• Culture / Tips

    Lima Rekomendasi Buku untuk Akhir Tahun


    Lima Rekomendasi Buku untuk Akhir Tahun

    Pilihan buku untuk Anda habiskan di penutup tahun, entah itu sembari berlibur atau duduk bersantai di rumah.


    Lima buku rekomendasi Bazaar kali ini diambil dari ajang tahunan Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2016 yang selalu up-to-date mengenai penulis dan karya terbarunya.

    A Little Life, Hanya Yanagihara

    Buku yang masuk dalam daftar shortlist Man Booker Prize 2015 ini merupakan novel kedua dari Hanya Yanagihara. A Little Life adalah novel laris yang mengisahkan persahabatan empat pria dengan rahasia dan ambisi yang beragam. Malcolm, JB, Willem, dan Jade adalah empat sekawan yang berasal dari kelas menengah namun dengan latar kehidupan yang berbeda-beda. Di balik kehidupan keempatnya yang lekat dengan gemerlap kesuksesan, Hanya memasukan selipan sejarah kehidupan kelam dari Jade yang membentuk kehidupan keempatnya penuh liku-liku.

     

    Cantik Itu Luka (Beauty is A Wound), Eka Kurniawan

    Penulis yang tengah naik daun ini menjadi salah satu bintang di UWRF 2016. Dalam event tahunan tersebut, Eka berbincang bersama Desi Anwar mengupas novel  Cantik Itu Luka yang telah diterjemahkan ke dalam tujuh bahasa dan masuk dalam nominasi longlist Man Booker International Prize 2016.

     

    The Mandibles: A Family, 2029-2047, Lionel Shriver

    Novel ini merupakan karya ke-13 dari novelis Lionel Shriver yang sebelumnya populer berkat novel We Need To Talk About Kevin. Dalam buku terbarunya ini, Lionel bermain-main dengan kemungkinan masa depan Amerika Serikat yang terjebak dalam kehancuran finansial. Di dalamnya, Lionel juga memasukan unsur permasalahan keluarga dan isu sosial yang melingkupinya.

     

    Without You, There Is No Us, Suki Kim

    Jurnalis sekaligus novelis kelahiran Korea Selatan menuliskan kisahnya selama bekerja sebagai dosen dan misionaris di Korea Utara. Penuturan deskriptif mengenai murid-muridnya yang dilihatnya di Korea Utara merupakan upaya dari Suki untuk memberikan sentuhan humanisme pada warga Korea Utara yang selama ini terisolasi dan lekat pada kesan dingin.

     

    Earstwhile: Persekutuan Sang Waktu (A Communion of Time), Joseph Jovian Rio Haminoto

    Masuk dalam jajaran Emerging Writers pada UWRF 2016, nama Rio Haminoto sebenarnya bukan nama baru di dunia sastra. Novel ini akan menjadi buku keempatnya. Dan sejalan dengan dua novelnya terdahulu, Rio kembali memasang pria Indonesia yang well-traveled dan kemudian terjebak dalam sebuah petualangan dengan latar sejarah.

     

    (Foto: Dok. Bazaar)