• Wawancara Audrey Tautou


    Wawancara Audrey Tautou
    Inagurasi Maison Omotesando, flagship terbaru Longchamp di Tokyo, Jepang.

    Tentang Longchamp, Film, dan Fotografi


    Bintang film Prancis Audrey Tautou hadir dan turut meresmikan pembukaan flagship store Longchamp di Omotesando, Tokyo, pada bulan Oktober lalu. Peresmiannya sendiri berlangsung sangat meriah, dengan kehadiran selebriti dari Jepang, Korea, Thailand, dan tentu saja Prancis. Di tengah hujan yang mengguyur kota Tokyo, para undangan memenuhi bangunan seluas 500 m2 yang berdiri megah di tengah-tengah area belanja paling hip di Jepang.



    Interior butik Longchamp,  Maison Omotesando, Tokyo


    Bazaar berada di tengah perhelatan tersebut dan sebelumnya mendapat kesempatan berbincang dengan wanita yang telah membintangi berbagai film, antara lain The Da Vinci Code, Coco Before Chanel, dan Amélie. Berwajah cantik dan berperawakan mungil, ia mengungkap tentang dunia film dan passion-nya akan fotografi.




    Harper’s Bazaar Indonesia (HB): Bagaimana awal kerja sama Anda dengan Longchamp?

    Audrey Tautou (AT): Saya sebenarnya sudah mengenal brand ini sejak lama dan hadir di beberapa event mereka yang selalu menyenangkan. Saya juga suka dengan apa yang mereka buat, jadi kerja sama ini terjadi dengan sendirinya dan saya merasa sangat senang berada di sini (Tokyo) untuk Longchamp.


    HB: Anda baru saja mengadakan pameran fotografi yang menampilkan diri Anda sendiri dalam bentuk self-portrait. Apa yang hendak Anda sampaikan kepada publik melalui medium fotografi ini?

    AT: Saya ingin mengekspresikan diri saya dalam aspek yang berbeda, dan bermain dengan asumsi masyarakat tentang dunia selebriti. Juga mengangkat fakta bahwa ketika saya menjadi seorang aktris tentu saja masyarakat punya fantasi atau bayangan tentang diri saya. Saya ingin menciptakan karakter, antara seorang wanita biasa dan seorang bintang. Saya adalah setengah wanita itu dan setengah lagi adalah apa yang dibayangkan oleh orang-orang tentang saya. Lewat medium fotografi ini saya ingin mengekspresikan diri dalam bentuk lain, meluangkan waktu untuk menjadi lebih kreatif, tidak hanya menjadi pemain film dan menjadi kreatif untuk orang lain.


    HB: Karakter film apa yang sangat ingin Anda perankan tapi belum mendapat kesempatannya?

    AT: I have no idea! (sambil tertawa) Saya tidak pernah punya jawaban untuk pertanyaan ini, karena saya tidak pernah memimpikan sebuah karakter. Ketika menerima sebuah peran, saya melakukannya karena merasa itu akan menjadi sebuah pengalaman baru bagi saya, bisa mempelajari hal baru, dan menemukan dunia yang lain. Itulah mengapa saya tertarik pada karakter-karakter yang sangat berbeda. Begitu ada kesempatan untuk menjadi lebih baik, tanpa pikir panjang akan saya ambil.


    HB: Apa bagian tersulit dari pekerjaan Anda sebagai seorang aktris?

    AT: Saya rasa ketika harus merepresentasikan diri saya ketika mempromosikan sebuah film. Ketika Anda seorang aktris dan harus berada dalam momen menampilkan diri Anda, itu adalah Anda, tapi bisa dibilang Anda harus memainkan peran tertentu karena orang-orang memiliki ekspektasi tentang Anda. Jadi momen berhadapan dengan publik ini bagi saya bukan sesuatu yang natural, sementara saya pribadi menyukai berinteraksi langsung dengan orang-orang dengan apa adanya, sehingga bagi saya cukup sulit.


    HB: Bagaimana industri perfilman berubah sejak Anda dulu mulai pertama kali?

    AT: Proses pembuatan film sendiri tidak berubah, tapi sekarang serial televisi mendapat ruang yang cukup besar. Menurut saya yang berbeda adalah, dulu aktris dan aktor hanya berkonsentrasi pada membuat film. Sekarang lebih berat, karena media sosial menciptakan pressure yang besar sehingga bintang film sulit untuk menjadi diri sendiri. Ada semacam format tertentu untuk tampil di depan publik. Misalnya, dengan adanya Twitter, Instagram, atau Snapchat, aktor harus melakukan self-advertising. Karya film bukan lagi yang utama untuk kami tampilkan. Hubungan antara publik dan aktor tidak lagi kuat lewat film yang mereka buat, tapi juga lewat kehidupan yang mereka ekspos. Padahal menurut saya, art can inspire people more than the people itself. Bagi saya penting untuk menjaga kehidupan kita misterius, dan mengekspos lebih banyak karya daripada kehidupan pribadi.


    HB: Apa proyek Anda selanjutnya?

    AT: Pertama, pameran foto saya akan dibawa ke China, jadi kemungkinan saya akan berada di sana. Saya juga akan bermain di dua film yang akan rilis di bulan Desember di Prancis, dan satu lagi di bulan April. 


    Foto: Dok. Longchamp










- MORE STORIES -


14 Badge Hiasi Longchamp Le Pliage Cuir

Permanis tas Le Pliage Cuir Anda dengan sajian badge dalam ragam wujud yang menggemaskan


Kolaborasi Kedua Gigi Hadid dengan Stuart Weitzman

Saatnya untuk tampil stylish dengan sepatu bergaya youthful dan quirky.


Ivan Gunawan Mempersembahkan Under The Star

Yang terinspirasi dari glamorama busana para diva di ajang red carpet.


Kolaborasi Perdana Fendi dan Rimowa

Untuk pertama kalinya label luks Fendi berkolaborasi dengan merek koper ternama asal Jerman, Rimowa, menghasilkan koper berdesain mewah.


Proenza Schouler White Label Telah Dilansir

Mari intip sejumlah busana dan aksesori PSWL favorit Bazaar!



Other Stories