• Koleksi 25 Tahun Persembahan Sebastian Gunawan


    Koleksi 25 Tahun Persembahan Sebastian Gunawan

    Setelah 25 tahun berkarya, Sebastian Gunawan menghadirkan koleksi yang sarat akan tema-tema nostalgia.


    Di tahun 2017 ini, genap sudah desainer Sebastian Gunawan berkarya di blantika fashion Tanah Air selama 25 tahun. Sebuah rentang waktu yang panjang bagi seorang perancang busana untuk dapat konsisten unjuk gigi dan terus eksis di tengah perkembangan industri fashion Indonesia yang begitu pesat.


    Untuk menandai 25 tahun berkarya, Sebastian Gunawan bersama Cristina Panarese menghadirkan sebuah peragaan busana bertajuk "Whisper/Roar" yang menampilkan sedikitnya 82 busana yang didominasi oleh rangkaian gaun malam ataupun cocktail.


    Tema-tema nostalgia menjadi poros utama rancangan Sebastian Gunawan untuk koleksi kali ini. Mengangkat siluet-siluet khas era '40-an, '50-an, dan '60-an, serta mengadopsi sejumput inspirasi dari era Victoria, Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese berhasil menyuguhkan jajaran busana dengan desain yang variatif dan mengemasnya dalam pilihan palet, detail, dan aksen yang atraktif.


    Permainan warna solid seperti oranye, kuning, merah, dan turqoise, kemudian dipadukan dengan warna-warna redup yang romantis, menghasilkan citra feminin yang anggun dan modern pada saat yang bersamaan.

    Aksen gembung pada bagian bahu dirancang dalam ukuran besar untuk menciptakan nuansa dramatis yang tak terbantahkan. Baik Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese sengaja ingin mengembalikan tren siluet lengan yang diadaptasi dari gaun-gaun di era Victoria, namun dengan tampilan yang lebih segar dan relevan dengan zaman.


    Aksentuasi pada bagian pinggang dengan potongan rok melebar khas era '50-an maupun rok sepan yang membentuk ilusi hour glass ala era '40-an turut mewarnai koleksi ini. Tak ketinggalan dress pendek, jumpsuit, maupun cape berpotongan lurus yang mengingatkan kita akan tren di era '60-an juga dihadirkan secara apik dengan ornamen fringe hingga origami yang memukau.


    Untuk melengkapi nuansa elegan yang ditampilkan, detail gemerlap seperti payet maupun sequins turut dibubuhkan pada sejumlah gaun. Uniknya, payet dirangkai menyerupai sulaman yang memberikan alur motif tersendiri pada permukaan gaun. Dipadukan dengan palet pastel yang lembut, detail seperti ini kian menegaskan esensi citra feminin yang lembut dan romantis.

    Judul "Whisper/Roar" ini bukanlah sekadar nama tanpa makna. Tajuk ini memiliki filosofi dari 'bisik-bisik', semakin nyaring, dan berubah menjadi sebuah ‘gemuruh’, seiring 25 tahun perjalanan Sebastian Gunawan sebagai salah satu rumah mode bergengsi di Indonesia.


    Dengan eksplorasi siluet, teknik pengaplikasian detail, serta pengolahan material yang penuh presisi, Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese membuktikan bahwa perjalanan panjang mereka di blantika fashion Indonesia membuahkan sebuah kualitas artistik yang mumpuni yang telah lekat dengan label Sebastian Gunawan dan menjadi top of mind bagi para pencinta fashion Tanah Air.


    (Foto: Hari Subastian. Layout: Wenny Pramesti)









- MORE STORIES -


Presentasi Lotuz di Los Angeles Fashion Week

Satu lagi label lokal yang unjuk gigi di peragaan busana internasional.


Revitalisasi Label Pierre Cardin ke Ranah High Fashion

Setelah sekian lama rehat dari industri fashion, Pierre Cardin siap kembali menawarkan koleksi high fashion untuk kaum muda.


Phoebe Philo Tinggalkan Celine, Siapakah Penggantinya?

Setidaknya tiga nama dikabarkan mengganti posisi prestisius yang telah 9 tahun dijabat Phoebe.


12 Fakta Tentang Kaia Gerber

Nama Kaia Gerber kini mulai menggaung di industri fashion, berikut sederet fakta yang perlu Anda ketahui tentang putri Cindy Crawford ini.