• 6 Desainer Indonesia di Pameran Busana Muslim Dunia

    Fashion / News


    6 Desainer Indonesia di Pameran Busana Muslim Dunia

    Selain Itang Yunas, karya dari Dian Pelangi, Rani Hatta dan IKYK juga turut dipamerkan di ekshibisi Contemporary Muslim Fashions.


    Contemporary Muslim Fashions yang digelar oleh de Young Museum merupakan ekshibisi pertama di dunia yang bertujuan untuk mengulik busana muslim kontemporer dari seluruh dunia. 

    Berkembang pesatnya industri modest wear di seluruh dunia membuat de Young Museum tertarik untuk menelusuri ciri khas busana muslim di setiap negara. Bermacam-macam material, desain, dan cara mengenakan busana muslim yang berbeda-beda dipamerkan melalui ekshibisi ini. 

    Banyaknya umat muslim yang tersebar di seluruh dunia membuat busana muslim tidak hanya mengutamakan sisi estetika, tetapi juga unsur-unsur budaya dan peraturan di negara setempat yang kemudian digabungkan dengan tren mode terkini. 

    Sebagai perwakilan dari Indonesia, yang merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, de Young Museum memilih enam desainer busana muslim untuk menampilkan karya–karya mereka. Desainer tersebut adalah Itang Yunasz, Dian Pelangi, IKYK, Rani Hatta, Nurzahra, dan Khanaan Shamlan.


    Di kesempatan ini, Dian Pelangi memamerkan tiga set busana rancangannya.


    Terlihat jelas dari ansambel yang terpilih untuk dipamerkan, Dian menonjolkan kain tradisional nusantara sebagai bahan utama. Set mantel dan celana bermotif warna merah dan emas dikombinasikan dengan atasan bersiluet peplum, cocok untuk referensi ketika ingin tampil feminin. 

    Sementara itu, atasan blazer kimono beraksen tumpuk dengan rok maxi rancangan Dian juga menjadi ansambel terpilih untuk ikut dipamerkan di ekshibisi ini. Set pakaian yang modern namun yang tetap sopan membuat look ini dapat menjadi inspirasi ketika mengenakan busana muslim untuk acara formal.



    Tidak hanya dua set busana semi formal dan formal, para kurator yang terlibat yaitu Jill D’Alessandro, Laura L Camerlengo dan Reina Lewis selaku konsultan kurator, turut memilih sebuah ansambel busana rancangan Dian yang lebih mengusung gaya sehari-hari.

    Kain wastra Palembang yang dijahit menjadi setelan cropped blazer dan celana bersiluet palazzo benar-benar mewakili sosok busana muslim untuk wanita modern. Percampuran aplikasi patchwork putih di atas palet warna hitam dan kuning menambah sisi kontemporer yang tak biasa ditemukan di busana muslim. Penambahan syal panjang asimetris sebagai aksesori juga membuat ansambel ini terlihat elegan.

    Selain Dian, para kurator ekshibisi Contemporary Muslim Fashions juga memilih tiga look rancangan desainer modest wear Itang Yunasz yang seluruhnya menggunakan kain tenun Sumba. 

    Koleksi bertajuk Tribalux Sumba ini merupakan bentuk kecintaan Itang terhadap keindahan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Permainan palet warna cokelat kopi yang dipadukan dengan warna merah marun membuat keseluruhan look ini terlihat ‘hidup’. 



    Dua look rancangan Itang di atas menjadi ansambel terpilih untuk merepresentasikan busana muslim kontemporer yang memiliki sisi estetika yang indah sekaligus mengadopsi ciri khas kebudayaan Indonesia.

    Kreativitas Itang dalam mengolah kain tenun Sumba menjadi sebuah gaun bersiluet trapeze, ditambah dengan luaran blazer sulam motif flora, dapat dijadikan inspirasi busana muslim yang sophisticated

    Terlihat juga ansambel rancangan Itang dikenakan oleh model berkebangsaan Somalia, Halima Aden. Di ansambel ini, Itang mengolah kain tenun Sumba berwarna dasar biru tua menjadi sebuah setelan terusan panjang dan luaran bermotif tribal. 


    Pemilihan material wastra nusantara tidak hanya dilakukan oleh Itang Yunasz dan Dian Pelangi. Khanaan Shamlan juga turut memamerkan rancangan berbahan dasar batik kawung sebagai ciri khas negara Indonesia yang dapat diterapkan dalam busana muslim. 


    Di ekshibisi Contemporary Muslim Fashions, para kurator yang terlibat tidak hanya memilih desain busana muslim wanita yang identik dengan siluet feminin. Karya desainer modest wear yang mengusung gaya eklektik juga turut ditampilkan.

    Inovasi dalam merancang busana muslim yang sopan namun bisa terlihat sporty dan edgy adalah suatu ciri khas yang belum banyak dilakukan para pelaku industri modest wear. Itulah yang membuat desainer busana muslim Rani Hatta terpilih untuk mewakili kategori sportswear di ekshibisi ini.

    Garis rancangan Rani yang boyish dan lebih banyak menggunakan palet warna monokrom menjadikan rancangannya sebagai opsi yang tepat untuk Anda yang lebih menyukai gaya sporty.



    Tidak hanya Rani Hatta, label IKYK juga dipamerkan sebagai representatif busana muslim modern bergaya kontemporer. Label IKYK yang banyak mengadopsi unsur desain yang minimalis merupakan referensi tepat untuk para penyuka gaya minimalis.

    Pameran Contemporary Muslim Fashions dapat Anda kunjungi di de Young Museum, San Fransisco, sampai bulan Januari tahun depan. Tidak hanya di San Fransisco, pameran ini rencananya juga akan digelar di Frankfurt, Jerman.


    (Foto: Courtesy of Instagram)




- RELATED ARTICLE -