative Study (dekade 1960-an)


    Tak heran jika pameran yang bertajuk Coats! Ini membawa benda-benda arsipnya untuk ditampilkan ke publik, dan lebih dari 90 mantel hadir di sana.



    Ruangan Colorama (dekade 1970-an)


    Mantel-mantel tersebut memiliki ceritanya masing-masing dan mewakili tiap dekade yang telah dilalui Max Mara.


    Ruangan The Icon (dekade 1980-an)


    Pameran yang diadakan di gedung Dongdaemun Design Plaza ini telah dibuka sejak akhir November silam.

    Selebrasinya berlangsung meriah, Bazaar turut menikmati euforia tersebut bersama selebriti asal Korea Selatan yang membaur bersama tamu undangan lainnya.

    Di dalam gedung yang menawarkan desain minimalis dan futuristis, justru Max Mara mengajak para khalayak berpetualang ke masa lalu hingga sekarang.

    Sebab pameran retrospeksi ini akan menceritakan perjalanan Max Mara dari periode tahun 1950-an, era kelahiran label kebanggaan Italia ini.


    Ruangan The Set (dekade 1990-an)


    Maka sebanyak tujuh ruangan wunderkammer atau cabinet of curiosity, menghadirkan tujuh dekade berbeda, antara lain The Founder yang berisi periode '50-an tentang Achille Maramotti dan impiannya akan mantel;

    Creative Study yang berisi era '60-an tentang mantel yang lebih demokratis, desainer, dan pop; kemudian di ruang Colorama sesuai namanya akan penuh eksplorasi warna era '70-an yang eksperimental; The Icon bercerita periode '80-an tentang keajaiban mantel dan craftsmanship ala Italia;

    The Set berisi era '90-an ketika imaji menjadi sangat esensial untuk mempresentasikan mantel; The Max Mara Women tentang dekade 2000-an tentang mantel dan wanita secara universal; terakhir adalah The Fashion Show tentang dekade 2010-an berisi glamorama panggung mode dan proyek terbarunya.


    Ruangan The Max Mara Women (dekade 2000-an)


    Di ruangan terakhir ini, Anda akan menyaksikan kreasi mantel terbaru olahan Ian Griffiths yang terinspirasi dari Yugi, wadah makanan berupa mangkuk yang melambangkan kultur Korea. Mangkuk ini biasanya digunakan oleh keluarga bangsawan, dan diturunkan dari generasi ke generasi.


    Ruangan The Fashion Show (dekade 2010-an)


    Anda ingin menyaksikannya juga? Pameran ini berlangsung hingga 12 Desember mendatang.


    (Foto: Courtesy of Max Mara)








- MORE STORIES -


Koleksi Fashion Rancangan Kris Wu untuk Burberry

Penyanyi mantan anggota EXO ini kini menyalurkan kecintaannya pada fashion lewat hasil desainnya untuk Burberry.


4 Sepatu Christian Louboutin Terinspirasi Star Wars

Inilah empat sepatu terbaru rancangan Christian Louboutin yang inspirasinya hadir dari film Star Wars: The Last Jedi.


Dior Meluncurkan Sepeda Termewah

Sepeda seharga 3,200 Dollar Amerika persembahan Dior akan menjadi kado Natal fantastis tahun ini.


Rahasia di Balik Sol Merah Sepatu Christian Louboutin

Tahukah Anda mengapa desainer aksesori Christian Louboutin mewarnai sol sepatunya dengan warna merah?


Koleksi Gucci Spring/Summer 2018 di Singapura

Bazaar berkunjung ke fashion playground ala Alessandro Michele yang penuh dengan semarak era 80-an.



Other Stories